Perpustakaan kecil yang menjadi perbatasan Amerika Serikat-Kanada 
http://www.bbc.com/indonesia/vert-tra-42563303 
 5 Januari 2018




Hak atas fotoGETTY IMAGES Perpustakaan Haskell berdiri di atas dua negara, 
dengan satu kaki berada di Amerika Serikat dan yang lainnya di Kanada.
 Masuklah ke dalam Haskell Library dan Anda akan dengan mudah menganggapnya 
sebagai perpustakaan kota kecil khas Amerika.
 Tentu saja yang ini sedikit lebih elegan, dengan kayu asli yang berasal dari 
tahun 1905 dan kursi-kursi baca berlapis kain, tetapi tetap saja itu sebuah 
perpustakaan seperti yang lainnya.
 Segera saja, berbagai pertanyaan bermunculan.
 Mengapa para pustakawan dengan mudah beralih antara bahasa Inggris ke bahasa 
Prancis? Mengapa tumpukan-tumpukan ini berisi begitu banyak buku tentang 
sejarah Prancis-Kanada? Dan yang paling membingungkan adalah, apakah garis 
hitam yang melintas di permukaan lantai?
 Kota di Eropa yang sangat mencintai orang asing 
http://www.bbc.com/indonesia/vert-tra-42550337 Basa-basi membuat Mexico City 
tetap hidup http://www.bbc.com/indonesia/vert-tra-42527413 Mengapa orang Korea 
Selatan jarang menggunakan kata 'saya'? 
http://www.bbc.com/indonesia/vert-tra-42477168 Ternyata Haskell adalah 
perpustakaan yang berbeda dari perpustakaan lainnya. Berdiri di atas dua 
negara, dengan satu kaki berada di Amerika Serikat dan yang lainnya berada di 
Kanada.
 Garis hitam yang melintang di sepanjang lantai -berupa lakban- menandakan 
perbatasan internasional, memisahkan kota Derby Line, Vermont dari Stanstead, 
Quebec.
 Pintu depan, papan buletin komunitas dan buku anak-anak berada di sisi Amerika 
Serikat; sisa koleksi dan ruang baca ada di sisi Kanada.
Hak atas fotoGETTY IMAGESImage captionHaskell Library terletak di perbatasan 
antara Vermont di Amerika Serikat dan Quebec di Kanada. Lakban itu tampak 
usang. Tidak heran - inilah sumber perhatian yang tidak pernah berakhir. Belum 
satu jam berlalu, kata Nancy Rumery, direktur perpustakaan, dari saat para 
pengunjung berpose untuk berfoto dengan garis itu.
 Mereka berpose dengan berbagai ekspresi wajah, atau sembari berbaris di atas 
lakban itu. Mereka berpose dengan Flat Stanley, poster kertas dari salah satu 
karakter dalam buku cerita anak-anak.
 Beberapa keluarga antri di kedua sisi garis tersebut, yang lainnya berada 
dalam urutan yang semakin lama semakin sedikit.
 Baru-baru ini, Rumery telah menemukan sesuatu yang lebih aneh lagi: beberapa 
pengunjung tampak seperti membeku di depan garis hitam tersebut, seolah-olah 
seperti sedang memancarkan medan kekuatan yang tidak terlihat.
 Mereka telah melihat sebuah gosip dari internet yang menyatakan bahwa 
menyeberangi garis adalah perbuatan ilegal. Faktanya hal itu justru dianjurkan.
 Perpustakaan itu menikmati perannya sebagai semacam zona perdagangan bebas 
bagi manusia, sebuah oase dari perbatasan yang, meskipun tidak seperti zona 
demiliterisasi Korea, tidak lagi merupakan kawasan bebas seperti beberapa 
dekade lalu.
 Lalu kenapa mereka begitu terpesona dengan garis dari lakban hitam yang tidak 
berbahaya tersebut?
 Peran penting Kanada dalam revolusi komunikasi 
http://www.bbc.com/indonesia/vert-tra-42529224 Bahasa Euskara, asal usul bahasa 
tertua Eropa yang misterius http://www.bbc.com/indonesia/vert-tra-40920799 
Mengapa makam Jenghis Khan tak dapat ditemukan? 
http://www.bbc.com/indonesia/vert-tra-40889198 Perbatasan-perbatasan selalu 
membuat kita tertarik. Ada sesuatu tentang pemisahan antara dua dunia yang 
menggelitik, dan menakutkan.
