Kartu Tahun Baru Paus Fransiskus tentang Anak Korban Bom NagasakiReporter:  Yon 
YosephEditor:  Maria Rita HasugianSelasa, 2 Januari 2018 11:49 WIB 
Paus Fransiskus mencetak foto anak yang menjadi korban Nagasaki. Vatican press

TEMPO.CO, Jakarta - Paus Fransiskus mencetak dan menyebarkan kartu Tahun Baru 
edisi Perang Dunia II 1945 memuat foto dua anak  korban pemboman nuklir 
Nagasaki dengan menorehkan dua kata, yakni buah perang.

Pemimpin umat Katolik Roma di dunia itu meminta agar kata "buah perang" ditulis 
di bagian belakang kartu bersama dengan tanda tangannya,  "Franciskus."

Baca: Begini Perayaan Tahun Baru 2018 di Berbagai Negara
Keterangan singkat mengenai isi dan asal usul foto itu ditulis sebagai berikut: 
"Kesedihan anak laki-laki itu diungkapkan hanya dengan isyarat menggigit 
bibirnya yang mengalirkan darah."

Foto ucapan Tahun Baru Paus Fransiskus  itu tentang seorang anak laki-laki yang 
membawa adiknya yang tewas di pundaknya. Anak laki-laki itu sedang di 
krematorium.

Foto itu diambil oleh fotografer Marinir Amerika Serikat Joe O'Donnell tak lama 
setelah bom dijatuhkan pada akhir Perang Dunia II.

Baca: Sumiteru Taniguchi, Korban Bom Atom Amerika di Nagasaki Wafat

Setelah bom yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat di Nagasaki dan Hiroshima 
memaksa penyerahan Jepang dan mengakhiri Perang Dunia II pada tahun 1945, 
O'Donnell menghabiskan 4 tahun mendokumentasikan akibatnya di dua kota tersebut.

Foto-fotonya diterbitkan dalam buku berjudul "Japan 1945: A US. Marine's 
Photographs from Ground Zero."

Analis senior CNN John Allen menulis di situs webnya: "Meskipun foto yang 
diliris menjelang Tahun Baru tidak menambahkan sesuatu yang substantif pada 
posisi Paus, namun demikian pertama kalinya Fransiskus meminta agar gambar 
tertentu diedarkan dalam musim liburan, menunjukkan bahwa dia yakin pesannya 
sangat relevan saat ini. "

Paus Fransiskus selama ini mengutuk senjata nuklir dan menyoroti dampak konflik 
pada anak-anak.

Kirim email ke