Kalau tidak salah di jawa timur ada siswa SMK menemukan bak sampah yang dilengkapi dengan sensor, sehingga jika membuang sampah tidak sesuai dengan tempatnya, maka bak sampah tidak bisa dibuka. Misalnya kalau kita membuang sampah plastik di tempat bak sampah oraganik maka bak sampah tidak akan terbuka dengan sendirinya . Kayaknya ini sangat bermanfaat untuk memisahkan sampah di TPA (tempat pembuangan akhir)
From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Monday, January 22, 2018 8:10 PM To: Yahoo! Inc. <[email protected]>; Jaringan Kerja Indonesia <[email protected]>; Gelora 45 <[email protected]>; Sastra Pembebasan <[email protected]>; Yahoo! Inc. <[email protected]>; Yahoo! Inc. <[email protected]>; DISKUSI FORUM HLD <[email protected]>; Sudar Prawira <[email protected]>; Salengkat Pardede <[email protected]>; Irman Pasaribu <[email protected]> Subject: [**EXTERNAL**] Fw: Re: [GELORA45] Re: Menteri LHK Ajak Masyarakat Wujudkan Indonesia Tanpa Sampah ----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: kh djie [email protected]<mailto:[email protected]> [GELORA45] <[email protected]<mailto:[email protected]>> Kepada: Gelora45 <[email protected]<mailto:[email protected]>>; Sunny ambon <[email protected]<mailto:[email protected]>> Terkirim: Senin, 22 Januari 2018 10.08.49 GMT+1 Judul: Re: [GELORA45] Re: Menteri LHK Ajak Masyarakat Wujudkan Indonesia Tanpa Sampah Harus disediakan banyak tempat sampah. Di Belanda dibedakan hanya gelas, masuk container sendiri. Kertas koran dll. masuk container sendiri. Barang2 besar, kayu,, logam di tempat tersendiri, diambil di hari tersendiri, dan hanya boleh ditaruh di lokasi di malam sebelumnya dan di pagi hari hari pengambilan barang2. Di Belanda, di tempat saya sekarang tidak dibedakan sampah dapur dan plastik. Di kota lama, sampah kebun dan dapur jadi satu. Plastik dll. container sendiri. Hari2 pengambilan ditetapkan untuk setiap lokasi. Kalau renovasi rumah, bisa minta satu container besar terbuka ditaruh depan rumah. Setelah terisi, tinggal telpon, akan diangkut pergi. Kalau di pabrik, sampah tidak dipisahkan. Perusahaan sampah yang punya peralatan me-misah2kan. Kalau semua ini tersedia, harusnya yang buang sampah sembarangan harus didenda berat. Sampah plastik banyak yang diolah jadi bangku2 di park umum. Sampah banyak dibakar, untuk memanasi air, untuk pmbangkit listrik tenaga uap. Di Jerman, di kebun pensiunan ex jaksa agung di pinggir kota Berlin, saya lihat dia bikin kompos sendiri, dan bikin sumur boor. Tingggal buka kran, airnya mengalir keluar. Istrinya orang Indonesia, kenalan istri teman. Dia ngajari saya, pokonya asal jangan ada sisa makanan, karena akan mendatangkan tikus. Anak perempuannya kuliahnya di Belanda. 2018-01-22 9:43 GMT+01:00 Sunny ambon [email protected]<mailto:[email protected]> [GELORA45] <[email protected]<mailto:[email protected]>>: Sampah selalu ada! Saya kira maksud sang menteri ialah jangan membuang sampah seenaknya saja. 2018-01-22 1:52 GMT+01:00 Karma, I Nengah [PT. BI-POS] <[email protected]<mailto:[email protected]>>: Ini ada jalan keluar dari sampah yang menganggu pemandangan. Baru baru ini sampah plastik dijadikan aspal penemuan india sudah diterapkan dibali Kemudian sampah oraganik dijadikan briket untuk keperluan kompor dan bahan bakar lainya Di diklungkung bali tidak ada TPA, karena Sampah sudah habis di daur ulang Bukan sampah saja bersih tapi keuntungan dan pengagguran juga diatasi From: [email protected]<mailto:[email protected]> [mailto:[email protected] om<mailto:[email protected]>] Sent: Monday, January 22, 2018 6:07 AM Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Menteri LHK Ajak Masyarakat Wujudkan Indonesia Tanpa Sampah Apakah ada masyarakat tanpa sampah? Atau adakah manusia mengeluarkan t... dari pantat? Hehehehehehe http://sp.beritasatu.com/nasio nal/menteri-lhk-ajak-masyaraka t-wujudkan-indonesia-tanpa- sampah/122388<http://sp.beritasatu.com/nasional/menteri-lhk-ajak-masyarakat-wujudkan-indonesia-tanpa-sampah/122388> Menteri LHK Ajak Masyarakat Wujudkan Indonesia Tanpa Sampah Minggu, 21 Januari 2018 | 20:50 [JAKARTA] Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan negara tercinta Indonesia, bebas dari sampah dalam waktu yang tidak terlalu lama. Indonesia tanpa sampah akan terwujud jika kita memiliki komitmen dan melakukan langkah sinergi berkelanjutan. Harapan sekaligus ajakan dari Menteri LHK ini dikemukakan saat