Kenapa Moeldoko dan Agum Gumelar?
 Rabu, 17 Januari 2018 12:41 WIB
 
Empat pejabat yang dilantik Presiden Joko Widodo adalah Idrus Marham, Jenderal 
TNI (Purnawirawan) Moeldoko, Jenderal TNI (Hon) (Purnawirawan) Agum Gumelar, 
dan Marsekal TNI Yuyu Sutisna, di Istana Negara, Jakarta pada Rabu (17/1/2018). 
(ANTARA FOTO/Bayu Prasetyo)

.... Malah bagus khan...
Jakarta (ANTARA News) - Dua pensiunan jenderal TNI AD masuk kembali dalam 
jajaran resmi pemerintahan saat ini dan mereka telah dilantik dalam upacara di 
Istana Merdeka, Jakarta Pusat, tadi pagi. Mereka adalah Jenderal TNI 
(Purnawirawan) Moeldoko dan Jenderal TNI (Hon) (Purnawirawan) Agum Gumelar. 

Bagi kedua pensiunan jenderal itu, lantai dan selasar Istana Merdeka-Istana 
Negara dan lain-lain kompleks gedung pemerintahan bukan hal asing lagi. 
Moeldoko pernah menjadi kepala staf TNI AD dan panglima TNI sebelum digantikan 
Jenderal TNI (saat itu) Gatot Nurmantyo. 

Moeldoko dan Gumelar dilantik dan diambil sumpahnya bersama dengan Menteri 
Sosial, Idrus Marham, yang menggantikan Khofifah Parawansa, dan Kepala Staf TNI 
AU, Marsekal TNI Yuyu Sutisna, yang saat akan dilantik masih memakai tanda 
pangkat marsekal madya TNI. 

Moeldoko, setelah digantikan Nurmantyo, kemudian bergiat di Himpunan Kerukunan 
Tani Indonesia sampai akhirnya --tanpa gembar-gembor-- namanya disebut menjadi 
kepala staf kepresidenan menggantikan bekas aktivis di ICW, Teten Masduki. 


Sedangkan Gumelar yang karir militernya banyak di Komando Pasukan Khusus TNI 
AD, perjalanan karirnya juga cukup beraneka walau tidak pernah menjadi panglima 
ABRI. 

Dia pernah menjadi menteri perhubungan pada dua kabinet (satu merangkap bidang 
telekomunikasi), ketua umum PSSI, gubernur Lemhannas, dan juga menteri 
koordinator bidang politik, sosial, dan keamanan. 

Dia juga aktif di Peppabri bersama senior-senior dan sesepuh-sesepuh TNI dan 
Kepolisian Indonesia.

Lalu, mengapa kedua jenderal purnawirawan itu dipilih Presiden Joko Widodo?

Jokowi, seusai pelantikan mereka, di Istana Negara, Rabu, mengatakan, sudah 
mempertimbangkan banyak hal sebelum akhirnya memutuskan Moeldoko Gumelar.


"Yang ditanya kok pertimbangan semua. Ya banyak saya kira pertimbangan. Soal 
apa yang sudah kita putuskan itu sudah melalui pertimbangan yang panjang, 
kalkulasi perhitungan yang panjang," kata Jokowi.

Kedua orang tokoh itu berlatar militer? "Malah bagus khan," kata  Jokowi yang 
didampingi Wakil Presiden, Jusuf Kalla.
Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Ade P Marboen

Kirim email ke