----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'Chan CT' [email protected]
[nasional-list] <[email protected]>Kepada: GELORA_In
<[email protected]>Terkirim: Rabu, 17 Januari 2018 07.31.35 GMT+1Judul:
[nasional-list] Kenapa Moeldoko dan Agum Gumelar?
Kenapa Moeldoko dan Agum Gumelar?
Rabu, 17 Januari 2018 12:41 WIB
Empat pejabat yang dilantik Presiden Joko Widodo adalah Idrus Marham, Jenderal
TNI (Purnawirawan) Moeldoko, Jenderal TNI (Hon) (Purnawirawan) Agum Gumelar,
dan Marsekal TNI Yuyu Sutisna, di Istana Negara, Jakarta pada Rabu (17/1/2018).
(ANTARA FOTO/Bayu Prasetyo)
.... Malah bagus khan...Jakarta (ANTARA News) - Dua pensiunan jenderal TNI AD
masuk kembali dalam jajaran resmi pemerintahan saat ini dan mereka telah
dilantik dalam upacara di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, tadi pagi. Mereka
adalah Jenderal TNI (Purnawirawan) Moeldoko dan Jenderal TNI (Hon)
(Purnawirawan) Agum Gumelar. Bagi kedua pensiunan jenderal itu, lantai dan
selasar Istana Merdeka-Istana Negara dan lain-lain kompleks gedung pemerintahan
bukan hal asing lagi. Moeldoko pernah menjadi kepala staf TNI AD dan panglima
TNI sebelum digantikan Jenderal TNI (saat itu) Gatot Nurmantyo.. Moeldoko dan
Gumelar dilantik dan diambil sumpahnya bersama dengan Menteri Sosial, Idrus
Marham, yang menggantikan Khofifah Parawansa, dan Kepala Staf TNI AU, Marsekal
TNI Yuyu Sutisna, yang saat akan dilantik masih memakai tanda pangkat marsekal
madya TNI. Moeldoko, setelah digantikan Nurmantyo, kemudian bergiat di
Himpunan Kerukunan Tani Indonesia sampai akhirnya --tanpa gembar-gembor--
namanya disebut menjadi kepala staf kepresidenan menggantikan bekas aktivis di
ICW, Teten Masduki.
Sedangkan Gumelar yang karir militernya banyak di Komando Pasukan Khusus TNI
AD, perjalanan karirnya juga cukup beraneka walau tidak pernah menjadi panglima
ABRI. Dia pernah menjadi menteri perhubungan pada dua kabinet (satu merangkap
bidang telekomunikasi), ketua umum PSSI, gubernur Lemhannas, dan juga menteri
koordinator bidang politik, sosial, dan keamanan. Dia juga aktif di Peppabri
bersama senior-senior dan sesepuh-sesepuh TNI dan Kepolisian Indonesia. Lalu,
mengapa kedua jenderal purnawirawan itu dipilih Presiden Joko Widodo? Jokowi,
seusai pelantikan mereka, di Istana Negara, Rabu, mengatakan, sudah
mempertimbangkan banyak hal sebelum akhirnya memutuskan Moeldoko Gumelar.
"Yang ditanya kok pertimbangan semua. Ya banyak saya kira pertimbangan. Soal
apa yang sudah kita putuskan itu sudah melalui pertimbangan yang panjang,
kalkulasi perhitungan yang panjang," kata Jokowi.
Kedua orang tokoh itu berlatar militer? "Malah bagus khan," kata Jokowi yang
didampingi Wakil Presiden, Jusuf Kalla.
Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Ade P Marboen