----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sri Isni <[email protected]>Kepada: 
"[email protected]" <[email protected]>Terkirim: Senin, 
22 Januari 2018 16.36.54 GMT+1Judul: Dinilai Rekayasa Politis, Komunitas Sastra 
di Bandung Tolak Gerakan Puisi Esai Denny JA Suara Pembaruan
   l    
Dinilai Rekayasa Politis, Komunitas Sastra di Bandung Tolak Gerakan Puisi Esai 
Denny JA
Senin, 22 Januari 2018 | 8:59
 Denny JA [Istimewa] 


[BANDUNG] Sedikitnya 70 penulis, penyair, pegiat, dan penikmat sastra yang 
berkumpul di Bandung mendeklarasikan gerakan Jawa Barat Tolak Denny JA. 
Deklarasi ini mereka tandatangani dan bacakan saat peringatan ulang tahun 
Majelis Sastra Bandung yang ke-9 tahun di Studio Jeihan, Bandung, Minggu 
(21/1)..

Rois’Am Majelis Sastra Bandung, Matdon menyatakan, pihaknya tidak melarang 
orang untuk berkarya dan membuat karya sastra termasuk puisi. “Yang kita tolak 
adalah gerakan menawari sejumlah uang sebagai kekuatan modal untuk menulis 
puisi,” kata Matdon.

 Menurutnya, gerakan Denny JA ini harus dihentikan. “Karena sastra itu suci dan 
tidak bisa dikotori hanya dengan setumpuk uang,” tegas Matdon.

 Gerakan penolakan ini juga mencuat dalam petisi dalam jaringan yang digagas 
Perkumpulan Penyair Muda Indonesia di change.org sejak dua hari terakhir. Dalam 
petisi itu, komunitas ini menyatakan Denny Januat Ali atau Denny JA menggagas 
program Penulisan Buku Esai Nasional dengan melibatkan 170 penulis, penyair, 
jurnalis dan peneliti di 34 provinsi.

 Mereka menilai program tersebut adalah rekayasa politis Denny JA untuk 
mendapatkan pengakuan sebagai tokoh sastra menggunakan kekuatan uang, 
sebagaimana yang pernah dilakukan lewat pembiayaan lomba puisi esai dan 
penerbitan buku ’33 Tokoh Sastra Paling Berpengaruh’, dan ‘Membawa Puisi ke 
Tengah Gelanggang’.

Petisi itu mereka tujukan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, 
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Indonesia, Kementerian 
Pariwisata, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa serta Balai Bahasa atau 
Kantor Bahasa, Badan Ekonomi Kreatif, Persatuan Penulis Indonesia, Himpunan 
Sarjana Kesusastraan Indonesia, Komite Buku Indonesia, Perpustakaan Nasional, 
Ikatan Penerbit Indonesia, Denny JA, serta Komisi X DPR RI. Hingga saat ini 
hampir 1.500 menandatangani petisi dalam jaringan tersebut.  [153]
 
  

Kirim Komentar Anda  

Copyright ©2018 Suara Pembaruan, All Rights ReservedTentang Kami | Privasi | 
Peta Situs 
Berita Satu Plaza 11th Floor, Suite 1102 | Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | 
Jakarta 12950 | Indonesia
Telepon: +62 21 2995 7500 | Fax: +62 21 5277975 
 

-- 
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
"forumdiskusi" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email 
to [email protected].
To post to this group, send email to [email protected].
Visit this group at https://groups.google.com/group/diskusiforum.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.
  

Kirim email ke