Kebijakan emosionil. Cuma buat pencitraan. Apa malunya disita kemudian dijual 
kepada nelayan kita sendiri?Sama seperti drug yang disita kenapa kudu 
dimusnahkan, bukannya diberikan kepada yang sakit yang miskin yang membutuhkan 
tapi ga punya duit buat belinya?mj

Jokowi Tanggapi Silang Pendapat JK, Luhut, dan Susi soal Penenggelaman Kapal
IHSANUDDINKompas.com - 10/01/2018, 18:53 WIB  Presiden Joko Widodo saat hadir 
pada perayaan HUT PDI-P ke-45, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu 
(10/1/2018).(KOMPAS.com/ MOH NADLIR)
JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo angkat bicara soal silang pendapat 
di kabinet kerja terkait kebijakan penenggelaman kapal asing pencuri ikan di 
wilayah perairan Indonesia.

Silang pendapat terjadi antara Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator 
bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, dan Menteri Kelautan dan Perikanan 
Susi Pudjiastuti.

Luhut meminta langkah Susi menenggelamkan kapal dihentikan dan meminta 
Kementerian Kelautan dan Perikanan fokus meningkatkan ekspor.

Pernyataan Luhut kemudian didukung Wapres Kalla.

(Baca: Penenggelaman Kapal ala Susi Dipuji Jokowi, Dikritik JK dan Luhut)

Namun, Susi menyatakan tetap konsisten pada kebijakannya karena merasa hal 
tersebut  sesuai ketentuan undang-undang.

Presiden mengatakan sempat meminta Susi untuk fokus meningkatkan ekspor ikan. 
Permintaan itu disampaikan Presiden kepada Susi dalam rapat kabinet.

"Saya sampaikan ke Bu Susi, Bu sekarang konsentrasinya ke industri pengolahan 
ikan terutama yang mendorong untuk ekspor, ikan untuk ekspor karena ekspor kita 
turun. Itu saja," kata Presiden di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu (10/1/2018).

(Baca: Wapres Minta Menteri Susi Hentikan Penenggelaman Kapal)

Namun, Presiden Jokowi tetap menilai bahwa penenggelaman kapal yang selama tiga 
tahun terakhir dilakukan untuk kebaikan negara.

Ia menyatakan tetap mendukung kebijakan tersebut sebagai bentuk penegakan hukum.

"Jadi, penenggelaman ini bentuk law enforcement yang kita tunjukkan bahwa kita 
ini tidak main-main terhadap ilegal fishing, terhadap pencurian ikan. Enggak 
main-main," kata Presiden Jokowi.

"Oleh karena yang paling serem ditenggelamkan. Yang paling serem itu. Untuk 
efek jera," tambah dia.



Kirim email ke