Lha, katanya MUI tidak melarang mengucapkan Selamat natal ?

2017-12-29 11:57 GMT+01:00 Sunny ambon [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
> *Rahasia umum, MUI didirikan oleh Jenderal Soeharto untuk memperkokoh
> kekuasaannya dengan bantuan kaum agama. Soeharto sudah mati, MUI tetap
> hidup. Untuk hidup perlu peluang baru, kerja mereka mengeluarkan
> fatwa-fatwa supaya dianggap umat bahwa MUI terdiri dari orang-orang yang
> ada hubungan langsung dengan sang di Atas, demi untuk rejeki hidup terus
> dilimpahkan. Jangan dilupakan menteri agama seperti Suryadarma Ali juga
> anggota MUI. Sekarang dimana dia, di alam bebas ataukah dipenjara?*
>
> http://www.panjimas.com/news/2017/12/28/ormas-islamwalikota-solo-langgar-
> fatwa-mui/
>
>
> Ormas Islam: Walikota Solo Langgar Fatwa MUI
> <http://www.panjimas..com/news/2017/12/28/ormas-islamwalikota-solo-langgar-fatwa-mui/>
>
> 28 Dec 2017
>
>
> <http://www.panjimas.com/news/2017/12/28/ormas-islamwalikota-solo-langgar-fatwa-mui/>
>
>
>
> *SOLO (Panjimas.com)* – Video Walikota Solo FX Hadi Rudiyatmo memimpin
> ucapan selamat Natal dan Tahun baru, ditirukan jajaran ASN (Aparatur Sipil
> Negara) saat apel pada Kamis (23/12/2017) lalu meresahkan umat Islam.
>
> Puluhan Ormas Islam Soloraya bersama Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS)
> menggruduk Kantor DPRD Kota Solo  memprotes vidoe dan segera meminta
> Walikota Solo dipanggil untuk klarifikasi.
>
> “Kami meminta memanggil dan mengklarifikasi Walikota Surakarta atas video
> yang beredar dan meresahkan umat Islam. Memberi masukan kepada Walikota
> bahwa menurut MUI khusus bagi yang beragama Islam, mengucapkan selamat
> Natal itu hukumnya haram,” ucap Ustadz Suro Wijoyo perwakilan DSKS
> membacakan surat aduan, Rabu (27/12/2017).
>
> Suwandi, mewakili Majelis Mujahidin menilai video Pemkot Solo telah
> melanggar Fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) bahwa mengikuti dan
> mengucapkan Natal merupakan bentuk pengakuan terhadap Kelahiran Yesus
> sebagai Tuhan. Hal ini berlawanan dengan keyakinan umat Islam bahwa Tuhan
> tidak beranak dan tidak diperanakkan.
>
> “Apa yang diunggah video Pemkot Surakarta, Walikota menuntun ucapan
> Selamat Natal kok didrill sebagaimana ucapan Pancasila. Padahal karyawannya
> saya yakin banyak yang beragama Islam ini kan tidak pas,” ujarnya dihadapan
> tiga wakil rakyat itu.
>
> Lebih lanjut, Dadio Hasto, ketua Konas (Komunitas Nahi Munkar Soloraya)
> menjelaskan kedatangannya ke DPRD sebagai bentuk cinta dan peduli sesama
> umat Islam.
>
> “Sebagai umat Islam tidak ingin saudara kita disesatkan dengan apa yang
> diajarkan dalam agama Islam. Ini sebagai wujud kepedulian kami agar hal ini
> tidak terjadi lagi,” paparnya didepan Umar Hasyim politikus dari PAN,
> Jaswadi politikus dari Golkar dan Syafari wakil ketua komisi I.
>
> Rosyid, mewakili FKAM (Forum Komunikasi Aktifis Masjid) menyayangkan
> beredarnya video yang diunggah dihalaman Facebook milik Pemkot Solo.
> Pasalnya suasana Solo yang kondusif justru dikotori tindakan-tindakan yang
> tidak etis oleh internal Pemkot sendiri.
>
> “Kami sangat menyayangkan dengan kejadian ini, mengingat suasana kota Solo
> sudah sangat kondusif,” tandasnya.
>
> Sementara itu, Wakil ketua DPRD, Umar Hasyim akan melaporkan kepada Ketua
> DPRD Solo untuk ditindak lanjuti dalam rapat internal. Pihaknya juga segera
> memberikan masukan kepada Walikota terkait hal-hal yang sensitif.
>
> “Tentu masalah yang lain memanggil Walikota kita harus menengok aturan
> yang ada. Sifatnya kolektif akan kita bahas dengan pimpinan DPRD. Kami juga
> akan memberikan masukan kepada Walikota terkait hal-hal yang sensitif agar
> tidak ada gesekan antar umat beragama,” tutupnya.
>
> Dalam aksi ini beberapa ormas Islam yang hadir dari FJI, FPI, FUI
> Karanganyar, Hisbullah, Fosikom, Majelis Mujahidin, Fosam, Labbaik, Konas,
> FKAM, LUIS, JAS, Konas, dan yang lainnya. [SY]
>
>
> 
>

Kirim email ke