https://www.kompasiana.com/opajappy/5a54857fdd0fa87d212cbce2/aktor-intelektual-di-balik-surat-gugatan-cerai-dari-basuki-tj-purnama


Aktor Intelektual di Balik Surat Gugatan Cerai dari Basuki Tj Purnama
9 Januari 2018   16:03 Diperbarui: 10 Januari 2018   06:16  535  4 9
 
Dokumentasi Trbun


PERHATIAN:
Saya tak menerima Komentar Sampah, 
https://www.kompasiana.com/opajappy/komentar-sampah-saya-hapus_5905c9ccff22bd135b0b7fd4


Ciri-ciri Komentar Sampah:

  1.. Vulgar, porno, seksualitas dan pelecehan seksual ancaman, benci, 
kebencian, permusuhan 
  2.. Caci maki seseorang maupun kelompok 
  3.. Sentimen sara, rasis, rasialis, diskriminasi, dan sejenisnya 
  4.. Menyerang individu 
  5.. Melenceng dan menyimpang jauh dari topik yang dibahas komentar spam, isi 
komentar yang sama dan berulang-ulang pada/di satu tulisan - artikel - lapak
Nah. Jika ada komentar seperti itu di bawah tulisan saya, maka tidak ada ampun 
dan ampunan, saya langsung hapus.



Dokumentasi Pribadi



Tulisan ini berdasar, "Karena Belum Ada Konfirmasi yang Keluar dari Mulut 
Basuki Tj Purnama dan Veronica Tan"

Sekitaran Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok  Jawa Barat | Syahdan, ada seseorang 
yang bernama Aktor Intelektual atau AI dan Kelompoknya. Sebetulnya AI tak 
begitu cemerlang dan smart, namun ia memiliki kekayaan yang melimpah. Oleh 
karena itu, banyak orang dan kelompok yang mendekatinya, bahkan menyatakan diri 
sebagai orang yang dekat dengan AI. Salah satu kelompok tersebut adalah LPB 
atau Kelompok Lawan Politik Basuki Tj Purnama. AI pun masuk dan sebagai bagian 
dari LPB, sehingga bertambah kuat. Jadinya, jika menyebut AI, maka LPB termasuk 
di dalamnya; dan bila menyebut LPB, maka AI adalah bagian yang tak terpisahkan 
dari LPB.

LPB terdiri dari sejumlah orang, ormas, organisasi (atas nama) keagamaan, dan 
juga sejumlah politisi dari beberapa Parpol. Dengan demikian LPB memilik SDM 
dan Dana yang  berlimpah untuk menghancurkan dan menewaskan hidup dan kehidupan 
politik Basuki Tj Purnama; bahkan hidup dan kehidupan serta eksistensi Basuki 
Tj Purnama.

Kelompok inilah, LPB, yang sejak lama melakukan banyak orasi, narasi, dan 
publikasi agar Basuki Tj Purnama atau BTP, dan juga orang-orang yang 'sejiwa 
dan sealiaran' dengan BTP tak ada dan muncul pada pentas politik serta 
kepemimpinan di Daerah maupun Nasional. Menurut informasi yang layak dipercaya, 
merekalah yang berhasil menggiring BTP ke dalam penjara.

Agaknya, setelah BTP dipenjarakan, naluri benci dan kebencian LBP belum 
terpuaskan. Mereka tetap berupaya agar BTP benar-benar hancur tiada berbekas, 
dan lenyap dari ingatan publik. Sudah banyak gerakan dan opini jahat yang 
mereka lakukan, namun tak pernah berhasil. Bahkan, upaya menghilangkan nyawa 
BTP pun telah dilakukan, tapi semuanya gagal total.

Oleh sebab itu, LPB pun menyusun rencana baru; dan harus berbeda dengan yang 
dilakukan sebelumnya. Harus bersifat 'topan informasi'  yang disampaikan secara 
terstruktur, sistimatis, dan masif, bahkan dengan pemberitaan media cetak, tv, 
radio, dan lain sebagainya, termasuk sebaran ysng menjadi viral di Medsos. LPB 
berpikir panjang; rencana pun disusun, metodenya diolah, detail plan dibuat, 
aksi strategis dirancang, semuanya  diperhitungkan dengan teliti dan cermat. 
Putusan finalnya adalah 'Pembusukan Karakter BTP melalui isue Keluarga' yaitu 
hubungan BTP dan Isterinya tak harmonis, serta berdampak pada perceraian.

