----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'Chan CT' [email protected]
[nasional-list] <[email protected]>Kepada: GELORA_In
<[email protected]>Terkirim: Selasa, 2 Januari 2018 07.36.15 GMT+1Judul:
[nasional-list] Ketika Menhub turunkan wisatawan Thailand dari bus
Ketika Menhub turunkan wisatawan Thailand dari bus
Selasa, 2 Januari 2018 12:28 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi naik odong-odong keliling Simpang Lima, Semarang, saat
jelang Tahun Baru 2018. Di Semarang, Jawa Tengah, Menhub juga meninjau sejumlah
alat transportasi untuk memastikan laik jalan agar keselamatan penumpang tetap
terjaga. (ANTARA News/Ahmad Wijaya)
Kita juga minta calon penumpang ikut bersama-sama mengecek kendaraan yang akan
digunakan."Jakarta (ANTARA News) - Hujan deras menyelimuti Jalan Raya
Yogyakarta-Magelang kilometer 21, Sabtu (30/12/2017), ketika satu bus
pariwisata diminta oleh petugas Dinas Perhubungan Jawa Tengah (Dishub Jateng)
menepi untuk dilakukan pemeriksaan kelaikan jalan.
Supir pun menuruti perintah petugas dengan memasuki satu bengkel untuk dicek
apakah bus tersebut layak atau tidak untuk dioperasikan.
Surat izin mengemudi (SIM), surat kir, surat izin trayek, serta perlengkapan
bus lengkap sehingga secara administrasi bus tersebut sudah memenuhi syarat
untuk beroperasi.
Tapi, ketika salah seorang petugas Dishub Jateng mengecek kondisi ban, ternyata
ditemukan sejumlah hal yang sangat membahayakan, yaitu ban belakang sebelah
kiri beberapa bagian ban sudah terkelupas dan robek serta nyaris gundul.
Mendapat laporan seperti itu dan saat Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi
melihat sendiri, maka diperintahkan supir tak boleh melanjutkan perjalanan..
Penumpang di dalam bus pun diminta turun.
Ketika Menhub Budi Karya naik bus untuk meminta penumpang turun, alangkah
terkejutnya karena di dalam bus ternyata ada belasan wisatawan mancanegara asal
Thailand yang ingin berkunjung ke Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah.
Melalui pemandu wisata yang paham Bahasa Thailand, Menhub minta agar penumpang
turun dan pindah ke bus lain yang laik secara administrasi dan teknis untuk
beroperasi.
Wisatawan Thailand pun turun dari bus dan pindah ke bus yang lain sekalipun
harus basah kuyup karena hujan deras belum berhenti. Sebagian besar ngomel
dengan perintah paksa Menhub, walau ada sebagian pula yang belum paham mengapa
dirinya harus berganti bus.
Saat semua wisatawan Thailand sudah di dalam bus yang laik jalan, Menhub Budi
Karya pun menerangkan kejadian sesungguhnya mengapa dirinya terpaksa
memindahkan mereka ke bus yang lain.
Mendengar penjelasan dari Menhub melalui pemandu wisata, akhirnya puluhan
wisatawan Thailand paham, bahkan beberapa diantaranya tepuk tangan memberikan
apresiasi atas langkah keamanan yang dilakukan Budi Karya.
Seorang wisatawan Thailand malah mengatakan, dirinya sangat berterima kasih
atas kejadian itu karena dirinya dan rombongan juga tak mau terjadi kecelakaan
akibat bus yang ditumpangi tidak laik beroperasi.
Bahkan, beberapa wisatawan Thailand segera meminta berswafoto maupun foto
bersama-sama menggunakan kamera telepon selulernya, setelah mengetahui kalau
yang mereka hadapi adalah Menteri Perhubungan Republik Indonesia, .
Usai wisatawan Thailand berganti bus laik jalan, mereka langsung melanjutkan
perjalanan menuju Candi Borobudur, Jawa Tengah.
