*Bukan baru kali ini Stchting Vlisingen melakuan operasi Urlogi Gratis,
sudah banyak kali dilakukan berbagai operasi, misalnya operasi mata,
operasi bibir sumbing etc. Mereka juga mendirikan klinik untuk mata. Kalau
para pasien mengharapkan inisiatif yang disebut pemerintah pusat bisa
tunggu sampai akhir zaman, belum tentu bisa murah atau gratis bagi anggota
masyrakat yang berkekurangan*.


https://ambonekspres.fajar.co.id/2017/10/24/apresiasi-operasi-urologi-gratis/
Apresiasi Operasi Urologi Gratis

By ambon ekspress <https://ambonekspres.fajar.co.id/author/ameksadmin/>

Posted on 24 October 2017 @06:10

*AMEKS ONLINE, AMBON.–Tenaga* medis dari Kota Vlisingen, Belanda kembali
melakukan operasi gratis terhadap pasien penderita gangguan saluran kencing
(urologi) di Kota Ambon. Operasi gratis yang dilakukan di RSUD dr M
Haulussy Ambon ini mendapat apresiasi karena sangat membantu masyarakat,
terutama yang kurang mampu.

Anggota Komisi D DPRD Maluku Nurlaila Salampessy mengatakan, kegiatan
tersebut merupakan inisiatif yang sangat luar biasa antara pemerintah
daerah dan juga pihak rumah sakit, dalam bentuk aksi sosial.

Operasi ini telah membantu masyarakat, yang tidak mampu untuk menyembuhkan
penyakit saluran kencing. “Kegiatan ini bentuk dari tindakan sosial nyata.
Karena secara langsung sudah membantu masyarakat yang tidak mampu untuk
menyembunyikan penyakit pada bagian saluran kencingnya. Kita harapkan
kegiatan tersebut, memberikan peluang kepada mereka yang telah menjalani
operasi dengan baik,” ujar Salampessy kepada Ambon Ekspres, Senin (23/10).

Menurutnya, kedepan diharapkan kegiatan tersebut, tidak hanya dilakukan
untuk operasi gangguan pada alat vital saja, melainkan penyakit lain juga
diperhatikan. “Kami harapkan agar kedepan, kegiatan seperti ini jangan,
hanya untuk operasi alat vital saja. Tetapi penyakit lain juga harus
dilakukan sehingga bisa membantu masyarakat yang tidak mampu. Sebab, masih
banyak masyarakat yang mengalami penyakit, dengan membutuhkan anggaran
besar untuk berobat,” kata Salampessy

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menegaskan Pemprov Maluku
maupun pemerintah kabupaten juga bisa bekerja sama dengan pihak rumah sakit
dan dokter ahli untuk kegiatan serupa. “Kegiatan seperti ini kedepan
pemerintah daerah harus mengupayakan agar dilalukan juga di daerah-daerah.
Bukan hanya di Kota Ambon.

Karena masih banyak masyarakat pesisir yang terkena penyakit seperti itu,
tetapi belum mendapatkan perhatian serius secara medis yang disebabkan
faktor ekonomi mereka sehingga tidak bisa berobat ke rumah sakit,” pungkas
wakil rakyat Dapil SBT ini.

Direktur RSUD dr Haulussy Ambon, dr Justini Pawa menjelaskan, operasi
saluran kecing (urologi) itu dilakukan oleh tenaga medis dari Vlisingen,
Belanda atas kerjasama yang dilakukan dengan Pemkot Ambon sejak beberapa
tahun lalu. “Ada operasi yang dilakukan tim medis dari Belanda, sejak 16
Oktober lalu. Operasi ini, khusus untuk saluran air kencing, secara
keseluruhan. Kegiatan itu ada kerjasama atau sister city antara Kota Ambon
dan Kota Vlisingen, Belanda,” jelas Pawa ketika ditemui koran ini di Kantor
Gubernur Maluku, Senin (23/10).

Menurut dia, kegiatan bakti kesehatan yang dilakukan oleh tim kesehatan
dari Kota Vlisingen, Belanda itu sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu.
“Kegiatan kesehatan yang berlangsung di RSUD, karena memang sasaran mereka
untuk Maluku, khususnya di kota Ambon, dan itu mereka lakukan di RSUD.
Kegiatan bakti kesehatan itu, sudah dimulai sejak 2014,” kata dia.

Pawa mengaku, kegiatan bakti kesehatan tersebut dilakukan setiap tahun
sekali dengan kasus kesehatan yang berbeda-beda. “Setiap tahun dilakukan
sekali. Jadi jadwal mereka itu, dilakukan sekali dalam setahun dengan
operasi yang berbeda. Misalkan di tahun 2016 lalu, mereka melakukan operasi
bedah atau operasi bibir sumbing. Nah kali ini, untuk SAL atau operasi
saluran kecing yang sementara jalan dari 16 Oktober hingga 28 Oktober
nanti,” bebernya.

Dikatakan, Pemprov Maluku, terutama RSUD dr Haulussy Ambon sangat terbantu
dengan kegiatan bakti kesehatan yang dilakukan oleh tim medis tersebut.
“Maluku sangat terbantu dengan kegiatan ini. Ini (kerjasama red), juga
merupakan salah satu pertukaran teknologi dan tenaga kesehatan dari Ambon
ke Vlisingen maupun sebaliknya. Mereka juga memberikan ilmu kepada kami
dalam artian, kita yang lakukan operasi tapi didampingi oleh mereka dan
hasilnya Alhamdulilah,” tandas Pawa.

Dia berharap, kerjasama maupun kegiatan bakti kesehatan ini, dapat berjalan
terus hingga tenaga dan peralatan kesehatan yang ada di Maluku, sudah
dianggap maju dan mandiri sesuai dengan yang diinginkan.
(AHA/WHB)

Kirim email ke