Dubes Palestina: Di Palestina Tidak Membedakan Agama
Juli 17, 2014 <https://pgi.or.id/2014/07/> admin
<https://pgi.or.id/author/admin/> Pokok Doa
<https://pgi.or.id/category/pokokdoa/> 0
<https://pgi.or.id/dubes-palestina-di-palestina-tidak-membedakan-agama/#respond>
<https://pgi.or.id/dubes-palestina-di-palestina-tidak-membedakan-agama/#>
<https://pgi.or.id/dubes-palestina-di-palestina-tidak-membedakan-agama/#>
<https://pgi.or.id/dubes-palestina-di-palestina-tidak-membedakan-agama/#>
<https://pgi.or.id/dubes-palestina-di-palestina-tidak-membedakan-agama/#>
<?subject=Dubes%20Palestina%3A%20Di%20Palestina%20Tidak%20Membedakan%20Agama&body=https%3A%2F%2Fpgi.or.id%2Fdubes-palestina-di-palestina-tidak-membedakan-agama%2F>

*PGI – Jakarta.* Fariz Mehdawi, Duta Besar Palestina untuk Indonesia,
mengatakan: “Banyak orang yang telah salah pandang mengenai keadaan yang
terjadi di Palestina saat ini. Hal ini juga diperburuk dengan adanya pihak
yang seringkali mengurangi atau melebihkan informasi yang ada,  dan
menyampaikan informasi tersebut dengan cara pandangnya sendiri.”

Pandangan yang salah tentang Palestina ini pun banyak diterima
mentah-mentah oleh bangsa Indonesia. Ketika mengetahui banyak orang di
Indonesia yang salah mengartikan dan menyamakan konflik antara Palestina
dengan Israel, sama dengan konflik antara Islam dengan Kristen,
Mehdawi  mengemukakan bahwa itu adalah hal yang salah dan aneh.
Ia melanjutkan bahwa umat Islam dan Kristen di Palestina justru hidup rukun
dan berada  pada sisi yang sama, serta bersama memperjuangkan tanah
Palestina dari agresi Israel.

“Kalau ada kelompok orang yang mengatasnamakan Palestina dan ingin pergi ke
sana untuk mengangkat senjata, saya rasa itu sudah sangat terlambat. Kami
sudah tidak lagi berperang dan lelah dengan konflik yang ada,” demikan
penegasan Mahdawi.

Saat ini masyarakat Palestina hanya ingin lebih fokus untuk membangun
Palestina dari segi ekonomi, pendidikan, pariwisata, dan sektor lainnya.
Mari datang langsung ke Palestina untuk melihat keadaan yang sesungguhnya.”
tambah Fariz Mehdawi, yang juga mengagumi sosok Soekarno. Mehdawi pun
menambahkan, kunjungan Paus Fransiskus ke Palestina dan Israel turut
membawa angin segar bagi perdamaian di antara kedua pihak yang sudah lelah
akan konflik.

Di Palestina tidak ada perbedaan masalah agama, setiap warga Palestina
punya hak yang sama dan tidak ada dikotomi antara Islam dan Kristen. Mereka
hidup damai dalam era Alm. Yaser Arafat hingga Mahmud Abbaz. Pemimpin
Palestina sering datang dalam Misa Natal  di Betlehem, dan mereka tidak
merasa canggung. Bahkan Istri Yaser Arafat adalah seorang Nasrani Palestina
yang taat pada Yesus Kristus ujar Fariz Mehdawi.

Palestina yang jumlah penduduknya 440.000 orang dengan komposisi pemeluk
Muslim mencapai 387.200 orang (88%), Kristen 39.600 orang (9%), dan Yahudi
13.200 orang (3%). Dari data ini terlihat bahwa semua komunitas agama
samawi ada di Palestina.

*“Persoalan Palestina harus dilihat dengan hati, bahwa apa yang terjadi di
Palestina yang berupa tragedi kemanusiaan, ketidakadilan, perampasan hak
manusia  untuk merdeka telah diluluh-lantakkan Israel, dan saya yakin bahwa
apa yang terjadi di Palestina dengan segala tindakan Israel yang anarkis,
brutal, masalah Palestina  bukanlah masalah agama, Palestina adalah masalah
tragedi kemanusiaan, dan Palestinalah satu – satunya negara yang ada di
dunia ini masih dalam penjajahan dalam era dunia yang modern,” *kata Dubes
Palestina yang sangat menyukai batik ini. (*Editor: Sapta Baralaska Utama
Siagian dan Boy Tonggor Siahaan*)

Kirim email ke