----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Jonathan Goeij
[email protected] [GELORA45] <[email protected]>Kepada:
Yahoogroups <[email protected]>Terkirim: Rabu, 27 Desember 2017 16.49.48
GMT+1Judul: [GELORA45] Sepenggal Kisah Tembok Ratapan Yerusalem
Orang Yahudi menganggap dinding tersebut sebagai bagian dari sebuah kuil Yahudi
yang disebut juga Bait Suci Kedua yang telah berdiri selama ratusan tahun.
....Setelah kuil itu hancur, banyak orang Yahudi mulai pergi ke dinding yang
tersisa untuk meratapi kehancuran kuil dan untuk berdoa. Sehingga, nama Tembok
Ratapan terus menggema di kalangan kaum Yahudi dan para pengunjung dari
berbagai penjuru dunia.
....
Orang Islam merujuk tembok tersebut sebagai Tembok Al-Buraq, diambil dari nama
kuda bersayap yang ditunggangi Nabi Muhammad dalam peristiwa Isra’ Mi’raj.
Kepercayaan Islam menyatakan bahwa Al-Buraq diikat ke dinding sementara Nabi
naik ke surga untuk bertemu dengan Tuhan.
....
Sepenggal Kisah Tembok Ratapan Yerusalem
|
|
|
| | |
|
|
|
| |
Netralnews.com - Sepenggal Kisah Tembok Ratapan Yerusalem
Netralnews.Com
Tembok ini dianggap situs sakral oleh orang Yahudi, dan ribuan orang berziarah
di sana setiap tahun.
|
|
|
Rabu, 27 Desember 2017 | 09:22 WIB
eramuslimTembok Ratapan
YERUSALEM, NNC - Berbicara tentang Yerusalem, akan selalu bersentuhan dengan
Tembok Ratapan. Tembok Ratapan ini terletak di sebelah barat Yerusalem,
sehingga disebut juga Tembok Barat.
Tembok Ratapan atau juga disebut Tembok Barat tidak lain adalah sisa dari
bangunan besar Bait Suci Kedua yang dibangun Herodes.
Bait Suci sendiri ialah tempat peribadatan paling sentral dan sakral dari
puncak spiritualitas keyakinan Yahudi dan persatuan bangsanya.
Sejarah pembangunan Bait Suci tidak bisa dilepaskan dari konteks Kerajaan
Israel kuno dan keyakinan akan keberadaan Tabut Perjanjian yang dibawa oleh
Musa, sosok sentral dalam agama Yahudi.
Tembok Ratapan atau Tembok Barat di Yerusalem, diyakini oleh banyak orang
sebagai sisa-sisa dari salah satu dinding sebuah kuil Yahudi besar atau dinding
yang mengelilingi halaman kuil.
Tembok Ratapan merupakan dinding batu yang menjulang sekitar 18,9 m dari atas
tanah.
Tembok ini dianggap situs sakral oleh orang Yahudi, dan ribuan orang berziarah
di sana setiap tahun.
Tembok Ratapan merupakan sumber sengketa antara orang Yahudi dan Muslim.
Orang Islam menganggap tembok ini menjadi bagian dari masjid kuno dan tempat
Nabi Muhammad mengikat kuda bersayapnya (Buraq) selama perjalanan Isra Mi’raj.
Jadi di Tembok Ratapan ini menjadi salah satu tempat yang sangat dihormati oleh
kaum atau umat Muslim.
Tembok Kuil
Orang Yahudi menganggap dinding tersebut sebagai bagian dari sebuah kuil Yahudi
yang disebut juga Bait Suci Kedua yang telah berdiri selama ratusan tahun.
Raja Herodes memerintahkan renovasi dan perluasan kuil sekitar tahun 19 SM, dan
pekerjaan itu tidak selesai sampai sekitar 50 tahun kemudian.
Kuil ini lantas dihancurkan oleh Roma sekitar tahun 70 M, hanya beberapa tahun
setelah selesai. Tembok Ratapan secara luas diyakini sebagai satu-satunya
bagian yang masih berdiri.
Setelah kuil itu hancur, banyak orang Yahudi mulai pergi ke dinding yang
tersisa untuk meratapi kehancuran kuil dan untuk berdoa.. Sehingga, nama Tembok
Ratapan terus menggema di kalangan kaum Yahudi dan para pengunjung dari
berbagai penjuru dunia..
Tembok Ratapan merupakan nama yang diberikan oleh orang non-Yahudi ketika
melihat orang-orang Yahudi meratap di tembok itu.
Orang Yahudi sebenarnya menamai tembok tersebut sebagai Tembok Barat, atau
Kotel HaMaaravi dalam bahasa Ibrani. Karena seperti dikatakan di atas, yakni
letaknya di sebelah Barat.
Tembok Al-Buraq
Banyak Muslim percaya bahwa dinding tersebut tidak ada hubungannya dengan
Yudaisme kuno.
Orang Islam merujuk tembok tersebut sebagai Tembok Al-Buraq, diambil dari nama
kuda bersayap yang ditunggangi Nabi Muhammad dalam peristiwa Isra’ Mi’raj.
Kepercayaan Islam menyatakan bahwa Al-Buraq diikat ke dinding sementara Nabi
naik ke surga untuk bertemu dengan Tuhan.
Banyak Muslim juga percaya bahwa tembok tersebut merupakan bagian dari Masjid
Al-Aqsa kuno, dan bahwa orang Yahudi baru mulai berdoa di tembok tersebut
sampai setidaknya abad ke-16.
Penguasa Tembok
Selama lebih dari 3.500 tahun, Yerusalem berulang kali dikuasai oleh berbagai
penakluk yang berbeda. Penguasaan Tembok Ratapan terus menjadi titik pertikaian
hingga abad ke-20 dan awal abad ke-21.
Pemimpin Arab mengontrol wilayah Tembok Ratapan selama bagian pertama abad
ke-20. Namun dengan berdirinya Israel, Yahudi menguasai tembok tersebut pada
tahun 1967.
Meskipun tetap terjadi permusuhan antara Yahudi dan Muslim, Tembok Ratapan
telah menjadi situs rekonsiliasi antara Yahudi dan Katolik.
Pada tahun 2000, Paus Yohanes Paulus II menjadi Paus pertama yang berdoa di
Tembok Ratapan. Paus juga meminta maaf akibat penganiayaan Katolik terhadap
Yahudi selama berabad-abad.
Berdoa di Tembok Ratapan
Umat Yahudi dari semua negara, dan juga wisatawan dari berbagai latar belakang
agama lazim berdoa di Tembok Ratapan karena diyakini memiliki “telinga Tuhan.”
Orang yang tidak dapat berdoa langsung di tembok dapat mengirimkan doa atau
menggunakan Kaddish, sebuah doa khusus untuk orang Yahudi.
Doa yang dikirim tersebut ditulis dalam sebuah kertas dan diselipkan di
celah-celah dinding yang disebut sebagai kvitelach.
Tembok Ratapan dapat dikunjungi setiap saat sepanjang hari. Pengunjung biasanya
digeledah secara menyeluruh untuk tujuan keamanan.
Perempuan dari agama apapun, untuk menghormati hukum Yahudi, harus mengenakan
pakaian yang sopan.
Ada pintu masuk terpisah untuk pria dan wanita, meskipun mereka dapat berkumpul
kembali di dalam tembok.
Sumber: Dicuplik, lalu disarikan dan dielaborasi dari Amazine