https://nasional.tempo.co/read/1045583/maksud-jenderal-mulyono-soal-berpolitik-menambah-dosa
Maksud Jenderal Mulyono Soal Berpolitik
Menambah Dosa
Reporter:
Chitra Paramaesti
Editor:
Juli Hantoro
Rabu, 27 Desember 2017 20:17 WIB
0 komentar
<https://nasional.tempo.co/read/1045583/maksud-jenderal-mulyono-soal-berpolitik-menambah-dosa#comments>
00001
#
#
#
#
Maksud Jenderal Mulyono Soal Berpolitik Menambah Dosa
<https://nasional.tempo.co/read/1045583/maksud-jenderal-mulyono-soal-berpolitik-menambah-dosa>
Direktur Utama Pindad Abraham Mose bersama KSAD TNI Jenderal Mulyono dan
WakaPolri Syafruddin memegang senjata-senjata buatan Pindad di Energy
Bulding, Jakarta, 27 Desember 2017. TEMPO/Chitra Paramaesti
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Kepala Dinas Penerangan Tentara Nasional
Indonesia Angkatan Darat Brigadir Jenderal Alfret Denny Tuejeh
menjelaskan maksud perkataan Kepala Staf TNI AD Jenderal Mulyono
<https://nasional.tempo.co/read/1045542/ksad-restui-edy-rahmayadi-ikut-pilgub-sumut-2018>
saat memberikan sambutan dalam acara Pindad di Energy Bulding pada,
Rabu, 27 Desember 2017.
“Maksudnya berpolitik tidak benar adalah berdosa ditujukan kepada
prajurit TNI AD yang terjun ke politik sebelum resmi mengundurkan diri
atau pensiun,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu.
Denny menuturkan Jenderal Mulyono sering menuturkan hal tersebut dalam
agenda internal TNI AD kepada prajuritnya. Sebab, kata dia, hal tersebut
mengingkari sumpah prajurit dan melanggar Undang-Undang TNI. “Terutama
menyangkut profesionalisme, yang di dalamnya terdapat larangan
berpolitik praktis,” tuturnya.
*Baca juga: KSAD Jenderal TNI Mulyono: Ngapain Berpolitik, Nambah Dosa
Saja
<https://nasional.tempo.co/read/1045559/ksad-jenderal-tni-mulyono-ngapain-berpolitik-nambah-dosa-saja>*
**
**
**Karena itu, Denny melanjutkan, Jenderal Mulyono mengatakan berpolitik
itu dosa bagi para prajurit TNI apabila tidak dilakukan sesuai dengan
peraturan. “Mohon dimaklumi agar tidak terjadi salah tafsir,” ucapnya.
Sebelumnya, dalam sambutannya di acara apresiasi Pindad kepada TNI dan
Polri, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono mengatakan berpolitik
akan menambah dosa. "/Ngapain/ berpolitik? /Nambah/ dosa saja," ujarnya,
yang kemudian disambut gelak tawa oleh para peserta acara.
Mulyono kemudian menjelaskan maksud ucapannya tersebut. Menurutnya,
berpolitik dengan cara yang tidak benar dan melanggar aturan akan
menambah dosa. "Kalau tidak sesuai dengan prosedur mah /nambah/ dosa,
tapi kalau sesuai mah enggak," ucapnya.
*Baca juga: Kasad Apresiasi Kontingen TNI AD Juara Menembak di Australia
<https://nasional.tempo.co/read/879937/kasad-apresiasi-kontingen-tni-ad-juara-menembak-di-australia>*
**Sambutan Mulyono
<https://nasional.tempo.co/read/1045542/ksad-restui-edy-rahmayadi-ikut-pilgub-sumut-2018>
terkait dengan acara apresiasi yang diselenggarakan Pindad atas prestasi
kontingen penembak TNI AD, yang berhasil menjuarai Australian Army Skill
at Arms Meeting dan ASEAN Armies Riffle Meet. "Selama tiga tahun ini,
saya tersanjung. Terima kasih telah mengharumkan TNI AD, bangsa, dan
negara," katanya.
*Infografis: Para Panglima TNI Era Reformasi Sebelum Hadi Tjahjanto
<https://goo.gl/gRF7TJ>*
------------------------------------------------------------------------
# Mulyono <https://www.tempo.co/tag/mulyono>
# TNI AD <https://www.tempo.co/tag/tni-ad>