Yaaa, ... jelas harus beda dong! DKI Jakarta kan kalau dinas keluar negeri itu 
harus menunjukkan KEMEGAHAN/KEMEWAHAN Indonesia! Nama Indonesia boleh 
biasa-biasa saja, Jakarta sebagai Ibu-kota harus lebih megah! Makin nampak 
JELAS pemikiran Gubernur Anies yg lebih mudah hambur2kan duit RAKYAT, ... BUKAN 
UTAMAKAN KERJA pengabdian pada RAKYAT, ...! 


From: 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] 
Sent: Wednesday, December 27, 2017 11:30 PM
  



http://megapolitan.kompas.com/read/2017/12/27/20175611/sri-mulyani-singgung-biaya-perjalanan-dinas-dki-yang-3-kali-lipat-standar


Sri Mulyani Singgung Biaya Perjalanan Dinas 

DKI yang 3 Kali Lipat Standar Nasional
Sherly Puspita
Kompas.com - 27/12/2017, 20:17 WIB

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani dan Gubernur DKI Jakarta Anies 
Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (27/12/2017).(Kompas.com/Sherly 
Puspita)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani 
mengingatkan Pemprov DKI terkait pengawasan terhadap penggunaan anggaran APBD 
DKI, salah satunya mengenai besarnya biaya perjalanan dinas yang masuk dalam 
anggaran tersebut.

Sebab, menurut wanita yang kerap disapa Ani ini, anggaran perjalanan dinas 
Pemprov DKI cukup besar jika dibandingkan dengan standar perjalanan dinas 
secara nasional.

"Satuan biaya uang harian perjalanan dinas di DKI sama pusat hampir 3 kali 
lipatnya, Rp 1,5 juta per orang per hari di DKI, standar nasional itu hanya Rp 
480.000 per orang per hari," ujar Sri Mulyani saat menghadiri acara Musrenbang 
DKI Jakarta di Balai Kota, Jakarta, Rabu (27/12/2017).

Baca juga : Sri Mulyani Harap OK OCE Selaras dengan PKH Pemerintah Pusat 

Ia mengatakan, hal-hal semacam ini harus diperhatikan mengingat besaran 
anggaran tersebut lebih dari 36 persen total APBD DKI.

Kendati demikian, ia mengaku tidak mempersoalkan besarnya anggaran tersebut 
karena kebutuhan untuk perjalanan dinas karyawan berbeda-beda antara satu 
daerah dengan daerah lainnya.

Hanya saja, Sri Mulyani meminta agar besarnya anggaran perjalanan dinas 
tersebut diiringi dengan kualitas pelayanan masyarakat yang baik.

"Saya juga meminta anggarannya dirasionalisasi dari sisi it is the good way to 
spend your money, saya tidak mempermasalahkan how to spend-nya tapi mungkin 
pertanyaannya adalah apakah itu cara terbaik untuk memberikan insentif untuk 
perform, untuk mengkaitkan tujuan tadi seperti pengangguran, kemiskinan, dan 
kesenjangan," kata dia.

Baca juga : Sandiaga Membungkukkan Badan ke Arah Sri Mulyani Saat Ditantang 
Raih WTP 

Tak hanya itu, Sri Mulyani mengingatkan Pemprov DKI Jakarta untuk 
memprioritaskan perolehan target opini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) DKI 
selalu wajar tanpa pengecualian (WTP). "Sudah saya katakan berulang, seharusnya 
DKI dapat WTP dan WTP," ujar Ani.

Ia mengatakan, penilaian dari BPK untuk pengelolaan keuangan DKI ini sangat 
signifikan. Sebab, sebagai ibu kota negara yang menjadi anggota G-20 atau 
kelompok 20 ekonomi utama, penilaian terkait pengelolaan keuangan DKI menjadi 
gambaran umum untuk daerah-daerah lainnya.







Kirim email ke