From: [email protected] [GELORA45] 
Sent: Tuesday, January 2, 2018 12:51 PM
To: [email protected] 
Subject: [GELORA45] Cerita Dibalik Surat Siswa Lamongan untuk Ahok - Staf Sebut 
Ahok Bantu Siswi yang Ijazahnya Ditahan, Kadisdik Jatim Pastikan Hoax

  

Jadi memang benar ada hanya nama SMA-nya yg salah kutip, dan Kadisdik sudah 
langsung kebakaran jenggot dan bilang hoax tanpa menelurusin lagi.




---

Surat dari seorang siswa di Lamongan kepada Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok 
menjadi viral belakangan ini. Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim sempat meragukan 
keaslian surat tersebut lantaran tercatat SMAN 30 yang tidak pernah ada di 
lamongan bahkan di Jatim.


Setelah ditelusuri, memang benar bahwa ada siswa dari salah satu SMAN di 
lamongan yang mengirim surat ke Ahok. 


....


Cerita Dibalik Surat Siswa Lamongan untuk Ahok



Author by Danu BhirawaPosted on 01/01/2018





(Siswa Mengaku Dapat Hadiah Lomba Puisi)


Dindik Jatim, Bhirawa
Surat dari seorang siswa di Lamongan kepada Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok 
menjadi viral belakangan ini. Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim sempat meragukan 
keaslian surat tersebut lantaran tercatat SMAN 30 yang tidak pernah ada di 
lamongan bahkan di Jatim.


Setelah ditelusuri, memang benar bahwa ada siswa dari salah satu SMAN di 
lamongan yang mengirim surat ke Ahok. 

Namun, cerita soal ijazah ditahan dibantah oleh pihak sekolah dan Dindik Jatim. 
Kasubbag TU Cabang Dindik Jatim wilayah Lamongan Heru mengungkapkan, siswa 
bernama Fadila Maretta itu lulus tahun 2017. Setelah mengikuti Ujian Nasional 
(UN), dia tidak pernah datang lagi ke sekolah. Bahkan untuk melakukan cap tiga 
jari ijazah.


Sejak lulus hingga surat itu menjadi viral, siswa tersebut tidak pernah 
menanyakan ijazahnya. Hingga akhirnya dia datang ke sekolah untuk meminta nomor 
rekening dan bukti tunggakan dari sekolah. Rekening sekolah tersebut katanya 
akan digunakan untuk menerima hadiah lomba puisi dari Ahok. Hadiah tersebut 
yang akan digunakan untuk membayar tunggakan ijazah ke sekolah. Pihak sekolah 
pun tidak serta merta memberikan nomor rekening. Sebab, untuk keperluan 
menerima hadiah siswa dipersilahkan menggunakan rekeningnya sendiri. “Waktu ke 
sekolah itu langsung ijazahnya diberikan ke siswa,” kata dia.


Di Lamongan, Heru mengungkapkan hanya ada SMA negeri sebanyak 13 lembaga dan 
SMK negeri 6 lembaga. Sehingga, dipastikan tidak ada SMAN 30.


Sementara itu, Kepala Dindik Jatim Dr Saiful Rachman menegaskan melalui akun 
pribadinya, bahwa pengambilan ijazah tidak dipungut biaya atau gratis. Bahkan 
jika siswa itu berasal dari warga miskin di Jatim akan dibebaskan dari segala 
pungutan. Pihak sekolah pun pasti akan mengetahui kondisi siswa tersebut. Bila 
ada surat yang ditujukan secara pribadi ke Ahok seyogyanya disampaikan ke 
Dindik Jatim, sebab pengelolaan SMA dan SMK dibawah Pemprov Jatim sehingga bisa 
diambil langkah.


Menurut Saiful, permasalahan yang viral melalui media sosial semacam ini tidak 
hanya sekali terjadi. Karena itu, pihaknya akan selalu cermat dalam memberikan 
balasan ke publik khususnya warganet. “Ini eranya teknologi, masyarakatnya juga 
masyarakat informasi. Jadi kita segera melakukan klarifikasi karena ini 
menyangkut nama Jatim,” tutur Saiful.