Sikap tegas Mehub tersebut memang harus dilakukan mengingat jangan sampai
wisatawan mancanegara itu yang semula ingin bersenang-senang malah mendapat
malapateka, yang akhirnya justru bisa memberikan citra buruk di mata masyarakat
internasional karena dianggap sistem transportasi di Indonesia buruk.
Tanpa toleransi
Kementerian Perhubungan tak bosan-bosan selalu gencar mengkampanyekan
keselamatan penumpang dengan cara seluruh angkutan massal sebelum beroeprasi
harus melalui uji kelaikan tanpa ada toleransi.
"Tujuannya adalah agar penumpang dan supir selamat sampai tujuan. Kita tak
ingin main-main soal keselamatan. Hukuman tegas akan diberlakukan jika ada yang
melanggar," kata Menhub Budi Karya.
Dari hasil uji kelaikan acak tersebut, Menhub menyatakan masih prihatin masih
ada saja operator angkutan umum yang mengabaikan keselamatan dan cenderung
ingin mengambil keuntungan dengan cara mengabaikan keamanan.
Pemerintah minta agar pengelola perusahaan bus mau menaati peraturan
Kementerian Perhubungan yang mengatur keselamatan penumpang dan kelaikan jalan.
Padahal, menurut Menhub, berbagai sosialisasi selama ini telah dilakukan
pemerintah pusat dan daerah agar bus tak layak beroperasi dilarang jalan, namun
ternyata masih belum dipahami atau bahkan diabaikan.
Kementerian Perhubungan pun berjanji akan evaluasi apa yang selama ini sudah
dilakukan, mengingat masih saja ada bus tak laik dapat beroperasi secara bebas.
Melihat situasi seperti itu, Menhub minta kepada dinas perhubungan dan
kepolisian untuk gencar melakukan razia terhadap bus dan truk yang sedang
beroperasi.
Menhub juga meminta kalau masih ada yang tak lain jalan ditilang dan
dikandangkan saja sampai dinyatakan memenuhi persyaratan sebagai mana mestinya.
Pemerintah akan bertindak tegas terhadap pelanggaran itu dengan menjalankan
aturan ketat dan tanpa kompromi, ujarnya..
Dalam uji acak bus yang dilakukan, dari tiga bus, ada satu bus yang tak laik
jalan karena ban belakang sebelah kiri sudah retak sehingga berpotensi pecah
saat jalan.
Menhub dalam kesempatan itu mengimbau agar pengelola dan sopir bus
memperhatikan kelaikan bus agar kecelakaan bisa dihindari.
Imbauan juga disampaikan kepada calon penumpang bus yang ingin bepergian.
Kepada calon penumpang bus hendaknya juga peduli terhadap diri sendiri yakni
bisa ikut mengecek bus yang akan dinaiki apakah laik jalan atau tidak.
"Kita juga minta calon penumpang ikut bersama-sama mengecek kendaraan yang akan
digunakan. Kalau memang tidak laik jalan tidak usah naik dan melaporkan kepada
petugas setempat," kata Budi Karya.
Peran serta masyarakat dalam hal ini memang sangat diperlukan karena tidak
mungkin petugas dinas perhubungan memantau satu per satu bus laik jalan atau
tidak, sekalipun imbauan dan sosialisasi terhadap operator bus sudah seringkali
dilakukan.
Demikian juga kepada supir yang menjalankan kendaraan diimbau juga tak selalu
memaksakan diri mengemudi bus yang dirasakan tak laik jalan karena hal itu
justru membahayakan diri sendiri dan penumpang.
Pemerintah tentunya tak mau ada kecelakaan yang merenggut korban jiwa hanya
karena transportasi yang digunakan dipaksa untuk beroperasi.
Untuk itu uji kelaikan akan terus dan terus dilakukan tanpa pandang bulu khusus
pada lobur panjang saja, tapi juga pada hari-hari bukan liburan razia angkutan
umum akan terus dilakukan dalam upaya menciptakan keselamatan dan keamanan
penumpang.
Pewarta: Ahmad Wijaya
Editor: Priyambodo RH