Jadi memang benar ada hanya nama SMA-nya yg salah kutip, dan Kadisdik sudah langsung kebakaran jenggot dan bilang hoax tanpa menelurusin lagi.
--- Surat dari seorang siswa di Lamongan kepada Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok menjadi viral belakangan ini. Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim sempat meragukan keaslian surat tersebut lantaran tercatat SMAN 30 yang tidak pernah ada di lamongan bahkan di Jatim. Setelah ditelusuri, memang benar bahwa ada siswa dari salah satu SMAN di lamongan yang mengirim surat ke Ahok. ... Cerita Dibalik Surat Siswa Lamongan untuk Ahok http://harianbhirawa.com/2018/01/cerita-dibalik-surat-siswa-lamongan-untuk-ahok/ Author by Danu Bhirawa http://harianbhirawa.com/author/danu2/Posted on 01/01/2018 http://harianbhirawa.com/2018/01/cerita-dibalik-surat-siswa-lamongan-untuk-ahok/ (Siswa Mengaku Dapat Hadiah Lomba Puisi) Dindik Jatim, Bhirawa Surat dari seorang siswa di Lamongan kepada Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok menjadi viral belakangan ini. Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim sempat meragukan keaslian surat tersebut lantaran tercatat SMAN 30 yang tidak pernah ada di lamongan bahkan di Jatim. Setelah ditelusuri, memang benar bahwa ada siswa dari salah satu SMAN di lamongan yang mengirim surat ke Ahok. Namun, cerita soal ijazah ditahan dibantah oleh pihak sekolah dan Dindik Jatim. Kasubbag TU Cabang Dindik Jatim wilayah Lamongan Heru mengungkapkan, siswa bernama Fadila Maretta itu lulus tahun 2017. Setelah mengikuti Ujian Nasional (UN), dia tidak pernah datang lagi ke sekolah. Bahkan untuk melakukan cap tiga jari ijazah. Sejak lulus hingga surat itu menjadi viral, siswa tersebut tidak pernah menanyakan ijazahnya. Hingga akhirnya dia datang ke sekolah untuk meminta nomor rekening dan bukti tunggakan dari sekolah. Rekening sekolah tersebut katanya akan digunakan untuk menerima hadiah lomba puisi dari Ahok. Hadiah tersebut yang akan digunakan untuk membayar tunggakan ijazah ke sekolah. Pihak sekolah pun tidak serta merta memberikan nomor rekening. Sebab, untuk keperluan menerima hadiah siswa dipersilahkan menggunakan rekeningnya sendiri. “Waktu ke sekolah itu langsung ijazahnya diberikan ke siswa,” kata dia. Di Lamongan, Heru mengungkapkan hanya ada SMA negeri sebanyak 13 lembaga dan SMK negeri 6 lembaga. Sehingga, dipastikan tidak ada SMAN 30. Sementara itu, Kepala Dindik Jatim Dr Saiful Rachman menegaskan melalui akun pribadinya, bahwa pengambilan ijazah tidak dipungut biaya atau gratis. Bahkan jika siswa itu berasal dari warga miskin di Jatim akan dibebaskan dari segala pungutan. Pihak sekolah pun pasti akan mengetahui kondisi siswa tersebut. Bila ada surat yang ditujukan secara pribadi ke Ahok seyogyanya disampaikan ke Dindik Jatim, sebab pengelolaan SMA dan SMK dibawah Pemprov Jatim sehingga bisa diambil langkah. Menurut Saiful, permasalahan yang viral melalui media sosial semacam ini tidak hanya sekali terjadi. Karena itu, pihaknya akan selalu cermat dalam memberikan balasan ke publik khususnya warganet. “Ini eranya teknologi, masyarakatnya juga masyarakat informasi. Jadi kita segera melakukan klarifikasi karena ini menyangkut nama Jatim,” tutur Saiful. Saiful yakin, masyarakat dewasa ini semakin cerdas dan bijak dalam menyikapi berbagai permasalahan yang mencuat melalui dunia maya. Karena itu, pihaknya juga berusaha pro aktif untuk segera meluruskan setiap kekeliruan yang mungkin terjadi. [tam] --- Staf Sebut Ahok Bantu Siswi yang Ijazahnya Ditahan, Kadisdik Jatim Pastikan Hoax http://www.suratkabar.id/69975/politik/staf-sebut-ahok-bantu-siswi-yang-ijazahnya-ditahan-kadisdik-jatim-pastikan-hoax