Ini 7 Bukti Bahwa Teori Bumi Datar Salah
Reporter: 
Amri Mahbub
Editor: 
Amri Mahbub
Jumat, 6 Oktober 2017 14:59 WIB0 KOMENTAR2215179349   
   -   Arial  Roboto  Times  Verdana  
   - 
   - 
   - 

Peta bumi datar yang dipercayai oleh kaum flatearth. (flatearthfetch.co.uk)

TEMPO.CO, Jakarta - Penganut teori bumi datar tidak henti-hentinya ingin 
membuktikan anggapan mereka benar. Baru-baru ini rapper B.o.B memulai sebuah 
kampanye crowdfunding untuk mengumpulkan US$ 1 juta, setara dengan 13,5 miliar 
rupiah, untuk meluncurkan satelit ke luar angkasa dan membuktikan bahwa bumi 
itu datar.

Musisi yang berbasis di Georgia itu telah mengumpulkan sekitar US$ 2.000 (Rp 27 
juta) dalam lima hari pertama setelah kampanye itu dibuka. Namun, keraguan 
B.o.B itu sebenarnya dapat diredakan dengan lebih mudah, tanpa perlu peluncuran 
satelit. Sebab, bukti selama ini sudah menyatakan bahwa bumi itu bulat.

Berikut tujuh cara membuktikan bahwa bumi itu bulat:

1. Pergi ke Pelabuhan
Ketika sebuah kapal berlayar menuju cakrawala, ia akan terlihat semakin kecil 
dan badan kapal akan tampak tenggelam terlebih dahulu yang disusul dengan 
tiangnya. Ketika kapal tersebut kembali, urutannya akan berbalik, tiang kapal 
akan terlihat lebih dahulu daripada badannya.



Observasi kapal dan cakrawala telah jelas dalam "Astronomi Zetetik" pada 1881. 
Teks pertama mengenai bumi datar dijelaskan dalam sebuah bab untuk membongkar 
fenomena tersebut. Teks itu menjelaskan bahwa adanya asumsi tentang 
penghilangan sekuensial hanyalah sebuah ilusi yang dibawa oleh perspektif. 
Penjelasan ini tidaklah masuk akal, dan ditentang banyak pihak. Bahkan, dengan 
peningkatan penglihatan, kapal masih tetap tampak tenggelam di bawah kurva bumi.

2. Melihat Bintang
Filsuf Yunani Aristoteles menemukan bahwa konstelasi yang berbeda terlihat dari 
garis lintang yang berbeda sejak 350 sebelum Masehi. Dua contoh mencolok dalam 
fenomena ini adalah Big Dipper dan Southern Cross. Big Dipper memiliki satu set 
dari tujuh bintang yang terlihat seperti sendok besar. Asterisme rasi Ursa 
Major ini, selalu terlihat di garis lintang 41 derajat utara atau lebih tinggi.

Sementara di belahan bumi selatan memiliki Southern Cross, sebuah susanan empat 
bintang yang terang. Konstelasi itu tidak akan terlihat jika berada di belahan 
bumi utara seperti Florida Keys. Pandangan yang berbeda mengenai bintang ini 
dapat dipahami jika percaya pada konsep bumi sebagai bola dunia. Sebab, teori 
ini melihat ke arah rangkaian ruang yang berbeda dari belahan selatan dan 
belahan bumi utara.
3. Perhatikan Gerhana
Aristoteles juga memperkuat keyakinan bahwa bumi itu bulat dengan pengamatan 
selama gerhana bulan. Ketika gerhana bulan terjadi bayangan bumi terlihat 
melengkung berada di depan matahari. Aristoteles secara intuitif menjelaskan 
bahwa bayangan melengkung ini berarti bumi melengkung di sekeliling matahari 
seperti sebuah bola. Dalam hal ini, gerhana matahari juga cenderung memperkuat 
gagasan bahwa planet, bulan dan bintang adalah sekumpulan benda bulat yang 
saling mengorbit.
4. Memanjat Pohon
Jika bumi datar, orang dapat melihat jarak yang sama tidak peduli berapa 
ketinggiannya. Namun, karena bumi melengkung fenomena ini tidak dapat terjadi.. 
Kelengkungan bumi membatasi penglihatan kita sampai sekitar 3,1 mil (5 
kilometer), kecuali jika anda memanjat pohon, bangunan, atau gunung akan 
membuat penglihatan anda menjadi lebih tinggi.

5. Lakukan Penerbangan Dunia
Untuk langkah ini, akan menghabiskan biaya kurang dari dana peluncuran satelit 
B.o.B, US$ 1 juta (Rp 13,5 miliar). Jika anda beruntung mendapatkan pamandangan 
horiSon dalam perjalanan tersebut, anda akan dapat melihat kelengkungan Bumi 
dengan mata telanjang.

Menurut sebuah makalah PADA 2008 di jurnal Applied Optics, kurva Bumi akan 
terlihat pada ketinggian sekitar 35.000 kaki (10,6 kilometer). Penumpang 
pesawat jet Concorde supersonik saat ini sering disuguhi pemandangan cakrawala 
melengkung saat terbang di ketinggian 60.000 kaki (18,2 kilometer).

Baca:Kenapa Ada yang Percaya Bumi Datar? Hasil Riset Ini Menjawabnya

Foto yang diambil astronot NASA, Terry Virts, dari Stasiun Antariksa 
Internasional (ISS) yang membuktikan bumi itu bulan, tidak datar yang dipercaya 
kaum teori bumi datar. (nasa.gov)

6. Balon Cuaca
Pada bulan Januari 2017, mahasiswa Universitas Leicester mengikat beberapa 
kamera ke balon cuaca dan mengirimkannya ke langit. Balon itu naik sekitar 
77.429 kaki (23,6 kilometer) di atas permukaan, hasilnya kamera di atas balon 
mengirimkan rekaman yang menakjubkan yang menunjukkan lekukan cakrawala.

7. Membandingkan Bayangan
Orang pertama yang memperkirakan keliling bumi adalah seorang matematikawan 
Yunani bernama Eratosthenes, yang lahir pada 276 sebelum Masehi. Dia 
melakukannya dengan membandingkan kasus bayangan pada titik balik matahari saat 
musim panas di daerah Aswan, Mesir.

Eratosthenes melakukannya pada siang hari, ketika matahari berada tepat di atas 
kepala di Aswan, tidak ada bayangan di sana. Sedangkan di Alexandria, sebuah 
tongkat yang didirikan di tanah membuat bayangan.

Eratosthenes menyadari bahwa jika dia tahu sudut bayangan dan jarak antara 
kota-kota, dia bisa menghitung keliling dunia. Di atas Bumi yang datar, tidak 
akan ada perbedaan antara panjang bayangan. Posisi matahari akan sama. Hanya 
planet berbentuk bola yang dapat menjelaskan mengapa posisi matahari berbeda di 
dua kota yang hanya terpisah beberapa ratus mil.

Baca: Penganut Teori Bumi Datar Ini Jadi Bulan-Bulanan Astronot NASA

Simak artikel menarik lainnya tentang teori bumi datar hanya di kanal Tekno 
Tempo.co.

LIVE SCIENCE | ZUL’AINI FI’ID N. | AMB

Kirim email ke