Nampaknya Menko Kemaritiman Luhut, menghendaki Asing darimanapun dia, 
diperkenankan menangkap ikan diperairan Indonesia dalam bentuk investasi, kedua 
dengan menuntut menggunakan sebagian tenaga-kerja Indonesia, dan ketiga, dalam 
jangka waktu 3-4 tahun mayoritras tenaga-kerja dari Indonesia dan mendidik 
pekerja Indonesia menguasai teknologinya.  Begitu kira2 penangkapan saya.

Tapi, ... kalau masalah penangkapan ikan saja, kenapa masih harus belajar dari 
Asing, ya? Kalau masalahnya peralatan yang lebih modern, kenapa pemerintah 
tidak berani memberikan kredit pada nelayan utk membeli dari Asing, dan 
biasanya ada pelatihan penggunaan alat itu dengan baik, ... 

Bukankah penggunaan pukat harimau, yang ditarik 2 kapal itulah cara penangkapan 
ikan yang paling efektif sekarang ini, ... yang jadi masalah besaran lubang 
jala nya HARUS DIBATASI! Jangan terlalu kecil, sehingga anak-anak ikan juga 
terjerat masuk pukat harimau itu!

Lalu, kalau tidak lagi tenggelamkan kapal-kapal yang tertangkap melanggar 
perairan, hanya diusir-usir saja bagaimana membuat pelanggar bisa jera? 
Sanggupkah pemerintah mengatasi makin banyaknya pelanggar, ... untuk 
meningkatkan produksi ikan kita sendiri?

Salam,
ChanCT


From: 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] 
Sent: Tuesday, January 9, 2018 2:27 AM
  



https://bisnis.tempo.co/read/1048514/luhut-minta-susi-tidak-tenggelamkan-kapal-lagi-ini-sebabnya?

TerkiniUtama&campaign=TerkiniUtama_Click_9


Luhut Minta Susi Tidak Tenggelamkan Kapal Lagi, 

Ini Sebabnya 
Reporter: 
Syafiul Hadi
Editor: 
Yudono Yanuar
Senin, 8 Januari 2018 22:01 WIB 
 
Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Binsar Panjaitan serta Menteri 
Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam pembukaan World Ocean Summit 2017 
di Sofitel, Nusa Dua, 23 Februari 2017. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan 
mengatakan, sebagai menteri koordinator yang membawahi Menteri Kelautan dan 
Perikanan Susi Pudjiastuti, tidak menginginkan ada penenggelaman kapal lagi 
tahun ini. "Cukuplah itu," ujarnya di kantornya, Jakarta, Senin, 8 Januari 2018.

Baca juga: 2018, Susi Pudjiastuti Larang Tangkap Ikan Pakai Pukat Harimau

Luhut berujar, pada tahun ini, pemerintah akan berfokus pada peningkatan 
produksi. Hal tersebut bertujuan meningkatkan ekspor. "Kami fokus bagaimana 
agar ekspor meningkat," katanya seusai rapat koordinasi dengan empat menteri di 
bawah koordinasi kementeriannya.

Sejak menjabat pada 2014, Susi Pudjiastuti bertindak tegas dengan 
menenggelamkan kapal asing yang tertangkap mencuri ikan di perairan Indonesia.

Dalam rapat koordinasi itu, Susi terlihat meninggalkan kantor Kementerian 
Koordinator Kemaritiman pukul 17.00 dan tidak bersedia menjelaskan hasil 
pertemuan. Luhut baru bicara ke media sekitar pukul 19.00 setelah rapat dengan 
Badan Restorasi Gambut.

Luhut menyebutkan, pada tahun ini, pemerintah juga akan berfokus pada produksi 
ikan di penangkaran, seperti ikan Napoleon yang ditangkarkan di Natuna. "Itu 
ada 35 ribu ekor yang bisa diekspor," ucapnya.

Luhut berujar Presiden Joko Widodo atau Jokowi juga memerintahkan semua 
investasi kelautan dan perikanan pada 2018, yang membawa kebaikan, harus 
dilakukan. Asalkan dengan beberapa syarat, seperti teknologi yang ramah 
lingkungan.

"Mau datang dari langit ke tujuh, dari neraka, atau dari mana pun investornya, 
asal ramah lingkungan, tidak apa-apa," tuturnya.

Selanjutnya, kata Luhut, syarat lainnya adalah investor boleh menggunakan 
tenaga asing pada tiga sampai empat tahun pertama. Namun setelah masa tersebut 
investor harus menggunakan tenaga kerja dari Indonesia.

"Monggo pakai tenaga asing, tapi harus mendidik tenaga kerja Indonesia juga 
sehingga setelah tiga sampai empat tahun itu harus mayoritas tenaga Indonesia," 
ujarnya.

Syarat lain yang diinginkan Jokowi adalah industri harus dari hulu ke hilir, 
seperti industri nikel di Morowali dengan hasil produksi turunan dari bahan 
tersebut. "Sehingga nilai tambahnya dapat dinikmati, juga lapangan kerja 
sekaligus dengan tadi transfer teknologi," katanya.

Berita tentang Susi Pudjiastuti lain bisa diikuti di Tempo.co.


--------------------------------------------------------------------------------

a.. Susi Pudjiastuti 
a.. Luhut Pandjaitan 
a.. Kapal Asing 







Kirim email ke