 Akui saja, perbatasan dapat menakutkan. Mereka mengisyaratkan adanya kegelapan 
dan bahaya di sisi sebelah sana. Itulah yang membuat Haskell Library begitu 
menyegarkan. Perpustakan itu menolak untuk membiarkan ketakutan itu.
 "Sebuah garis di peta itulah yang memisahkan kita, seharusnya juga yang 
membagi kita," kata seorang Kanada, Hal Newman.
 "Tetapi itulah yang menjadikan Haskell begitu spektakuler. Iya, sebuah 
perbatasan yang melintas di tengah-tengah itu, justru menyatukan orang-orang. 
Fantastis kan?"
Hak atas fotoGETTY IMAGESImage captionPelanggan perpustakaan dapat menyeberang 
lakban hitam yang menandai perbatasan internasional itu dengan bebas. Newman 
adalah mantan direktur dari Haskell Opera House yang letaknya berdampingan, 
yang juga berdiri di atas perbatasan.
 Dia menyebutnya 'ruangan yang tidak mungkin', karena tidak mungkin tempat 
seperti itu ada.
 Panggung ada di wilayah Kanada, sementara kursi-kursi berada di wilayah 
Amerika. Faktanya perbatasan yang melintas di antara beberapa kursi-kursi 
tersebut menandakan Haskell sebagai "satu-satunya gedung opera di dunia di mana 
masing-masing pipi Anda bisa berada di dua sisi perbatasan," katanya.
 Hal ini sudah dirancang, bukan suatu kebetulan.
 Keluarga Haskell secara sengaja membangun perpustakaan dan gedung opera di 
sepanjang perbatasan, lebih dari satu abad yang lalu dengan tujuan untuk 
mempromosikan interaksi dan persahabatan lintas perbatasan.
 Mengelola perusahaan bi-nasional "sangat rumit," kata Rumery, yang, meski 
orang Kanada, tapi menggunakan kata 'kami' ketika merujuk pada orang-orang 
Kanada maupun Amerika.
 Ada nilai tukar internasional yang saling bersaing (perpustakaan itu menerima 
kedua mata uang; tidak ada denda, tetapi mereka menjual kartu pos dan 
kenang-kenangan lain); dan dua set peraturan keselamatan (perpustakaan 
menggunakan peraturan mana yang paling ketat).
 Pergi makan siang perlu menyeberang di perbatasan internasional (lebih mudah 
untuk pesan antar).
 Rumery harus bernegosiasi tidak hanya dengan para pembaca yang berburu novel 
terbaru Stephen King, tetapi juga dengan, antara lain, Polisi Kanada, 
Kementerian Luar Negeri AS, dan Komisi Perbatasan Internasional.
Hak atas fotoGETTY IMAGESImage captionPanggung Haskell Opera House berada di 
Kanada sementara kebanyakan kursi berada di wilayah Amerika Serikat. Ketika 15 
tahun yang lalu perpustakaan itu ingin memasang lift baru, liftnya berada di 
Kanada, tetapi untuk membawa derek, yang berada di Amerika Serikat ke sisi 
satunya, meski hanya untuk beberapa jam saja, berarti membayar alat berat.
 Solusinya? Tinggalkan derek di wilayah darat Amerika, dan angkat lift melayang 
melewati wilayah udara Kanada.
 "Kadang-kadang saya berharap bekerja di sebuah perpustakaan tua biasa," kata 
Rumery, tetapi sinar nakal berbinar di matanya membuka rahasianya. Dia hanya 
bercanda. Dia tidak ingin bekerja di tempat lain di manapun.
 Perpustakaan itu lebih dari sekadar keingintahuan geografi; dalam era 
ketegangan geopolitik dan kebuntuan pembicaraan, hal ini merupakan sebuah 
pengingat bahwa perbatasan-perbatasan adalah fiksi yang diciptakan manusia; dan 
batas serta ancaman yang ditimbulkannya menjadi kenyataan saat kita melihatnya 
sebagai ancaman.
