From: 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] 
Sent: Monday, January 22, 2018 2:49 AM
  



https://bisnis.tempo.co/read/1052616/kritik-impor-beras-dirjen-pangan-berkukuh-produksi-padi-cukup?

BisnisUtama&campaign=BisnisUtama_Click_2


Kritik Impor Beras, Dirjen Pangan Berkukuh 

Produksi Padi Cukup 
Reporter: 
Bisnis.com
Editor: 
Rr. Ariyani Yakti Widyastuti
Minggu, 21 Januari 2018 19:11 WIB 
 
Pekerja mengeluarkan beras dari karung di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, 
10 November 2015. Pemerintah memastikan beras impor asal Vietnam belum masuk ke 
Indonesia. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 
Sumarjo Gatot Irianto berkukuh produksi padi di lapangan selama ini cukup untuk 
memenuhi kebutuhan pangan nasional. Karena itu, ia mengkritik keputusan impor 
beras yang dilakukan belakangan.

Produksi padi dan beras yang cukup itu, menurut Gatot, bisa dibuktikan dengan 
foto open camera yang dilengkapi dengan keterangan titik koordinat berupa garis 
bujur dan lintang serta tanggal pengambilan foto. Ada pula citra satelit yang 
bisa memastikan apakah sebuah lokasi panen benar-benar ada atau tidak.

Baca: Bulog Ditugaskan Impor Beras, Mendag: Tak Ada Spekulasi Lagi

Karena itu pula Gatot meminta sejumlah pihak tidak melulu menyalahkan data 
terkait dengan produksi pangan. “Sekarang pertanyaannya, kalau kita di pasokan 
lapangan ada, di panennya ada, dan jumlahnya banyak, kenapa enggak tersedia di 
pasar?" katanya, Ahad, 21 Januari 2018. "Itu kan berarti ada miss antara 
produksi dengan pasar, berarti ada hambatan distribusi atau ada yang 
menggoreng.”

Gatot juga menduga telah terjadi penyimpangan yang menyebabkan harga pangan 
kerap meninggi menjelang hari besar keagamaan. Pasalnya, hingga saat ini, 
produksi padi dan kegiatan panen di Indonesia masih terus berlangsung dan 
mencukupi.

Kecurigaan Gatot terhadap adanya kemungkinan hambatan distribusi atau 
pihak-pihak yang sengaja menggoreng isu berkembang ini didasarkan pada kejadian 
peningkatan harga yang kerap terjadi hampir setiap kali menjelang hari besar 
keagamaan, yang biasanya konsumsi rakyat memang meningkat. Ia lalu meminta 
pihak terkait lain bisa lebih bijaksana dalam mengambil jalan keluar dan tidak 
hanya memikirkan solusi jangka pendek, yang bisa menimbulkan dampak negatif.

Lebih jauh, dengan mulai beroperasinya Satuan Tugas Pangan yang dipimpin Kepala 
Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, Gatot berharap masalah yang terjadi 
selama proses distribusi pangan, termasuk kemungkinan adanya kecurangan pihak 
tertentu hingga menyebabkan harga meningkat, bisa segera diselesaikan.

Gatot menyebutkan produksi padi yang besar dan kenaikan harga beras merupakan 
fenomena anomali. "Inilah yang harus dicari. Jangan mengambil solusi yang 
jangka pendek, yang mendisrupsi sistem produksi pertanian," katanya mengkritik 
soal kebijakan impor beras itu.

BISNIS








Kirim email ke