----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'Chan CT' [email protected] 
[GELORA45] <[email protected]>Kepada: GELORA_In 
<[email protected]>Terkirim: Kamis, 28 Desember 2017 01.52.07 
GMT+1Judul: Fw: [GELORA45] Rusia Tuduh AS Latih Bekas Pejuang ISIS di,Suriah
     

  From: 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] Sent: Thursday, December 
28, 2017 1:12 AM   


 

http://internasional.kompas.com/read/2017/12/27/23030421/rusia-tuduh-as-latih-bekas-pejuang-isis-di-suriah


Rusia Tuduh AS Latih Bekas Pejuang ISIS 

di Suriah
Agni Vidya PerdanaKompas.com - 27/12/2017, 23:03 WIB   Kepala Jenderal Rusia 
Valery Gerasimov (kanan) mendampingi Presiden Vladimir Putin menyaksikan 
latihan militer dengan Belarusia di Leningrad pada 18 September 2017.(Mikhail 
Klimentyev / SPUTNIK / AFP)
MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia menuduh Amerika Serikat tengah melatih para bekas 
pejuang ISIS di Suriah.

Tuduhan itu berdasarkan hasil pantauan satelit dan pesawat nirawak milik Moskwa 
yang melintas di atas markas militer AS di Suriah.

Kepala Jenderal Rusia Valery Gerasimov, dalam wawancara dengan surat kabar 
lokal, mengatakan tuduhan bahwa AS merencanakan gerakan untuk mengacaukan 
stabilitas di Suriah.

Menurut Gerasimov, sejumlah mantan pejuang ISIS terlihat berada di markas 
militer AS di Tanf, yang berada di perbatasan Suriah dengan Irak.

Baca juga: Rusia Siap Jadi Mediator antara AS dengan Korea Utara 

Pangkalan militer tersebut oleh Rusia dianggap ilegal dan menjadi tempat bagi 
gerilyawan bertindak tanpa halangan.

"Mereka (bekas pejuang ISIS) benar-benar sedang dilatih di sana," kata 
Gerasimov dilansir New York Post, Rabu (27/12/2017).

Jenderal Rusia itu mengatakan, sejumlah pejuang ISIS yang pernah terlihat di 
Shadadi, terdeteksi berada di markas militer AS.

Kepada harian Komsomolskaya Pravda, Gerasimov mengatakan, AS melatih bekas ISIS 
yang sekarang menyebut diri mereka sebagai Tentara Suriah Baru atau bisa juga 
menggunakan nama lain.

"Mereka praktis adalah anggota ISIS. Namun sesuai dengan siapa mereka bekerja, 
mereka akan berganti tempat dan menggunakan nama lain. Tugas mereka adalah 
untuk mengacaukan situasi," tambah dia.

Baca juga: Rusia akan Perluas Markas Militer Permanen di Suriah

 

 

 

 

 

 
    

Kirim email ke