http://regional.kompas.com/read/2018/01/02/19340591/kenapa-setelah-saya-bawa-surat-dari-pak-ahok-baru-bilangnya-gitu
"Kenapa Setelah Saya Bawa Surat dari Pak
Ahok Baru Bilangnya Gitu..."
Kontributor Gresik, Hamzah Arfah
Kompas.com - 02/01/2018, 19:34 WIB
Kakak FM, Rohima, saat memberikan keterangan kepada pers.
Kakak FM, Rohima, saat memberikan keterangan kepada pers.(KOMPAS.com/Hamzah)
*LAMONGAN <http://indeks.kompas.com/tag/Lamongan>, KOMPAS.com* — Siswi
SMA <http://indeks.kompas.com/tag/siswi-SMA> Negeri Lamongan
<http://indeks.kompas.com/tag/Lamongan> yang menulis surat kepada mantan
Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok
<http://indeks.kompas.com/tag/Ahok>) lantaran ijazahnya sempat ditahan
pihak sekolah akhirnya diketahui.
Dia adalah FM (18), warga Jalan Kusuma Bangsa, Kecamatan Kota Lamongan,
Lamongan, Jawa Timur (Jatim). Anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan
Mudjiono (58) dan Asminah (56) ini merupakan lulusan SMAN 3 Lamongan
tahun ajaran 2016/2017.
"Saya maupun keluarga sendiri memang tidak tahu bahwa adik sampai
menulis surat kepada Pak Ahok. FM ini orangnya memang penutup (pemalu),"
tutur Rochima (36), kakak FM, Selasa (2/1/2018).
Rochima pun tidak menyangkal bahwa adiknya memang masih memiliki
tunggakan kepada pihak sekolah. Hal ini membuat FM menulis surat kepada
Ahok untuk minta bantuan dalam mengambil ijazahnya.
"Memang kami ada tunggakan uang gedung sebesar Rp 2 juta yang belum bisa
dibayarkan mulai dia kelas 1," ujarnya.
*(Baca juga: Kepala SMAN 3 Lamongan Akui Penulis Surat untuk Ahok adalah
Siswinya
<http://regional.kompas.com/read/2018/01/02/16480821/kepala-sman-3-lamongan-akui-penulis-surat-untuk-ahok-adalah-siswinya> )*
Ketika ditanya mengenai apakah dirinya maupun pihak keluarga sudah
mencoba menghadap pihak sekolah, Rochima mengaku baru sebatas komunikasi
dengan wali kelas FM.
"Setelah diwisuda dan teman-teman FM cap tiga jari, saya sempat WA
(WhatsApp) kepada wali kelasnya. Pak, apakah bisa adik saya ikut cap
tiga jari?" kata Rochima.
"Malah dia jawab, /sampean/ (Anda) punya uang berapa, terus kira-kira
bisa diangsur sampai kapan, karena ini uang buat operasional sekolah,"
lanjutnya.
Berbekal surat kiriman dari Ahok melalui staf pribadinya, Natanael
Ompusunggu, Rochima lantas memberanikan diri mendampingi FM mengambil
ijazah ke SMA Negeri 3 Lamongan.
"Memang ambil ijazah itu gratis, tapi kenapa kok setelah saya bawa surat
dari Pak Ahok itu baru bilangnya begitu. Kemudian ijazah diberikan
secara gratis, tanpa dipungut biaya apa pun," tutur Rochima.
*(Baca juga: Siswi SMAN 3 Lamongan Surati Ahok, Ini Kata Dinas
Pendidikan
<http://regional.kompas.com/read/2018/01/02/18392801/siswi-sman-3-lamongan-surati-ahok-ini-kata-dinas-pendidikan> )*
Pihak keluarga, sambung Rochima, menyatakan berterima kasih kepada Ahok
karena akhirnya ijazah tersebut diberikan oleh pihak sekolah secara gratis.
"Bahkan sebelum kami pulang, Pak Wiyono (Kepala SMAN 3 Lamongan) sempat
bilang, /weslah gak usah ngene-ngenean aku percoyo/ (sudahlah nggak
pakai surat dari Ahok, saya percaya). Ijazahnya kemudian diberikan
gratis dan meminta bila dikasih uang oleh Ahok disarankan untuk modal FM
buka usaha atau melanjutkan kuliah," ujarnya.
Rochima menambahkan, hingga kini keluarganya belum pernah menerima
bantuan berupa dana dari pihak Ahok. Hanya ia tetap berterima kasih
kepada Ahok atas perhatian yang telah diberikan kepada FM.