bersama para aktivis, komunitas, publik figur serta Duta Peduli Sampah yakni Jefri Nichols (pemeran dalam film Surat untuk Starla) mencanangkan deklarasi gerakan "Sayangi Bumi, Bersihkan dari Sampah!", di areal hutan kompleks Kementeriena LHK atau Arboretum Manggalawanabhakti, Sabtu (20/1) malam. Menteri LHK Siti Nurbaya mengungkapkan, berbagai kebijakan telah dilakukan Pemerintah antara lain dengan membentuk UU 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah serta PP Nomor 81 Tahun 2013 tentang Sampah Rumah tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga, Bahkan melalui Perpres 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan Nasional Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga ataupun juga berbagai kegiatan lainnya seperti pengembangan Bank Sampah, Sampah menjadi energi, serta berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya. Dalam dialog yang digelar dengan format serius tapi santai ini membahas beberapa hal pokok yaitu zero waste adventure, bersih pantai dan laut, citarum harum, pelarangan kantong belanja plastik, dan less waste event. Menteri Siti Nurbaya yakin, apa yang dideklarasikan dan akan dilaksanakan selama tiga bulan ke depan akan berhasil. "Kita wujudkan Indonesia bersih sampah, kita kurangi sampah dari kita, kita bersihkan sampah sekitar kita, kita wujudkan budaya bersih."ujar Menteri Siti sambil mengajak kita semua mengkampanyekan gerakan ini di media sosial melalui hastag #BersihBisaKok. Deklarasi Gerakan "Sayangi Bumi, Bersihkan dari Sampah!" ini merupakan awal dari rangkaian Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Menteri Siti berharap HPSN ini sebagai milestone perubahan mewujudkan Indonesia yang bersih dari sampah. Untuk itu dalam menyongsong HPSN tahun 2018 akan dilakukan dua kegiatan utama, pertama, "Tiga Bulan Bersih Sampah (TBBS)" yang dilaksanakan di seluruh Indonesia dengan tema "Sayangi Bumi, Bersihkan dari Sampah" yang dilaksanakan sejak tanggal 21 Januari 2018 sampai dengan 21 April 2018 dan puncak peringatan HPSN 2018 akan dilaksanakan tanggal 21 Pebruari 2018. Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan, TBBS selain merupakan salah satu langkah mewujudkan pengurangan sampah sebesar 30% dan penanganan sampah sebesar 70% pada Tahun 2025 (Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah) juga diharapkan dapat mewujudkan msyarakat yang peduli lingkungan serta membentuk green leadership yang handal. Berbagai kegiatan akan dilaksanakan pada TBBS antara lain Gerakan kebersihan diperkantoran, pelabuhan, bandara, stasiun, terminal, car free day, sungai, pasar, kawasan permukiman, di gunung, pesisir dan laut. Gerakan Kebersihan dimaksud akan di dilakukan oleh berbagai komunitas sampah, keagamaan (NU, Muhammadiyah, PGI, WGI, Walubi, Palisadha Hindu Dharma). Selain itu juga akan dilakukan dialog Komunitas di 7 Kota Besar di Indonesia serta Rakernas dan Rakornas Persampahan. "Aktor utama pada kegiatan HSPN 2018 adalah masyarakat, aktivis, komunitas maupun LSM di bidang lingkungan, hingga tokoh-tokoh yang peduli pada sampah, termasuk tokoh agama. Peran pemerintah hanya sebatas inisiator."kata Menteri Siti. Lomba Gambar dan Penulisan Sebelum acara deklarasi, Kantor Kementerian LHK dipenuhi ratusan pelajar SD-SMA dari Jabodetabek yang mengikuti lomba menggambar dan penulisan bertema peduli sampah dan lingkungan hidup.Sebelum lomba, para pelajar mendapat memperoleh ilmu memilah dan mengolah sampah dengan ramah lingkungan dari komunitas pegiat lingkungan , ilmu jurnalistik dari para wartawan senior. Ketika lomba menggambar dan menulis jurnalistik lingkungan dimulai, para peserta boleh memilih tempat yang nyaman. Para pelajar berkelompok mmeilih tempat di dalam ruangan dan juga di luar. Menteri LHK Siti Nurbaya yang datang, langsung menyapa dan sempat berdialog dengan para peserta dan tak lupa ber "selfie" Turut memeriahkan acara ini, hiburan musik akustik kontemporer dari para seniman. Tidak ketinggalan, Menteri Siti Nurbaya juga menyumbangkan lagu favoritnya Edelweis, yang langsung disambut meriah oleh para peserta dan undangan. Adapun pemenang lomba menulis jurnalistik tingkat SMP berasal dari SMPN 9 Tangerang, SMPN 3 Tangerang, dan SMPN 20 Tangerang, sedangkan untuk tingkat SMA, berasal dari SMA Nasional Satu dan SMKN 57 Jakarta. Selain itu, untuk pemenang lomba menggambar tingkat SD berasal dari SDI Cikal Harapan dan SDN Sukabumi Selatan 07.[PR/L-9]
