http://internasional.kompas.com/read/2017/12/27/23030421/rusia-tuduh-as-latih-bekas-pejuang-isis-di-suriah


 Rusia Tuduh AS Latih Bekas Pejuang ISIS di


 Suriah

Agni Vidya Perdana
Kompas.com - 27/12/2017, 23:03 WIB
Kepala Jenderal Rusia Valery Gerasimov (kanan) mendampingi Presiden Vladimir Putin menyaksikan latihan militer dengan Belarusia di Leningrad pada 18 September 2017. Kepala Jenderal Rusia Valery Gerasimov (kanan) mendampingi Presiden Vladimir Putin menyaksikan latihan militer dengan Belarusia di Leningrad pada 18 September 2017.(Mikhail Klimentyev / SPUTNIK / AFP)

*MOSKWA, KOMPAS.com -* Rusia <http://indeks.kompas.com/tag/Rusia> menuduh Amerika Serikat tengah melatih para bekas pejuang ISIS <http://indeks.kompas.com/tag/ISIS> di Suriah <http://indeks.kompas.com/tag/Suriah>.

Tuduhan itu berdasarkan hasil pantauan satelit dan pesawat nirawak milik Moskwa yang melintas di atas markas militer AS <http://indeks.kompas.com/tag/AS> di Suriah.

Kepala Jenderal Rusia Valery Gerasimov, dalam wawancara dengan surat kabar lokal, mengatakan tuduhan bahwa AS merencanakan gerakan untuk mengacaukan stabilitas di Suriah.

Menurut Gerasimov, sejumlah mantan pejuang ISIS terlihat berada di markas militer AS di Tanf, yang berada di perbatasan Suriah dengan Irak.

*Baca juga:* Rusia Siap Jadi Mediator antara AS dengan Korea Utara <http://internasional.kompas.com/read/2017/12/26/22381991/rusia-siap-jadi-mediator-antara-as-dengan-korea-utara>

Pangkalan militer tersebut oleh Rusia dianggap ilegal dan menjadi tempat bagi gerilyawan bertindak tanpa halangan.

"Mereka (bekas pejuang ISIS) benar-benar sedang dilatih di sana," kata Gerasimov dilansir /New York Post/, Rabu (27/12/2017).

Jenderal Rusia itu mengatakan, sejumlah pejuang ISIS yang pernah terlihat di Shadadi, terdeteksi berada di markas militer AS.

Kepada harian Komsomolskaya Pravda, Gerasimov mengatakan, AS melatih bekas ISIS yang sekarang menyebut diri mereka sebagai Tentara Suriah Baru atau bisa juga menggunakan nama lain.

"Mereka praktis adalah anggota ISIS. Namun sesuai dengan siapa mereka bekerja, mereka akan berganti tempat dan menggunakan nama lain. Tugas mereka adalah untuk mengacaukan situasi," tambah dia.

*Baca juga:* Rusia akan Perluas Markas Militer Permanen di Suriah <http://internasional.kompas.com/read/2017/12/26/21130271/rusia-akan-perluas-markas-militer-permanen-di-suriah>







Kirim email ke