Akhir-akhir ini dunia medsos terasa damai, ujaran kebencian bekurang banyak, 
ucapan-ucapan tong sampah mereka-mereka yang berotak udang tidak lagi muncul. 
Kirain para otak udang itu betul-betul melakukan boikot, eh ternyata kena 
boikot duluan.
---Facebook dan pengelola media sosial global mulai serius menunjukkan upayanya 
untuk memberangus pelecehan dan ujaran kebencian di platform media sosialnya. 
Facebook, Google, dan beberapa raksasa internet Amerika Serikat (AS) lainnya 
terus meningkatkan upaya untuk mengawasi ujaran kebencian di dunia maya.
....Facebook Perbarui Fitur Anti-Pelecehan

| 
| 
|  | 
Facebook Perbarui Fitur Anti-Pelecehan | Investor Daily

Facebook, layanan media sosial besutan Mark Zuckerberg asal Amerika Serikat, 
mengumumkan fitur baru yang disiapk...
 |

 |

 |




Rabu, 27 Desember 2017 | 23:19

Pencipta sekaligus CEO Facebook Mark Zuckerberg. Foto ilustrasi:JUSTIN 
SULLIVAN/GETTY IMAGES/AFP


JAKARTA – Facebook, layanan media sosial besutan Mark Zuckerberg asal Amerika 
Serikat, mengumumkan fitur baru yang disiapkan untuk mencegah pelecehan, di 
antaranya perundungan (bullying) di platform media sosialnya. Hal itu dilakukan 
setelah mendapatkan saran dan masukan dari para individu maupun organisasi 
pengguna Facebook.

 

Kepala Keamanan Global Facebook, Antigone Davis mengatakan, pihaknya telah 
melarang perundungan dan pelecehan di Facebook. Orang atau organisasi pun kini 
bisa memberitahu dan melaporkannya ketika melihat sesuatu yang mengkhawatirkan, 
atau mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan tersebut.

 

“Kami meninjau laporan dan mengambil tindakan atas pelecehan yang terjadi, 
seper ti menghapus konten, menonaktifkan akun, dan membatasi fitur tertentu, 
seperti fitur komen bagi orang yang telah melanggar standar komunitas kami,” 
ucap Davis, dalam keterangannya, baru-baru ini.

 

Dengan fitur baru, kini, pengguna juga bisa mengatur apa saja yang mereka 
bagikan dan kepada siapa mereka menjalin komunikasi. Fitur-fitur baru yang 
disediakan adalah mencegah kontak yang tidak diinginkan dan mengabaikan pesan.

 

Pertama, terkait fitur mencegah kontak yang tidak diinginkan, kini, pengguna 
Facebook pun dapat memblokir akun seseorang. Namun, masih ada kemungkinan 
bertemu jika orang tersebut menggunakan akun yang berbeda.

 

Karena itu, Facebook mengembangkan perangkat yang membantu pengguna untuk 
mengidentifikasi akun palsu lebih cepat. Facebook menggunakan sinyal, misalnya 
alamat internet (internet protocol/IP), untuk mengenali sebuah akun dan 
mencegah akun tersebut mengirim pesan, atau permintaan pertemanan kepada 
pengguna yang telah memblokir akun asli.

 

Kedua, terkait dengan fitur mengabaikan pesan, pengguna Facebook bisa 
mengabaikan pesan dari akun yang tidak diinginkan dengan mengklik fitur 
mengabaikan pesan. Jika ini dilakukan, secara otomatis, notifikasi pesan akan 
mati dan percakapan akan pindah dari kotak masuk ke folder Filtered Messages.

 

“Fitur ini tersedia untuk percakapan perorangan dan akan diaplikasikan juga ke 
percakapan dalam grup,” ungkap Davis. (lm)

 



Baca selanjutnya di 
http://id.beritasatu.com/home/berangus-ujaran-kebencian/169937


---
FACEBOOK PERBARUI FITUR ANTI-PELECEHAN (2-habis)

Berangus Ujaran Kebencian


| 
| 
|  | 
Berangus Ujaran Kebencian | Investor Daily

Facebook dan pengelola media sosial global mulai serius menunjukkan upayanya 
untuk memberangus pelecehan dan uja...
 |

 |

 |




Rabu, 27 Desember 2017 | 23:15



Facebook. 


Facebook dan pengelola media sosial global mulai serius menunjukkan upayanya 
untuk memberangus pelecehan dan ujaran kebencian di platform media sosialnya. 
Facebook, Google, dan beberapa raksasa internet Amerika Serikat (AS) lainnya 
terus meningkatkan upaya untuk mengawasi ujaran kebencian di dunia maya.

 

Bahkan, Uni Eropa juga menyatakan ikut dalam upaya tersebut. UE bergabung 
dengan sejumlah perusahaan lain sekitar satu tahun lalu untuk menumpas 
ekstremisme online, merespons kekhawatiran di Eropa soal penggunaan media 
sosial sebagai alat perekrutan, terutama oleh ISIS.

 

“Perusahaan-perusahaan sekarang menghapuskan ujaran kebencian ilegal dua kali 
lebih banyak dan lebih cepat dibandingkan dengan enam bulan lalu.. Itu 
menunjukkan bahwa pendekatan pengaturan sendiri bisa berhasil,” kata Vera 
Jourova, komisaris UE untuk Kehakiman.

 

Menurut dia, Facebook menjadi satu-satunya dari keempat raksasa – dua lainnya 
adalah Microsoft dan YouTube – yang meninjau dan bertindak paling banyak 
terhadap notifikasi ujaran kebencian dalam waktu 24 jam.

 



Facebok, Twitter, Microsoft, dan YouTube milik Google telah mengumumkan sebuah 
kode etik pada Mei tahun lalu. Mereka berjanji akan mengapuskan ujaran 
kebencian online dalam waktu 24 jam setelah dilaporkan. (lm)

Kirim email ke