----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'Chan CT' [email protected]
[nasional-list] <[email protected]>Kepada: GELORA_In
<[email protected]>Terkirim: Minggu, 17 Desember 2017 08.20.27
GMT+1Judul: [nasional-list] Megawati: Etika Politik Makin Tidak Beradab, Tak
Ada Keadilan
Megawati: Etika Politik Makin Tidak Beradab, Tak Ada Keadilan
Reporter:
Dewi Nurita
Editor:
Endri Kurniawati
Minggu, 17 Desember 2017 14:09 WIB
Presiden Joko Wdodo (kiri) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) berjalan
bersama Ketua Umum PDIP Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kedua kanan) saat
menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tiga Pilar Partai
Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Tangerang, Banten, 16 Desember 2017.
ANTARA FOTO
TEMPO.CO, Jakarta - Presiden kelima Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri
menyebut etika dalam perpolitikan Indonesia semakin tidak beradab. "Etika
politik kita semakin tidak beradab. Tidak ada musyawarah. Politik tanpa etika
yang menyebarkan kebencian," kata Megawati di kantor DPP PDIP, Jalan
Diponegoro, Jakarta Pusat, Sabtu, 17 Desember 2017.
Mega menyampaikannya saat mengumumkan pasangan calon gubernur dan wakil
gubernur untuk empat provinsi yang akan bertarung dalam pemilihan kepala daerah
(Pilkada) serentak 2018. Politik Indonesia kini kerap menghalalkan segala cara
untuk meraih kekuasaan. "Yang tampil itu permusuhan. Tidak ada fairness…tidak
ada fairness."
Baca: Megawati Umumkan Kepala Daerah Empat Provinsi untuk Pilkada 2018
Untuk itu, kata Mega, dia mengharapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Panitia
Pengawas Pemilu (Panwaslu), dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), yang
disebutnya sebagai wasit pemilu, dapat menjadi lembaga penyelenggara dan
pengawas Pemilu yang adil. "Bagi saya politik itu bukan menang-menangan, karena
sudah ada wasitnya.” Karenanya, kata Mega, "Wasit harus adil."
Hari ini, Mega mengumumkan nama pasangan calon kepala daerah yang diusung PDIP
di empat Provinsi dalam Pilkada 2018. Mereka adalah pasangan Asrun-Hugua dari
Sulawesi Tenggara, untuk Provinsi Riau, PDIP mengusung Arsyadjuliandi
Rachman-Suyatno. Sedangkan di Provinsi Maluku, ada Irjen Murad Ismail-Barnabas
Orno. Untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) PDIP mengusung pasangan Marianus
Sae-Emilia J. Nomleni.
Baca juga:
PDIP Bisa Cetak Sejarah Politik Indonesia
Rakornas PDIP Bakal Dibuka Presiden Jokowi ....
"Mudah-mudahan apa yang telah kami pilih memang dapat memberikan berkah, rahmat
dan bisa menaikkan harkat kemajuan di daerah-daerah tersebut," kata Megawati.
Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto menjelaskan dalam memilih pasangan
calon gubernur dan wakil gubernur, Megawati telah melalui pertimbangan yang
sangat mendalam dan tidak sembarangan. Mulai dari masukan para tokoh, survei
politik, hingga komitmen menggaungkan nilai-nilai Pancasila. "Tema-tema khusus
di setiap daerah juga menjadi pertimbangan utama Ibu Ketua Umum," kata Hasto.