Hehehehe jadi lucu ente petentang petenteng ngomong ijazah abal2 dan menghina 
orang Indonesia yang banyak membeli ijazah abal2.

Tapi tidak tahu negara ente adalah negara nomor wahid dalam menjual ijazah 
abal2 itu.

Emangnya ente pikir orang Indonesia itu belinya dari UNJ.

 

Ente tahu ndak UNJ apa?

Dan ente tahu masalahnya apa di UNJ. Ane sudah kasih penjelasan. Itu adalah 
oknum yang berulah dan sudah ditangani oleh UNJ.

Oh ya ente kasih penjelasan ndak gimana UNJ jual ijazah abal2 itu?

Hehehehe kasih referensi tapi ndak ngerti masalahnya??!!

Kalau bukan goblok ini namanya apa???

 

Sekarang nanya ttg devry dll. Kan jelas sekali ente gak ngerti sama sekali. 
Tanya sana sama paman google mu. Ketik: “unaccredited university” or 
“unaccredited higher education”, bejibun jumlahnya. Lihat list nya. Yang paling 
parah adalah semuanya adalah legal!!!!!!! Tahu ndak?!!!!! Inilah yang kalau 
orang kiri harus marah krn semua universitas/higher education institutions ini 
adalah tukang palak alias menghisap duit orang yang tidak mengerti termasuk 
orang indonesia!!!!!!

 

Jadi kesimpulannya apa? kesimpulannya bela2 ente itu terhadap legal higher 
education institutions ini mencerminkan ente adalah penghisap manusia alias 
vampire!!!! 

Sudah ngerti ente itu siapa sekarang?!!!

 

Nesare

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Sunday, December 17, 2017 1:20 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Inilah Profesor Ekonomi Pertama Asal Indonesia di 
Australia

 

  

 

Kurang paham, coba jelaskan kenapa kok "Devry, penn state world campus, argosy, 
Colorado Christian univ dll" anda katakan jualan gelar? Apakah mereka tidak 
terakreditasi atau akreditasi abal2? Apakah anda alumni-nya? Ataukah anda asal 
jeplak?





Saya coba masuk kesalah satu yg anda sebutkan itu: Colorado Christian 
University http://www.ccu.edu/ baca keterangan di wikipedia 
https://en.wikipedia.org/wiki/Colorado_Christian_University ataupun US News 
https://www.usnews.com/best-colleges/colorado-christian-university-9401

 

Ini overview US News:

Colorado Christian University is a private institution. Colorado Christian 
University's ranking in the 2018 edition of Best Colleges is Regional 
Universities West, Tier 2. Its tuition and fees are $29,360 (2016-17).

 


---In [email protected] <mailto:[email protected]> , <nesare1@... 
<mailto:nesare1@...> > wrote :

Apa maksudnya?

Mau menyamakan UNJ dengan Devry, penn state world campus, argosy, Colorado 
Christian univ. dll?

Gobloknya minta ampun!

UNJ itu kesalahan oknum dalam sekolahnya yang sudah ditanggulangi. Link nya 
saja ngomongin masalah ini dicari solusinya….kenapa ada oknum menggampangkan 
pemberian gelar dll. Ini masalah akademis dan masalah oknum yang terlibat.

Jelas beda sekali dengan: Devry, penn state world campus, argosy, Colorado 
Christian univ dll dinegara ente itu adalah sekolah jelas dan legal terang2an 
menjual diploma karena cari duit!

 

Diseluruh dunia ada yang namanya unaccredited dan illegal school termasuk 
Indonesia.

Tetapi yang paling parah adalah negara ente yang begitu gencar promosi jualan 
gelar terang2an keseluruh dunia. Ini kan tidak ditutup apalagi dikutak katik 
sama presiden ente, artinya apa? Artinya: ini dibiarkan. Kenapa? Hanya 1 
jawabannya: culas cari duit! Dasar greedy nomor wahid! Imperialist bejad!

 

Goblok dipelihara! Ada2 saja! koq gak malu2nya mau nutup2in kebobrokan sendiri 
dan memfitnah negara lain.

Jelas ane telanjangi kegoblokan dan kejahatan ente kalau menyerang negara ane!

 

Koq bisa2nya mau memfitnah presiden kami Jokowi yang jelas2 tidak membiarkan 
adanya penjualan gelar krn itu adalah illegal dinegara kami.

Beda dengan presiden ente yang terang2an membiarkan sekolah2 abal2 seperti 
Devry, penn state world campus, argosy, Colorado Christian univ dll berkembang 
mencari mangsa sampai keseluruh dunia!!!

 

Urus sana negara ente, jangan obok2 negara kami.

Jangan pakai dalih macem2 dari demokrasi, HAM, freedom of tetek bengek utk 
memecah negara kami!!!

Balkanisasi sudah diketahui orang banyak diseluruh dunia. Jangan coba2 dengan 
Indonesia!!!

 

Nesare

 

 

From: [email protected] <mailto:[email protected]>  
[mailto:[email protected]] 
Sent: Saturday, December 16, 2017 4:19 PM
To: [email protected] <mailto:[email protected]> 
Subject: RE: [GELORA45] Inilah Profesor Ekonomi Pertama Asal Indonesia di 
Australia

 

 

 

Ini universitas negeri lho!

 


TERBONGKAR , Jual Beli Gelar Pada Program Pasca Sarjana , Doktor Abal - Abal. 
<https://www.youtube.com/watch?v=0-08zJ3wdpw> 


 



---In [email protected] <mailto:[email protected]> , <nesare1@... 
<mailto:nesare1@...> > wrote :

Itu jelas bukan visi dan misi presiden kami Jokowi.

Pasti presiden ente si Trump yang membiarkan universitas2 online jualan ijazah 
haram keseluruh dunia!

 

Nesare

 

 

From: [email protected] <mailto:[email protected]>  
[mailto:[email protected]] 
Sent: Friday, December 15, 2017 1:18 PM
To: Yahoogroups <[email protected] <mailto:[email protected]> >
Subject: RE: [GELORA45] Inilah Profesor Ekonomi Pertama Asal Indonesia di 
Australia

 

 

Ha ha ha, bikin banyak jual beli gelar, jasa bikin skripsi atawa disertasi, 
atau sekedar copy & paste. Ataupun travel ke tanah suci jual tanah semata 
wayang buat bayar ongkos.

Bisnis marak, sesuai visi dan misi bapak presiden.

 

---In [email protected] <mailto:[email protected]> , 
<ilmesengero@... <mailto:ilmesengero@...> > wrote :

 

Di Polandia, guru sekolah menegah dipanggil "profesor" oleh murid. Kalau di  
Italia disebut oleh murid "doctore". Di Swedia, tidak ada panggilan profesor 
oleh mahasiswa dan  kata seperti dalam bahasa Jerman "Sie"  dan dalam Belanda 
"U", tidak dipakai dalam sehari - hari mau pun di universitas di Swedia. Jadi 
seperti dalam bahasa Inggris "you" atau nama muka saja, Jan, Emma, Olof, 
terkecuali dalam tulisan karya ilmu pengetahuan kadang kala ditaruh gelar 
akademinya atau visit card.

NKRI yang dikuasai oleh kaum neo-Mojopahit, memang harus pasang gelar karena 
warisan feodal diteruskan sekalipun dibilang negera demokrasi. Makin banyak 
gelar makin hebat. Kalau tidak punya  dibeli atau pakai gelar turis agama.

 

 



Kirim email ke