----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'j.gedearka' [email protected] 
[nasional-list] <[email protected]>Kepada: 
"[email protected]" <[email protected]>; 
[email protected] <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; Persaudaraan 
<[email protected]>; Sahala Silalahi 
<[email protected]>Terkirim: Minggu, 17 Desember 2017 19.16.53 GMT+1Judul: 
[nasional-list] Mandi di Kolam Lumpur lapindo, Dua Warga,Sidoarjo Tenggelam
     
 


 
 

 
 
 
  
 
 
 
https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3773974/mandi-di-kolam-lumpur-
 lapindo-dua-warga-sidoarjo-tenggelam
 Follow detikcom               Minggu 17 Desember 2017, 21:57 WIB 
Mandi di Kolam Lumpur lapindo, Dua Warga 
 
 
Sidoarjo Tenggelam
 Suparno - detikNews     Share 0    Tweet     Share 0    0 Komentar     Foto: 
Suparno                    Sidoarjo - Dua pemuda asal Sidoarjo ini mengalami 
naas. Saat mandi di kolam Lumpur Lapindo yang kedalamannya 3 meter, Anam (21) 
dan Aminin (15) tenggelam, Minggu (17/12/2017) sore. 
 
 Warga Dusun Buaran RT 3 RW 8 Desa Keboguyang, Kecamatan Jabon, ini akhirnya 
ditolong warga meski nyawanya tak tertolong.
 
 Informasi yang didapat menyebutkan sebelum kejadian, Aminin mandi di kolam 
air, milik Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS), tepatnya di Desa Besuki 
Timur. Tiba-tiba Aminin meminta tolong karena tenggelam. Anam berusaha 
menolong, namun usahanya gagal. Keduanya meninggal di lokasi.
 
 Saksi mata, Sutrisno (36) warga Desa Besuki mengaku saat salah satu korban 
meminta tolong, warga ramai-ramai berusaha menolong kedua korban.
 
 "Warga sudah berusaha untuk menolong kedua korban, namun nasib berkata lain, 
mereka meninggal di lokasi," kata Sutrisno kepada wartawan di lokasi.
 
 Sementara Humas PPLS Hengky Listria Adi membenarkan dua remaja tewas karena 
tenggelam di areal penataan lahan milik PPLS.
 
 "Memang benar ada dua remaja yang tenggelam dan meninggal dunia. Kejadiannya 
sektar 15.30 WIB," kata Hengky saat dihubungi.
 
 Kapolsek Jabon, AKP Subadri menegaskan musibah yang dialami dua pemuda itu 
diterima keluarganya sebagai musibah.
 
 "Dari pihak keluarga menyadari ini musibah. Pihak keluarga menolak visum dan 
akhirnya diberi surat pernyataan," jelasnya. 
 (fat/fat)
 
 
 
 
 
      

Kirim email ke