Penulis Dinar Firda Rosa http://www.suratkabar.id/author/writer_dinar - 1 Januari 2018 10:13 am http://www.suratkabar.id/wp-content/uploads/2018/01/ahok.jpg http://www.suratkabar.id/wp-content/uploads/2018/01/ahok.jpg http://www.suratkabar.id/wp-content/uploads/2018/01/ahok.jpg http://www.suratkabar.id/wp-content/uploads/2018/01/ahok... http://www.suratkabar.id/wp-content/uploads/2018/01/ahok.jpg View on www.suratkabar.id http://www.suratkabar.id/wp-content/uploads/2018/01/ahok.jpg Preview by Yahoo SURATKABAR.ID http://www.suratkabar.id/ – Beberapa waktu belakangan berebdar kabar bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok http://www.suratkabar.id/tag/ahok) membantu seorang sisiwi di Jawa Timur. Siswi ini disebut baru saja lulus dari SMA N 30 Lamongan, Jawa Timur. Namun, ijazahnya masih ditahan pihak sekolah karena memiliki djumlah tunggakan. Untuk itu, ia mengirim surat pada Ahok http://www.suratkabar.id/tag/ahok agar membantunya melunasi tunggakan sekolah. Kabarnya, setelah menerima surat ini di Mako Brimob, Ahok langsung meminta staf pribadinya, Natanael Ompusunggu, untuk membantu siswi tersebut. “Anak itu mungkin lihat di medsos soal Pak Ahok banyak bantu siswa tidak mampu untuk penebusan ijazah. Dia coba tulis surat ke Mako Brimob, ditanggepin sama Bapak. Pak Ahok balas surat anak itu dan disuruh hubungi saya, saya yang akan bantu urus ijazahnya,” ujar Natanael, Sabtu (30/12/2017) lalu, seperti dilansir tribunnews.com. Baca juga: Komisi VIII DPR Sebut PDIP Perlakukan Ulama Seperti di Era Orba http://www.suratkabar.id/69971/politik/komisi-viii-dpr-sebut-pdip-perlakukan-ulama-seperti-di-era-orba Pria yang dipanggil Nael ini mengaku, siswi tersebut benar-benar menghubunginya dan menunjukkan surat balasan dari Ahok. Nael pun meminta rincian tagihan. Awalnya, kepala sekolah sempat tak percaya siswi ini akan dibantu Ahok. Bahkan, kepala sekolah sempat menghubungi Nael secara langsung. “Saya bilang ke kepseknya ‘Oh benar saya mau bayar, mana nomor rekeningnya? Saya minta rinciannya deh Pak, mana rinciannya biar difoto sama si anak buat bukti saya juga ke Pak Ahok’,” akunya. Nael diminta untuk menunggu. Namun, hingga satu jam lamanya tak juga ada kabar. Siswi tersebut malah menelepon dan mengatakan bahwa ijazahnya telah diberikan sebelum Nael melunasi tunggakan tersebut. Nael menuturkan, Ahok memabg terbiasa menebus ijazah anak-anak sekolah. Meskipun saat ini ia berada di balik jeruji besi. Namun, pengakuan Nael ini dibantah langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Saiful Rachman. Melalui akun Twitter @saifulrachman32, ia memberikan klarifikasi atas isu yang beredar. Baca juga: Suami Suka Tiru Adegan Film Dewasa Sampai Kepergok Mertua, Begini Pengakuan Istrinya http://www.suratkabar.id/69852/hiburan/suami-suka-tiru-adegan-film-dewasa-sampai-kepergok-mertua-begini-pengakuan-istrinya Dalam salah satu penjelasannya, Saiful memastikan bahwa tak ada SMA N 30 Lamongan di Jawa Timur. “Mengakhiri penjelasan saya. Saya tegaskan kembali 1. di Jatim tidak ada SMAN 30 Lamongan. 2. Pengambilan ijazah tidak dipungut biaya. 3. Siswa miskin mendapat bantuan Pemprov Jatim. Saya mohon @basuki_btp untuk klarifikasi kebenaran surat itu ke @dindik_jatim @AzzamIzzulhaq,” tulis Saiful. Berikut klarifikasi Saiful selengkapnya: 1-3 Saiful memastikan tak ada SMAN 30 Lamongan dan pungutan biaya untuk mengambil ijazah http://www.suratkabar.id/wp-content/uploads/2018/01/disdik.jpg 4-6 Saiful berjanji akan mengusut tuntas masalah ini http://www.suratkabar.id/wp-content/uploads/2018/01/disdik2.jpg
