Syekh Muhammad Amin Al-Husaini  yg menyarankan holocaust pada Hitler itu? 

---In [email protected], <djiekh@...> wrote :

 Sebelum proklamasi sudah ada dukungan dai Mufti Palestina :
 http://fimadani.com/kemerdekaan-indonesia-berawal-dari-mesir-dan-palestina/ 
http://fimadani.com/kemerdekaan-indonesia-berawal-dari-mesir-dan-palestina/

 
 2017-12-18 3:48 GMT+01:00 jonathangoeij@... mailto:jonathangoeij@... 
[GELORA45] <[email protected] mailto:[email protected]>:
   
Apa sih peranan Palestina pada kemerdekaan Indonesia?
 

---In [email protected] mailto:[email protected], 
<ilmesengero@...> wrote :

 Mengapa sebagai seorang akademik tidak dikatakan sesuai Mukadimah UUD 45 dalam 
mana tertulis : ”Kemerdekaan adalah hak semua bangsa” dan atas dasar 
solidaritas internasional terhadap perjuangab rakyat tertindas?
 
 
 Perrnyataan kemerdekaan 17 Agustus 1945 ataukah 27 Desember 1949?
 
 
 Seandainya ada pernyataan Mufti, tetapi suara seorang Mufti tidak mempunyai 
peranan apapun dalam arena politik internasional untuk menentukan kemerdekaan 
RI, pada pihak lain Mufti adalah sahabat Hitler yang rasis dimana dikatakan 
”untermensh” untuk mereka yang bukan berkulit putih dan mata biru. Mufti 
bertahun-tahun berdiam di Berlin dibawah lindungan Adolf Hitler.
 
 
 http://www.suara-islam.com/ read/kabar/nasional/24499/ 
Anies-Kita-Berutang-pada- Palestina-Mereka-yang-Dukung- Kemerdekaan-RI 
http://www.suara-islam.com/read/kabar/nasional/24499/Anies-Kita-Berutang-pada-Palestina-Mereka-yang-Dukung-Kemerdekaan-RIc
 Anies: Kita Berutang pada Palestina, Mereka yang Dukung Kemerdekaan RI 17 
Desember 19:25 | Dilihat : 74 
 Gubernur DKI Anies Baswedan dalam Aksi Bela Palestina di Monas. (foto: 
breakingnews.co.id http://breakingnews.co.id)
 Jakarta (SI Online) - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hadir dalam aksi 
Bela Palestina di Monas, Jakarta, Ahad (17/12/2017). Dalam orasinyanya Anies 
mengungkapkan, keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengakui Yerusalem 
sebagai Ibu Kota Israel bukan hanya keliru, tetapi juga sangat fatal.
 "Kita menyadari bahwa keputusan Presiden (Amerika) Trump yang mengakui 
Yerusalem sebagai ibukota Israel, bukan saja keputusan keliru, tapi keputusan 
yang fatal kelirunya," ujar Anies dihadapan jutaan massa yang hadir.
 Ia berharap, peristiwa ini jadi momentum titik balik bagi perjuangan seluruh 
dunia, bahwa warga Amerika pun menolak keputusan Trump. Menurutnya, titik balik 
ini menjadi titik terang untuk kemerdekaan Palestina. "Insya Allah dari titik 
balik ini, cahaya kemerdekaan makin hari makin terang untuk Palestina. 
Yerusalem adalah ibu kota Palestina, Yerusalem milik Palesitina," tegas Anies.
 Karenanya, Anies mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendukung 
kemerdekaan Palestina. "Saudara pendukung Palestina yang berkumpul untuk tidak 
santai-santai di rumah, yang memilih berkumpul di Monas bela Islam. 
Sesungguhnya kemerdekaan hak segala bangsa dan oleh sebab itu penjajahan di 
atas muka bumi harus dihapuskan," kata Anies.
 Indonesia, kata Anies, sebagai cikal bakal pembebasan dari kolonialisme. 
Karena itu, ia bersama masyarakat Indonesia yang ikut berkumpul di Monas 
menyadari seperti apa kemerdekaan itu. "72 tahun setelah kita merdeka, warga 
Palestina masih terjajah, masih dikuasai," tegas Anies.
 Bahkan, Anies pun menyatakan, saat Indonesia belum merdeka, Palestina sudah 
berani memberikan dukungannya kepada Indonesia. Palestina mendukung penuh 
kemerdekaan Indonesia.
 "Palestina adalah satu bangsa yang memiliki sejarah bagi Indonesia, setahun 
sebelum kita merdeka, mufti Palestina sudah memberikan dukungan kepada 
kemerdekaan Indonesia, " kata Anies. 
 "Kita berutang pada Palestina, mereka dukung kemerdekaan bangsa kita dan hari 
ini kita dukung kemerdekaan Palestina," tambahnya.
 Usai orasi, Anies membacakan puisi tentang Palestina yang merupakan karya 
sastrawan Taufik Ismai
 
 
 


 
 
 
 
 




 

Kirim email ke