----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: kh djie [email protected] [GELORA45]
<[email protected]>Terkirim: Senin, 18 Desember 2017 18.59.34
GMT+1Judul: [GELORA45] Palestina
PGI – Jakarta. Fariz Mehdawi, Duta Besar Palestina untuk Indonesia, mengatakan:
“Banyak orang yang telah salah pandang mengenai keadaan yang terjadi di
Palestina saat ini. Hal ini juga diperburuk dengan adanya pihak yang seringkali
mengurangi atau melebihkan informasi yang ada, dan menyampaikan informasi
tersebut dengan cara pandangnya sendiri.”
Pandangan yang salah tentang Palestina ini pun banyak diterima mentah-mentah
oleh bangsa Indonesia. Ketika mengetahui banyak orang di Indonesia yang salah
mengartikan dan menyamakan konflik antara Palestina dengan Israel, sama dengan
konflik antara Islam dengan Kristen, Mehdawi mengemukakan bahwa itu adalah hal
yang salah dan aneh. Ia melanjutkan bahwa umat Islam dan Kristen di Palestina
justru hidup rukun dan berada pada sisi yang sama, serta bersama
memperjuangkan tanah Palestina dari agresi Israel.
“Kalau ada kelompok orang yang mengatasnamakan Palestina dan ingin pergi ke
sana untuk mengangkat senjata, saya rasa itu sudah sangat terlambat. Kami sudah
tidak lagi berperang dan lelah dengan konflik yang ada,” demikan penegasan
Mahdawi.
Saat ini masyarakat Palestina hanya ingin lebih fokus untuk membangun Palestina
dari segi ekonomi, pendidikan, pariwisata, dan sektor lainnya. Mari datang
langsung ke Palestina untuk melihat keadaan yang sesungguhnya.” tambah Fariz
Mehdawi, yang juga mengagumi sosok Soekarno. Mehdawi pun menambahkan, kunjungan
Paus Fransiskus ke Palestina dan Israel turut membawa angin segar bagi
perdamaian di antara kedua pihak yang sudah lelah akan konflik.
Di Palestina tidak ada perbedaan masalah agama, setiap warga Palestina punya
hak yang sama dan tidak ada dikotomi antara Islam dan Kristen. Mereka hidup
damai dalam era Alm. Yaser Arafat hingga Mahmud Abbaz. Pemimpin Palestina
sering datang dalam Misa Natal di Betlehem, dan mereka tidak merasa canggung.
Bahkan Istri Yaser Arafat adalah seorang Nasrani Palestina yang taat pada Yesus
Kristus ujar Fariz Mehdawi.
Palestina yang jumlah penduduknya 440.000 orang dengan komposisi pemeluk Muslim
mencapai 387.200 orang (88%), Kristen 39.600 orang (9%), dan Yahudi 13..200
orang (3%). Dari data ini terlihat bahwa semua komunitas agama samawi ada di
Palestina.
“Persoalan Palestina harus dilihat dengan hati, bahwa apa yang terjadi di
Palestina yang berupa tragedi kemanusiaan, ketidakadilan, perampasan hak
manusia untuk merdeka telah diluluh-lantakkan Israel, dan saya yakin bahwa apa
yang terjadi di Palestina dengan segala tindakan Israel yang anarkis, brutal,
masalah Palestina bukanlah masalah agama, Palestina adalah masalah tragedi
kemanusiaan, dan Palestinalah satu – satunya negara yang ada di dunia ini masih
dalam penjajahan dalam era dunia yang modern,” kata Dubes Palestina yang sangat
menyukai batik ini. (Editor: Sapta Baralaska Utama Siagian dan Boy Tonggor
Siahaan)