----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'Chan CT' [email protected] 
[GELORA45] <[email protected]>Kepada: GELORA_In 
<[email protected]>Terkirim: Selasa, 19 Desember 2017 05.16.12 
GMT+1Judul: Fw: [GELORA45] Fw; Mahfud: Indonesia Mulai Dirusak Pendidikan 
Radikal Eksklusif Timteng
     

  From: 'K. Prawira' [email protected] [GELORA45] Sent: Tuesday, December 19, 
2017 12:57 AM  

Jumat 15 Desember 2017, 16:35 WIB


Mahfud: Indonesia Mulai Dirusak Pendidikan Radikal Eksklusif Timteng
https://news.detik.com/berita/d-3771403/mahfud-indonesia-mulai-dirusak-pendidikan-radikal-eksklusif-timteng
 Dony Indra Ramadhan - detikNews Bandung - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi 
(MK) Mahfud MD khawatir Indonesia menjadi negara konflik layaknya di Suriah. 
Karena itu, ia mengajak masyarakat Indonesia menjaga kebinekaan.

Hal itu diungkapkan Mahfud saat diskusi kebinekaan dalam pergelaran Desember 
Light Fest 2017, yang digagas Aliansi Kebhinnekaan Jawa Barat, di gedung Graha 
Pos, Jalan Banda, Kota Bandung, Jabar, Jumat (15/12/2017).

"Mari kita jaga kebersatuan karena kalau seperti di Suriah, kita akan menyesal. 
Mumpung belum terjadi, mari kita bina," ucap Mahfud dalam diskusi bertema 
'Membukukan Wacana Kebhinnekaan' tersebut.

 Mahfud mengakui saat ini memang tengah ada godaan untuk merusak kebinekaan 
melalui paham radikal. Menurutnya, ada kelompok yang ingin mengubah bangsa 
Indonesia menjadi negara agama.

"Indonesia yang selama ini rukun dan damai mulai dirusak radikal eksklusif yang 
datang dari pendidikan Timur Tengah. Ingin membangun negara agama seakan-akan 
kita nggak beragama. Itu bahaya kalau sampai terjadi seperti Timur Tengah, 
Suriah, Afghanistan, dan Pakistan. Nggak pernah aman, setiap hari ada bom," 
tuturnya.

Karena itu, pihaknya turut mengajak warga sama-sama membina dan menjaga kebinek 
aan tersebut. Jadi gangguan apa pun yang dapat merusak bisa ditangani bangsa 
Indonesia.

Acara Desember Light Fest sendiri merupakan acara yang digagas sejumlah 
komunitas di Jabar. Dengan mengangkat tema kebinekaan, penyelenggara berharap 
terjaminnya suatu komitmen yang solid antar-komunitas dan tokoh nasional.

"Kita ini di Indonesia punya banyak sekali keragaman kebinekaan, itu kepunyaan 
kita, tapi sering kali wacana kebinekaan itu biasanya disampaikan dalam bentuk 
filosofis, kelas seminar. Nah yang kita buat sekarang ini bagaimana urusan 
kebinekaan renyah dikunyah oleh berbagai kalangan karena yang mengalami wacana 
kebinekaan," kata ketua pelaksana Agus Leonardo. 
(asp/asp)      

Kirim email ke