 Saya pernah mengunjungi hamparan perbatasan ini selama bertahun-tahun.
 Pondok yang saya sewa dengan teman-teman Kanada merupakan suatu bentuk 
kompromi; terletak di Vermont, tetapi begitu dekat dengan Kanada, sehingga Anda 
bisa berjalan kaki ke sana, persis seperti yang saya lakukan pada musim panas 
ini.
 Saya juga mengemudi dan bersepeda melintasi perbatasan, setiap saat saya patuh 
lapor pada kantor bea cukai dan imigrasi Amerika Serikat dan Kanada.
Hak atas fotoGETTY IMAGESImage captionSambil berolahraga kayak di Lake 
Memphremagog, penulis menyeberang di perbatasan Amerika Serikat menuju Kanada. 
Tetapi, di suatu pagi yang cerah, saya memutuskan untuk melakukan sesuatu yang 
berbeda.
 Saya melompat menaiki sebuah kayak dan mendayung melewati perbatasan, batas 
yang hanya ditandai dengan tugu putih kecil yang terletak di atas pulau kecil 
di tengah Danau Memphremagog.
 Saya tahu yang saya lakukan itu salah, tapi hal itu juga menyenangkan.
 Ada sesuatu yang menantang dari menyeberangi perbatasan internasional secara 
diam-diam, bahkan bagi sesuatu yang tampaknya tidak berbahaya seperti 
perbatasaan Amerika Serikat-Kanada.
 Saya menyesali Treaty of Westphalia (Perjanjian Westphalia) perjanjian di abad 
ke-17 yang menciptakan konsep negara modern yang berlaku sampai hari ini.
 Perbatasan bukanlah tempat statis, tapi berubah mengikuti suasana di salah 
satu, bahkan dua sisi berbeda dari garis batas.
 Perubahan besar terhadap aktivitas penyeberangan di perbatasan yang sepi ini 
terjadi setelah penyerangan 11 September 2001.
 Jalan yang melintasi perbatasan tertutup untuk lalu lintas.
 Pot tanaman-tanaman besar dipasang di depan perpustakaan, sebuah pembatas yang 
tidak terbayangkan pada 10 September. Sekarang, sebuah kendaraan Kementerian 
Luar Negeri AS terparkir di luar pintu masuk perpustakaan selama 24 jam sehari.
 Berbagai keanehan di perbatasan Belanda dan Belgia 
http://www.bbc.com/indonesia/vert-tra-42451675 Mendidik turis sambil mendaki 
situs 'paling mempesona' di Norwegia 
http://www.bbc.com/indonesia/vert-tra-42250560 Khachapuri, kudapan khas Georgia 
berbahan dasar kebahagiaan http://www.bbc.com/indonesia/vert-tra-42127445 
Namun, perubahan terbesar adalah arus para pencari suaka - dikenal sebagai 
'northbounders'- dari Amerika Serikat ke Kanada.
 "Saya teringat ketika suatu hari saya melihat sebuah mobil van mendekat di 
jalan yang berada di sisi Amerika Serikat, dan keluarga ini keluar lalu berlari 
melintasi perbatasan," kenang Newman.
 "Saat itu minus 20 derajat Celcius di luar, dan anak-anak mereka memakai 
sandal jepit. Saya tidak akan pernah melupakan hal tersebut."
 Orang-orang yang dipisahkan oleh perbatasan bertemu di perpustakaan, saling 
berpelukan di antara buku-buku Philip Roth dan Robertson Davies.
 Bagi penduduk yang sudah lama tinggal di sini, kuatnya nostalgia perbatasan 
terus berlanjut.
 Mereka mengenang hari-hari ketika dapat menyeberangi perbatasan tanpa usaha 
sama sekali, atau ketika petugas perbatasan mengenal nama Anda dan melambaikan 
tangan pada Anda dengan sebuah senyuman.
 Atau masa ketika Anda tidak perlu berpikir dua kali untuk melintasi perbatasan 
untuk mendapatkan sepotong pizza, ketika kehidupan lebih baik.
Hak atas fotoGETTY IMAGESImage captionSebelum penyerangan 11 September 2001, 
Anda dapat menyeberangi perbatasan dengan mudah. "Saya pernah mempunyai teman 
Kanada sebanyak teman Amerika," kata Buzzy Roy, seorang apoteker di Brown's 
Drug Store di Derby Line.
