Ini ide bagus sekali, lebih bagus lagi kalau indonesia juga membangun 
universitas sekelas Harvard university, jadi indonesia cepat maju
Ditabanan bali rencananya akan membangun rumah sakit sekelas disingapura, jadi 
orang diindonesia tak perlu berobat ke singapura lagi cukup di bali.


From: [email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Sunday, January 21, 2018 3:12 PM
To: Gelora45 <[email protected]>; Chan CT <[email protected]>
Subject: [**EXTERNAL**] Re: [GELORA45] Gelontorkan Rp 3, 9 T, Jokowi Bangun 
UIII, Tampung Mahasiswa Asing


Kok sampai dibutuhkan tanah lebih dari 100 hektar, untuk apa ?
Apa 3-4 hektar saja tidak cukup. Kalau perlu dibikin bertingkat.


2018-01-21 7:48 GMT+01:00 'Chan CT' 
[email protected]<mailto:[email protected]> [GELORA45] 
<[email protected]<mailto:[email protected]>>:

Gelontorkan Rp 3,9 T, Jokowi Bangun UIII, Tampung Mahasiswa Asing



MINGGU, 21 JAN 2018 11:46 | EDITOR : ILHAM SAFUTRA






[Presiden 
Jokowi.]<https://www.jawapos.com/uploads/news/2018/01/21/gelontorkan-rp-39-t-jokowi-bangun-uiii-tampung-mahasiswa-asing_m_182890.jpeg>

Presiden Jokowi. (Setpres for Jawa Pos)
Berita Terkait
·         Terungkap! Ini Tujuan Jokowi Beli Motor Baru Bergaya 
Chopper<https://www.jawapos.com/read/2018/01/21/182827/terungkap-ini-tujuan-jokowi-beli-motor-baru-bergaya-chopper>
·         Transisi Kepimimpinan Bangsa Dipertatuhkan, Jokowi Didesak 
Bicara<https://www.jawapos.com/read/2018/01/20/182752/transisi-kepimimpinan-bangsa-dipertatuhkan-jokowi-didesak-bicara>
·         Ini Harapan Irwan Prayitno Saat Presiden Jokowi Datang ke 
Sumbar<https://www.jawapos.com/read/2018/01/18/182409/ini-harapan-irwan-prayitno-saat-presiden-jokowi-datang-ke-sumbar>

JawaPos.com - Pada 2022 mendatang Indonesia akan memiliki Universitas Islam 
Internasional... Pembangunannya akan dimulai pada pertengahan 2018 ini di 
Cimanggis Depok, Jawa Barat.

Rencana ini dikemukakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di dalam akun 
facebook-nya. Bahkan rencana pembangunan perguruan tinggi yang bernama 
Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) itu sudah konkretkan dalam 
Peraturan Presiden (perpres) yang baru saja diteken Jokowi.

Dikutip dari laman Facebook @Jokowi, sang presiden menuturkan alasan 
pembangunan UIII tersebut. Hal itu bermula dari pertemuan dengan pemimpin 
negara Islam di konferensi Organisasi Kerja Sama Islam beberapa waktu lalu. 
Para pemimpin itu menyarankan Jokowi untuk membangun UIII yang menampung 
mahasiswa dari Timur Tengah.
[Kutipan statemen Presiden Jokowi soal UIII]

Kutipan statemen Presiden Jokowi soal UIII (Facebook/Jokowi)

"Generasi muda Indonesia yang dikirim ke Timur Tengah sebaiknya belajar 
ekonomi, perdagangan atau perminyakan. Sebaliknya, generasi muda Timur Tengah 
belajar mengenai Islam ke Indonesia,” kata Jokowi menirukan saran dari pemimpin 
negara Islam.

Saran itu bak gayung bersambut, Jokowi pun merencanakan pembangunan UIII yang 
dimulai pada pertengahan 2018. "Peraturan Presiden pembangunan UIII sudah saya 
tanda tangani lebih setahun lalu," tulis Jokowi di laman facebooknya yang 
dikutip, Mingggu (21/1).

Rencana pembangunan UIII ini benar-benar dikawal mantan Wali Kota Solo itu. 
Buktinya beberapa hari lalu, mengumpulkan para pembantunya untuk mengetahui 
sejauh mana progres rencana pembangunan tersebut.

UIII itu akan menempati lahan seluas 143 hektare (ha) yang terletak di 
Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Untuk menjamin kelancaran pembangunannya, 
pemerintah mengalokasikan anggaran tidak sedikit yakni, Rp 3,9 triliun. Semua 
itu bersumber dari APBN dan hibah dari negara-negara lain.

"Anggaran pembangunannya total Rp 3,9 triliun yang bersumber dari APBN dan 
hibah dari negara-negara lain," kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Diterangkannya, UIII dibentuk bukan hanya untuk menjawab kebutuhan domestik, 
tetapi untuk menjawab kebutuhan masyarakat internasional, serta memperkokoh 
kepemimpinan Indonesia di dunia internasional, terutama umat Islam 
internasional.

Bila telah rampung pada tahun 2022, kampus itu akan menonjolkan pengajaran 
mengenai peradaban dan ilmu-ilmu Islam yang berkembang di Indonesia. Hal itu 
dianggap baik oleh negara-negara tetangga, sebagaimana yang mereka sampaikan di 
pertemuan OKI dulu itu.

(iil/rgm/JPC)


Kirim email ke