Saiful yakin, masyarakat dewasa ini semakin cerdas dan bijak dalam menyikapi 
berbagai permasalahan yang mencuat melalui dunia maya. Karena itu, pihaknya 
juga berusaha pro aktif untuk segera meluruskan setiap kekeliruan yang mungkin 
terjadi. [tam]

---

Staf Sebut Ahok Bantu Siswi yang Ijazahnya Ditahan, Kadisdik Jatim Pastikan Hoax
Penulis
 Dinar Firda Rosa 
-1 Januari 2018 10:13 am



http://www.suratkabar.id/wp-content/uploads/2018/01/ahok.jpg

     
        http://www.suratkabar.id/wp-content/uploads/2018/01/ahok...   
      View on www.suratkabar.id  Preview by Yahoo  
     






SURATKABAR.ID – Beberapa waktu belakangan berebdar kabar bahwa mantan Gubernur 
DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membantu seorang sisiwi di Jawa Timur.

Siswi ini disebut baru saja lulus dari SMA N 30 Lamongan, Jawa Timur. Namun, 
ijazahnya masih ditahan pihak sekolah karena memiliki djumlah tunggakan. Untuk 
itu, ia mengirim surat pada Ahok agar membantunya melunasi tunggakan sekolah.


Kabarnya, setelah menerima surat ini di Mako Brimob, Ahok langsung meminta staf 
pribadinya, Natanael Ompusunggu, untuk membantu siswi tersebut.




“Anak itu mungkin lihat di medsos soal Pak Ahok banyak bantu siswa tidak mampu 
untuk penebusan ijazah. Dia coba tulis surat ke Mako Brimob, ditanggepin sama 
Bapak. Pak Ahok balas surat anak itu dan disuruh hubungi saya, saya yang akan 
bantu urus ijazahnya,” ujar Natanael, Sabtu (30/12/2017) lalu, seperti dilansir 
tribunnews.com.

Baca juga: Komisi VIII DPR Sebut PDIP Perlakukan Ulama Seperti di Era Orba

Pria yang dipanggil Nael ini mengaku, siswi tersebut benar-benar menghubunginya 
dan menunjukkan surat balasan dari Ahok. Nael pun meminta rincian tagihan.

Awalnya, kepala sekolah sempat tak percaya siswi ini akan dibantu Ahok. Bahkan, 
kepala sekolah sempat menghubungi Nael secara langsung.

“Saya bilang ke kepseknya ‘Oh benar saya mau bayar, mana nomor rekeningnya? 
Saya minta rinciannya deh Pak, mana rinciannya biar difoto sama si anak buat 
bukti saya juga ke Pak Ahok’,” akunya.

Nael diminta untuk menunggu. Namun, hingga satu jam lamanya tak juga ada kabar. 
Siswi tersebut malah menelepon dan mengatakan bahwa ijazahnya telah diberikan 
sebelum Nael melunasi tunggakan tersebut.


Nael menuturkan, Ahok memabg terbiasa menebus ijazah anak-anak sekolah. 
Meskipun saat ini ia berada di balik jeruji besi.

Namun, pengakuan Nael ini dibantah langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa 
Timur Saiful Rachman. Melalui akun Twitter @saifulrachman32, ia memberikan 
klarifikasi atas isu yang beredar.

Baca juga: Suami Suka Tiru Adegan Film Dewasa Sampai Kepergok Mertua, Begini 
Pengakuan Istrinya

Dalam salah satu penjelasannya, Saiful memastikan bahwa tak ada SMA N 30 
Lamongan di Jawa Timur.

“Mengakhiri penjelasan saya. Saya tegaskan kembali 1. di Jatim tidak ada SMAN 
30 Lamongan. 2. Pengambilan ijazah tidak dipungut biaya. 3. Siswa miskin 
mendapat bantuan Pemprov Jatim. Saya mohon @basuki_btp untuk klarifikasi 
kebenaran surat itu ke @dindik_jatim @AzzamIzzulhaq,” tulis Saiful.

Berikut klarifikasi Saiful selengkapnya:

1-3 Saiful memastikan tak ada SMAN 30 Lamongan dan pungutan biaya untuk 
mengambil ijazah


4-6 Saiful berjanji akan mengusut tuntas masalah ini







Kirim email ke