https://www.antaranews.com/berita/673535/mantan-diktator-alberto-fujimori-
meminta-maaf-kepada-rakyat-peru
Mantan diktator Alberto Fujimori
meminta maaf kepada rakyat
Peru
Rabu, 27 Desember 2017 02:42 WIB
Warga membawa foto korban konflik gerilya pada tahun 80-an dan 90-an
setelah Presiden Peru Pedro Pablo Kuczynski mengampuni mantan presiden
Alberto Fujimori di Lima, Peru, Senin (25/12/2017). (REUTERS/Mariana Bazo)
Lima (ANTARA News) - Mantan pemimpin Peru yang dikenal sebagai diktator,
Alberto Fujimori, pada Selasa memohon ampunan kepada rakyat Peru "dari
hati saya yang paling dalam" atas berbagai kekurangan semasa
pemerintahannya.
Ia juga menyatakan terima kasih kepada Presiden Pedro Pablo Kuczynski
yang memberikan grasi dalam kesempatan Natal.
Dalam video yang diunggah di Facebook, Fujimori (79 tahun), berjanji
bahwa, sebagai orang bebas, ia akan mendukung imbauan Kuczynski untuk
mewujudkan rekonsiliasi. Fujimori menyiratkan bahwa ia tidak akan
kembali ke ranah politik.
"Saya sadar bahwa hasil pemerintahan saya diterima dengan baik oleh
sebagian pihak, tapi saya juga menyadari bahwa saya telah mengecewakan
sebagian rakyat lainnya," kata Fujimori, yang sedang sakit. Ia
menyampaikan pernyataan itu sambil membacakan catatannya dari tempat
tidurnya di rumah sakit.
"Dan kepada mereka (yang kecewa), saya memohon maaf dari hati saya yang
terdalam."
Pernyataan itu merupakan permohonan maaf yang pertama kalinya
disampaikan Fujimori kepada bangsa Peru yang ia pimpin dengan tangan
besi dari 1990 hingga 2000.
Fujimori mengeluarkan pernyataan dua hari setelah kerusuhan muncul saat
para pengunjuk rasa menentang pengampunan baginya itu. Para penentang
menganggap ampunan yang diberikan kepada Fujimori sebagai penghinaan
bagi para korban serta mencurigai pemberian grasi itu sebagai bagian
dari kesepakatan politik untuk membantu Kuczynski aman dari skandal.
Dengan grasi yang diberikan Presiden Kuczynski, Fujimori dibebaskan dari
hukuman atas korupsi dan pelanggaran hak asasi manusia pada masa
kepemimpinannya.
Pada Senin malam, Kuczynski (79 tahun), yang merupakan mantan bankir
Wall Street, meminta rakyat Peru yang menentang grasi itu untuk "membuka
halaman baru". Ia juga membela keputusannya, yang ia yakini sebagai
pengampunan yang dibenarkan untuk diberikan kepada sosok yang dalam
keadaan sakit serta karena pemerintahan Fujimori dianggap telah membantu
negara itu membuat kemajuan.
"Saya tidak dapat menggambarkan rasa syukur saya yang mendalam atas
langkah sulit yang telah diambil presiden, yang membuat saya menetapkan
dalam kehidupan saya sekarang untuk memutuskan mendukung imbauannya bagi
upaya mewujudkan rekonsiliasi," kata Fujimori.
(Uu.T008)
Pewarta: Antara
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2017