Apa karena dulunya negara Indonesia belum ada. Yang ada adalah kerajaan2, daerah berbagai suku ?
2017-12-28 21:55 GMT+01:00 Sunny ambon [email protected] [GELORA45] < [email protected]>: > > > *Saya memberikan komentar sesuai judul. Mengapa harus diadakan Konperensi > Meja Bundar kalau tidak pernah dijajah?* > > 2017-12-28 19:54 GMT+01:00 Chalik Hamid [email protected] > [nasional-list] <[email protected]>: > >> >> >> >> >> ----- Pesan yang Diteruskan ----- >> *Dari:* Batara Hutagalung [email protected] [wahana-news] < >> [email protected]> >> *Kepada:* Gelora45 Milis <[email protected]>; Milis Temu Eropa < >> [email protected]>; BatakCyber Milis < >> [email protected]>; Milis Proletar <[email protected]>; >> Milis Indonesia-Rising <[email protected]>; Milis Sastra >> Pembebasan <[email protected]>; Milis Wahana < >> [email protected]>; PPI India Milis <[email protected]> >> *Terkirim:* Kamis, 28 Desember 2017 13.45.32 GMT+1 >> *Judul:* [wahana-news] Re: Telah terbit buku INDONESIA TIDAK PERNAH >> DIJAJAH >> >> >> >> >> Telah terbit buku >> >> >> >> *INDONESIA TIDAK PERNAH DIJAJAH*. >> >> Karya Batara R. Hutagalung. >> >> >> >> Penerbit Matapadi Yogyakarta. >> >> Tebal buku 316 halaman. >> >> Harga Rp. 70.000,-.(Diluar ongkos kirim). >> >> >> >> Sementara belum tersedia di Toko Buku. >> >> >> >> Pemesanan langsung kepada Penerbit Matapadi: >> >> 1. Melalui mail: [email protected] >> >> 2. Melalui WA: 0857-43750221 atau 0817-9407446 >> >> >> >> Khusus untuk DKI Jakarta, mulai Januari 2018. DENGAN TANDATANGAN PENULIS.. >> (pengiriman tercepat dengan Grab/Gojek): >> >> 1. Melalui email: [email protected] : >> >> 2. Melalui WA: 0812-19547578 >> >> >> >> >> >> ============================ >> >> >> >> Buku ini merupakan rangkuman dari artikel-artikel/tulisan-tulisan saya >> sejak tahun tahun 1999, kuliah umum dan ceramah-ceramah yang saya berikan >> di berbagai Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia, ceramah-ceramah di >> lingkungan TNI/para Calon Atase Pertahanan serta buku-buku yang telah saya >> terbitkan sejak tahun 2001. >> >> >> >> Inti penulisan di buku ini adalah, menghapus mitos "Belanda menjajah >> Indonesia 350 tahun, Jepang menjajah Indonesia 3,5 tahun." Juga menghapus >> beberapa mitos lain. >> >> >> >> Tidak pernah ada penjelasan bagaimana perhitungannya sampai ke angka 350 >> tahun, kapan dimulainya dan kapan berakhirnya “penjajahan Belanda di >> Indonesia.” >> >> >> >> Kata INDONESIA sendiri baru “diciptakan” oleh seorang Inggris George >> Samuel Windsor Earl, tahun 1850 dan dipopulerkan oleh seorang Jerman, Adolf >> Bastian mulai tahun 1884. >> >> >> >> Kata INDONESIA mulai digunakan di kalangan pribumi di wilayah jajahan >> belanda sejak awal tahun 1920-an, untuk menggantikan nama Nederlands Indie. >> >> >> >> Kalimat yang semula dimaksud untuk membangkitkan semangat rakyat >> Indonesia sejak 17 Agustus 1945, justru dijadikan olok-olok oleh >> antek-antek belanda, yang mengatakan: “Memalukan, negeri sebesar Indonesia >> dapat dijajah selama 350 tahun oleh bangsa yang negerinya lebih kecil dari >> Provinsi Jawa Timur, dan penduduk Indonesia belasan kali lipat dari >> penduduk Belanda.” >> >> >> >> Selain menghapus beberapa mitos, buku ini juga mengungkap pemalsuan >> sejarah Nusantara dan membongkar kejahatan-kejahatan yang terjadi di masa >> penjajahan Belanda di Nusantara dan selama masa pendudukan tentara Jepang >> di wilayah bekas jajahan Belanda. >> >> >> >> Tokoh-tokoh yang telah membaca Naskah buku ini, memberikan sambutan- >> sambutan dan komentar - komentar (endorsement). >> >> >> >> Kata sambutan di buku: >> >> 1. Jenderal TNI (Purn.) Widjojo Soejono. >> >> 2. Brigjen TNI (Purn.) Dr.. Saafroedin Bahar. >> >> 3. Prof. Drs. Pariata Westra. >> >> >> >> Endorsement/komentar: >> >> 1. Prof. DR. Mestika Zed. >> >> 2. Prof. dr. Dewa Putu Widjana. >> >> 3. Prof. Dr. Marthen Napang. >> >> >> >> I. Kata sambutan dari Jenderal TNI (Purn.) Widjojo Soejono. >> >> >> >> S A M B U T A N >> >> >> >> Assalamu’alaikum Wr. Wb. >> >> Salam Sejahtera, >> >> Om Swastiastu >> >> >> >> 1. Sebuah bangsa didefinisikan oleh John Stuart Mill sebagai >> sekumpulan orang dengan solidaritas dan loyalitas bersama yang tidak >> terjadi antara mereka dengan orang – orang lain serta kehendak bersama >> untuk membangun sebuah Negara bagi perwujudan cita – citanya dikemudian >> hari. Elemen – elemen obyektif Bangsa adalah wilayah tinggal, bahasa dan >> lain sebagainya namun yang sangat menentukan adalah elemen subyektifnya >> yaitu hasrat untuk bersatu. Globalisasi yang tidak terbatas pada aspek >> ekonomi tetapi juga memberi dampak pada bidang Politik dan Budaya yang amat >> nyata dan pada era sekarang ini sesungguhnya secara rasional dan sudah >> final tidak mungkin meniadakan Negara Bangsa sebagai sebuah tatanan manusia >> di muka bumi. Ingatan bersama atau common memory tentang kejayaan ataupun >> derita bersama para pendahulunya serta hasrat yang kuat untuk mewujudkan >> masa depan yang sejahtera dan sentosa dalam persatuan dan kesatuan amatlah >> menentukan bagi kelestarian dan ketahanan Bangsa tersebut. >> >> >> >> 2. Dengan tetap menghargai Sumpah Pemuda sebagai peristiwa bersejarah >> yang memiliki arti luar biasa besarnya sebagai common memory, namun >> nyatanya secara legal formal Bangsa Indonesia baru ada tanggal 17 Agustus >> 1945. V.O.C. Belanda yang mulai menetap di Jayakarta pada tahun 1611 >> nyatanya memang mulai menguasai tempat - tempat atau wilayah tertentu di >> Nusantara yang mempunyai kepentingan bagi pelayaran, hubungan dan usaha >> dagangnya. Penguasaan itu di dalam banyak keadaan telah didapatkannya >> melalui penaklukan atau kerjasama dengan para penguasa setempat bahkan >> setelah kegagalan dua kali penyerangan terhadap Batavia pada tahun 1628 >> oleh Mataram, diputuskan untuk mulai berbaik – baik saja dengan Belanda >> sebab bukankah mereka hanya hendak berdagang. Sebuah common memory yang >> kini masih relevan dengan pesan wanti – wanti bahwa Globalisasi sebenarnya >> bukan saja memberikan peluang tetapi juga punya muatan ancaman. >> >> >> >> 3. Sekedar penalaran yang wajar mengakui bahwa tempat – tempat dan >> wilayah – wilayah tertentu saja di Nusantara memang pernah dijajah oleh >> Belanda secara sporadis dan untuk masa tertentu. Bahkan G.J. Resink seorang >> Ahli Hukum Belanda yang juga seorang Pengamat Sejarah dalam bukunya >> berjudul “Bukan tiga ratus lima puluh tahun” menyatakan bahwa Penjajahan >> atas tempat – tempat dan wilayah – wilayah Nusantara itu menurut bukti – >> bukti hukum dan sejarah tidak berlangusng selama 350 tahun. Saya memahami >> bahwa para pemimpin Perjuangan Kemerdekaan yang menggunakan angka 350 tahun >> dijajah dengan melalui dramatisasi bermaksud untuk meng – gelorakan >> semangat berjuang bagi Kemerdekaan. Tetapi belum sebuah kearifan namun >> sesuatu penalaran yang wajar saja berpendapat bahwa dramatisasi itu >> sekaligus juga mengandung kenisthaan. Apalagi dramatisasi itu tidak pernah >> dibuktikan oleh fakta sejarah. >> >> >> >> 4. Saya mengenal Penulis sebagai Putra Letnan Kolonel Dr. Wiliater >> Hutagalung (Almarhum), seorang senior saya yang menjabat sebagai Dokter >> Divisi VI/Narotama pada awal tahun 1946. Percakapan selama tumpangan >> kendaraan dari front Legundi, Surabaya kebelakang yang diberikan kepada >> saya yang ketika itu seorang Kapten berumur 18 tahun memberikan inspirasi >> yang luar biasa besarnya kepada saya dengan kepribadian Almarhum. Menjelang >> usia 90 tahun ini saya amat bersyukur bisa mengenal Putranya yang dengan >> caranya menunjukkan dedikasi dan komitmen yang begitu besar kepada >> Bangsanya. Diantarantya, meluruskan Sejarah, memperbaiki common memory, >> membunuh dramatisasi yang negative serta membangun optimisme dan harapan >> bagi Bangsanya. >> >> >> >> 5. Tiada lain, semoga buku ini bermanfaat bagi segenap Warga Bangsa >> kita sebagai salah satu bekal Budaya bagi pelestarian dan pensejahteraan >> dirinya dalam suasana kehidupan bersama antar Bangsa yang tetap harus >> menjunjung tinggi etika namun tidak pernah meninggalkan hukum alam tua >> “Survival of the fittest” yang bermakna kelestarian hanya untuk yang kuat. >> Yang lemah akan tersingkir untuk punah. Nusantara yang dulu abai dan >> terpecah belah memang mengundang penjajahan. Indonesia yang bersatu dan >> waspada Insya Allah akan mempunyai masa depan yang sejahtera dan kuat >> sentosa. >> >> Wassalamu’alaikum Wr. Wb. >> >> Om Shanti Shanti Shanti Om >> >> >> >> Jakarta, 27 Nopember 2017 >> >> >> >> *Widjojo Soejono* >> >> Jendral TNI (Purn) >> >> >> >> ******** >> >> >> >> Baca selengkapnya di: >> >> http://batarahutagalung.blogspot.co.id/2017/12/telah-terbit- >> buku-indonesia-tidak.html >> >> >> >> >> > >
