----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Jonathan Goeij 
[email protected] [GELORA45] <[email protected]>Kepada: 
Yahoogroups <[email protected]>Terkirim: Rabu, 27 Desember 2017 00.09.47 
GMT+1Judul: [GELORA45] Kim Jong Un Undang Investor Asing Bangun Wisata Mewah di 
Korea Utara
     

Apakah group Trump Organization LLC yang jadi investor?https://www.trump.com/


---Kim mengundang investor untuk membantu membangun pusat perbelanjaan senilai 
7,3 juta dolar AS atau Rp 98,9 miliar, pengembangan pusat kota senilai 197 juta 
dolar AS atau Rp 2,6 triliun, dan lapangan golf senilai 123 juta atau Rp 1,6 
triliun (termasuk biaya sewa tanah senilai 62,5 juta atau Rp 847,2 miliar).

http://internasional.kompas.com/read/2017/12/26/18050051/kim-jong-un-undang-investor-asing-bangun-wisata-mewah-di-korea-utara

Kim Jong Un Undang Investor Asing Bangun Wisata Mewah di Korea Utara
VERONIKA YASINTAKompas.com - 26/12/2017, 18:05 WIB


Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi Pertanian No. 1116 KPA Unit 810 
dalam foto yang disiarkan hari Jumat (29/9) oleh Pusat Agensi Berita Korea 
Utara (KCNA) di Pyongyang.(ANTARA FOTO/KCNA/via REUTERS)

PYONGYANG, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Unberencana untuk 
mengubah kota tepi laut menjadi kawasan wisatabernilai jutaan dolar.

Wonsan, sebuah kawasan pesisir yang bakal mengabulkan impiannya. Kim ingin 
mengganti bangunan di kota itu menjadi hotel bintang lima pencakar langit dan 
pusat perbelanjaan elit.

Dilansir dari Daily Mail, Senin (25/12/2017), Kim mengirim pejabatnya ke 
kawasan resor di Benidorm dan Marina d'Or di Spanyol untuk mempelajari 
pengembangan wisata di kawasan itu.

Kim bertekad membangun kembali kota berpenduduk 360.000 jiwa ini dengan 
mengubahnya menjadi kawasan resor mewah. Uniknya, di area itu pula, dia telah 
meluncurkan hampir 40 rudalnya.

Baca juga : Korea Utara Bersiap Luncurkan Satelit Kwangmyongsong-5

"Mungkin terdengar gila bagi orang luar tentang menembakkan rudal dari tempat 
yang ingin dikembangkannya secara ekonomi, tapi begitulah Kim Jong Un mengelola 
negaranya," ujar Lim Eul Chul, pakar ekonomi Korea Utara Universitas Kyungnam, 
Korea Selatan.

Kombinasi antara pariwisata dan senjata nuklir menjadi lambang strategi Kim 
untuk bertahan.

Rencana pembangunan Wonsan mulai terdengar pertama kali pada 2014. Ada sekitar 
160 halaman di 30 brosur yang dibuat oleh perusahaan Pengembangan Zona Wonsan 
muncul di Korea, China, Rusia, dan Inggris pada 2015 dan 2016.


Kim Jong Un berencana untuk menghancurkan sebagian besar pusat kota Wonsan dan 
menggantinya dengan hotel, tempat wisata dan gedung bertingkat tinggi sebagai 
bagian dari kota impian yang elit. (Daily Mail)
Menurut salah satu brosur, pengembangan Wonsan mencakup sekitar 140 peninggalan 
sejarah, 10 pantai pasir, 680 tempat wisata, empat mata air mineral, dan 
beberapa resor pemandian.


Selain itu, danau alami dan lebih dari 3,3 juta ton lumpur untuk terapi juga 
akan tersedia di kawasan itu.

Brosur itu juga menawarkan potensi investasi bagi penanam modal asing dengan 
nilai 1,5 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 20,3 triliun di Zona 
Khusus Turis Wonsan, dengan luas lahan lebih dari 240 km persegi.

Di kawasan itu, Kim diklaim telah membangun sebuah resor ski dan bandara baru.

Baca juga : Korut Tebar Ancaman, Apa Dampaknya bagi Turis Asing?

Kim mengundang investor untuk membantu membangun pusat perbelanjaan senilai 7,3 
juta dolar AS atau Rp 98,9 miliar, pengembangan pusat kota senilai 197 juta 
dolar AS atau Rp 2,6 triliun, dan lapangan golf senilai 123 juta atau Rp 1,6 
triliun (termasuk biaya sewa tanah senilai 62,5 juta atau Rp 847,2 miliar).

Sejauh ini, belum ada mitra asing yang menyatakan diri mendukung proyek di 
Wonsan. Bandara baru yang selesai dibangun pada 2015 juga belum dibuka untuk 
penerbangan internasional.

Korea Utara menargetkan kedatangan satu juta turis setiap tahunnya dalam waktu 
dekat.

Namun, tidak ada data statistik yang valid menghitung kunjungan wisatawan asing 
ke Korea Utara.

Baca juga : Mewahnya Stasiun Kereta Bawah Tanah di Korea Utara

Di sisi lain, pemerintah China menyatakan lebih dari 237.000 warganya 
berkunjung ke negeri itu pada 2012. Penghitungan statistik tersebut berhenti 
pada 2013.

Sebelumnya, perusahaan travel berbasis di China, Koryo Group menyatakan, sejak 
2013, sekitar 4.000 turis dari negara Barat per tahun telah berkunjung ke Korea 
Utara.

Sementara, turis asal China yang paling banyak berwisata ke Korea Utara 
dilaporkan mengalami penurunan pada tahun ini.

Sekitar seperlima dari turis Barat yang berpetualang ke Korea Utara berasal 
dari AS. Selain iti, turis asal Inggris, Jerman, Australia, dan Kanada menjadi 
klien utama perusahaan travel Koryo.

    

Kirim email ke