----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'Chan CT' [email protected] [GELORA45] <[email protected]>Kepada: "[email protected]" <[email protected]>; j.gedearka <[email protected]>Terkirim: Rabu, 20 Desember 2017 00.51.12 GMT+1Judul: Re: [GELORA45] Muladi Ingatkan Setya Novanto untuk Tak Lagi Pura-pura Sakit
Inilah satu PELAJARAN BERHARGA dari perjalanan pengalaman pahit PARPOL-PARPOL dinegeri ini dalam melihat setiap pengurus/pemimpin yang “BISA MENGUCURKAN” dana kebutuhan parpol, harus ada kejelasan darimana dana itu dikucurkan, ...! Harus pandai-pandai dan dengan jeli melihat/menilai watak/karakter seseorang terutama yang dipilih untuk menjadi PEMIMPIN, jangan sampai kecolongan dan memilih pemimpinj macam Setya Novanto itu! Bukan saja parpol dipermalukan, tapi yang celaka RAKYAT BANYAK sangat dirugikan! Tapi, ... mestinya sekalipun Setnov berpura-pura SAKIT dan bungkam seribu bahasa, pengadilan TETAP berkemampuan dan bisa membuktikan KESALAHAN, KECURANGAN yang telah dilakukan Setnov itu dan boleh saja menjatuhkan HUKUMAN lebih berat dengan sikap tidak koperatif yg dilakukan itu, ... Mudah2an saja pengadilan kali ini BERHASIL! Salam,ChanCT From: 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] Sent: Wednesday, December 20, 2017 3:46 AM http://nasional.kompas.com/read/2017/12/19/23295271/muladi-ingatkan-setya-novanto-untuk-tak-lagi-pura-pura-sakit Muladi Ingatkan Setya Novanto untuk Tak Lagi Pura-pura Sakit Moh. NadlirKompas.com - 19/12/2017, 23:29 WIB Perumus Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) Muladi, ketika ditemui di hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (19/12/2017). (KOMPAS.com/ MOH NADLIR) JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi senior Partai Golkar Muladi mengatakan, terdakwa kasus dugaan korupsi proyek e-KTP Setya Novanto harus berani menghadapi proses peradilan kasusnya. Dalam menghadapi proses hukumnya, Novanto diingatkan Muladi untuk tak berpura-pura sakit. "Fokus hadapi peradilan. Jangan pura-pura sakit dan sebagainya. Hadapi saja secara gentleman. Kalau nanti mempersulit, pidananya berat," kata Muladi ketika ditemui di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (19/12/2017). Sebagai seseorang yang pernah duduk sebagai Ketua Mahkamah Partai Golkar, ia malu dengan apa yang dilakukan Novanto. Baca juga: PPATK Sebut Istri dan Anak Setya Novanto Bisa Saja Kena Pencucian Uang Pada sidang perdana kasusnya, Novanto sempat mengeluh sakit sehingga pembacaan dakwaan tertunda. "Rasanya sedih, punya mantan pimpinan partai seperti itu, apalagi jabatan mantan pimpinan ketua DPR kan tinggi sekali, jangan seperti itu," ujar Muladi. Ia berharap, Novanto lebih berjiwa ksatria menghadapi kasusnya. "Kita mengharapkan tokoh yang pernah jadi Ketua DPR, pernah jadi ketua partai yang besar, gentleman. Kalau salah ya salah, jangan ada kesan pura-pura sakit dan sebagainya," kata dia. Publik akan menilai Golkar dari sosok yang diusung di Pilkada maupun di jabatan publik lainnya.(Kompas TV)