Karena main program atau tema besarnya adalah Pembusukan Karakter BTP melalui 
isue Keluarga;' maka dengan sedikit berimajinasi, terlihat langkah atau atau 
tahapan sebagai berikut

  1.. Menyusun Surat Gugatan Cerai atas nama BTP terhadap isterinya yaitu 
Veronica Tan. Tanda tangan BTP mudah ditiru. Setelah surat gugatan disiapkan, 
dan edit sana-sini, agar sesuai denngan bahasa hukum, disetetujui oleh elite 
LPB 
  2.. LPB menghubungi pengacara atau SP, sambil menawarkan program serta 
sejumalah uang jasa, sekaligus perlindungan keamanan. SP pun bergeser ke tempan 
aman, sambil mennyiapkan 'rekaman video pengakuan' bahwa dirinya dipercayai 
sebagai Kuasa Hukum BTP untuk mengurus perceraian 
  3.. 5 Januari 2018, ketika segenap petugas PN Jakarta Utara sudah persiapkan 
diri untuk pulang, bahkan meja penerima dan register surat masuk pun sudah 
kosong, karena petugasanya sudah menuju Mesin Absen untuk pulang, maka pada 
momen itu lah tiba-tiba kurir dari LPB muncul di Lobby PN Jakarta Utara, dan 
membawa Surat Gugatan Cerai. Karena sempitnya waktu, maka surat tersebut 
disimpan di laci meja, Pas dan sesuai rencana. Kurir LPB mencatat nama dan 
nomer HP sang penerima surat atau PS. Ia pun ditelepon oleh elite LPB agar 
ikuti permintaan, dengan imbalan tertentu 
  4.. Senin, 8 Januari, pagi hari, sebelum para petinggi PN Jakarta Utara ada 
di Kantor dan memeriksa surat-surat yang masuk, PS, sesuai dengan permintaan 
LPB, menghubungi Wartawan yang  ia kenal atau biasa ada di PN Jakarta Utara 
atau WK. 
  5.. WK, yang mungkin saja masih muda, melihat bahwa ini informasi bagus, 
berharga, dan pasti bisa menjadi informasi yang viral dalam sekejab, langsung 
mengirim ke redaksi.  Sesuai rencana 
  6.. Redaksi media tempat WK bekerja pun, tanpa melakukan cek kebenaran ke BTP 
atau pun Veronica Tan, langsung mengpublikasikan berita Gugatan Cerai Basuki Tj 
Purnama. Sesuai renacana 
  7.. Redaksi media-media besardan dan juga TV, sangat percaya pada berita dari 
WK dan medianya, sehingga mereka tak lakukan konfirmasi kebenaran berita atau 
surat gugat cerai secara langsung ke Basuki Tj Purnama. Ini lah malapetakanya; 
terjadi Topan atau pun Badai Informasi yang dasyat. 
  8.. Netizen jadi heboh; warganet langsung ramai. Traffic pada artikel di WK 
mencapai lebih dari satu juta orang. Media Pemberitaan online yang lain pun 
menurunkan serial sekitar Ahok-Vero. Media TV pun ikut meramaikan. Media News 
Online mainsream dan dan non-mainstream juga lakukan re-publish ditambah 
bumbu-bumbu busuk 
  9.. Sementara itu, para anggota LPB lainnya menyusus atau edit sejumlah meme, 
image yang menggambarkan adanya ketidakberesan hubungan Ahok-Vero, bahkan 
muncul juga image tentang seseorang, asal Parpol Gerindra, yang disebut sebagai 
'selingkuhannya Vero.' 
  10.. SP atau Sang Pengacara pun mengirim video ke linknya; jelas bahwa video 
tersebut dibuat pada bukan pada ruang publik, video tersebut disebarkan secara 
viral ke berbagai penjuru melalui WA. Pas dan sesuai rencana. 
  11.. Hasil dari semuanya itu, sepanjang hari 8 Januari 2018, pemberitaan 
media dan percakapan di Medsos, dan lain sebagainya berkisar pada  Gugatan 
Cerai Ahok terhadap Veronica Tan.
Semuanya sesuai rencana; tertulis susuai dengan kelana imaginerku

Malam kemarin, diriku nyang tuuwir  ini, memaksakan diri agar bertemu dengan 
seseorang yang selalu ada di samping Basuki Tj Purnama; saya bertanya tentang 
semuanya. Ia hanya menjawab, "Opa, tak ada apa-apa; Bapak  biasa-biasa saja. 
Jika ada apa-apa nanti saya sampaikan ke Opa."

Nah ....

Lalu, dengan nada selidik,saya bertanya tentang dari mana asal 'Surat Gugat 
Cerai' tersebut, Surat yang agaknya pertama kali dipublish oleh Kompas Com, 
kemudian menjadi serial di Tribun, dan portal berita lainnya. Ia pun menjawab 
tenang, "Lagi ditelusuri."

Lalu, siapa mereka?

So. kita tunggu sajalah sampai jauh mana permainan ini berlangsung.



Opa Jappy


Kirim email ke