 "Anda tidak berpikir apakah mereka orang Kanada atau orang Amerika. Mereka 
cuma teman. Dalam pikiran kita, perbatasan itu tidak ada."
 Sekarang, kedua kota itu masih saling berbagi sistem pengairan tetapi, selain 
kenangan indah, tidak banyak lagi.
 Perpustakaan dan gedung opera yang berdampingan itu adalah tempat terakhir di 
mana para penduduk biasanya berinteraksi.
 Apotik Roy menempati posisi yang genting, seperti tanah tak bertuan antara 
Amerika Serikat dan Kanada.
 Mobil-mobil yang masuk dari Kanada harus berjalan sekitar 100 meter sebelum 
mendekati pabean dan pos imigrasi Amerika Serikat, yang artinya bahwa sekalipun 
berada di tanah Amerika, mereka belum masuk secara resmi di negara itu.
 Apotik ini berdiri dalam jarak itu. "Hal ini sangat membingungkan, sangat 
tidak normal. Anda tidak melihat banyak perbatasan seperti ini," katanya, 
sambil menambahkan bahwa sesekali orang-orang yang masuk ke tokonya tidak 
mengetahui mereka sedang berada di negara mana.
 Derby Line, seperti halnya kota-kota kecil lainnya, sakit secara ekonomi, 
sebagaimana yang terlihat dari reklame.
 Persaingan dari toko-toko besar merupakan salah satu yang disebut sebagai 
sumber masalah, tetapi begitu juga perbatasan, menurut Roy. "Terlalu banyak 
kerepotan untuk imbalan yang begitu sedikit," katanya.
 Kadang-kadang masalah perbatasan justru mendorong ekonomi lokal, kadang-kadang 
malah melukai ekonomi setempat. Perbatasan tidak pernah netral.
Hak atas fotoGETTY IMAGESImage captionPapan buletin komunitas perpustakaan dan 
buku-buku anak berada di wilayah Amerika Serikat sementara sisanya berada di 
Kanada. "Saya sadar ada kebutuhan untuk memperketat pengawasan sejak 30 atau 40 
tahun yang lalu, tetapi beberapa hal yang mereka lakukan sebenarnya tidak 
penting," kata Brian Smith, seorang wakil dari negara bagian Vermont, yang 
telah menjalani hampir seluruh hidupnya di Derby Line.
 Smith menceritakan sebuah kisah tentang seorang laki-laki Vermont yang berusia 
85 tahun, yang pergi untuk mengunjungi teman perempuannya yang asal Kanada.
 Ketika dia kembali, sistem komputer Kementerian Luar Negeri AS sedang down, 
sehingga petugas, yang sebenarnya mengenal laki-laki itu, memaksanya untuk 
menunggu selama satu jam sampai normal kembali.
 "Ini benar-benar konyol," kata Smith. "Kanada bukan musuh kita."
 Benar, tetapi dalam beberapa tahun terakhir, ada orang-orang yang telah 
mencoba untuk memanfaatkan kemudahan ini.
 Pada tahun 2011, laki-laki warga Montreal ditahan karena diduga menyelundupkan 
ransel yang penuh dengan senjata melalui toilet perpustakaan. (Baru-baru ini 
dia diekstradisi ke Amerika Serikat untuk menghadapi sidang di sana).
 Hal tersebut mengejutkan para pegawai perpustakaan; "Sebuah pelanggaran 
terhadap tempat suci," kata Newman.
 Hal itu juga menimbulkan kekhawatiran bahwa, di dalam iklim saat ini, masa 
depan perpustakaan menjadi tidak pasti. Namun, untuk menutup perpustakaan, 
pasti akan berhadapan dengan perlawanan, Smith memprediksi.
 "Anda akan melihat kemarahan warga," katanya. "Di kedua sisi perbatasan."
 
 Anda dapat membaca tulisan ini dalam bahasa Ingris dengan judul The US-Canada 
border runs through this tiny library  
http://www.bbc.com/travel/story/20171105-the-us-canada-border-runs-through-this-tiny-librarydi
 BBC Travel http://www.bbc.com/travel.
 

Kirim email ke