1926 - 2018
Obituari Daoed Joesoef, Irama Mesin Ketik dan Bertamu Reporter: Tempo.coEditor 
:Widiarsi Agustina Rabu, 24 Januari 2018 13:22 WIB
Mantan MenteriPendidikan Daoed Joesoef dalam acara malam anugerah sayembara 
Novel DewanKesenian Jakarta 
di Teater Kecil TIM, Jakarta, 9 Maret 2007. Saat menjabat,Daoed mengeluarkan 
kebijakan Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan KoordinasiKemahasiswaan (NKK/BKK). 
Aturan ini dinilai mengebiri aktivitas politikmahasiswa. 
Dok.TEMPO/Zulkarnain TEMPO.CO, Jakarta-Tahun 2006, Daoed Joesoef sukasekali 
menyepi. Mantan Menteri Pendidikan Indonesia 1978-1983, males sekalimenerima 
tamu karena sedang mengebut menulis buku. Di rumahnya kawasanKebayoran Baru, 
Jakarta Selatan, Daoed Joesoef sibuk menulis otobiografinya. Iaagak selektif 
menerima tamu. Bukan jual mahal, karena ia lagi menemukankeasyikan menulis. 
"Kalauanda tak datang sudah 15 halaman berhasil diketik," katanya kepada 
Tempoyang mendatanginya Mei 2006  waktu itu. Sepertiditulis Majalah Tempo Edisi 
Mei 2006,  pada Ulang Tahunnya yang ke-80pada 8 Agustus 2006, penyandang dua 
gelar S-3, yaitu doctorat del’université di bidang hubungan dan keuangan 
internasional dari Université deParis dan docteur d’Etat ès science économique 
dari Université de Paris IPanthéon-Sorbonne, ini ingin bukunya berjudul Dia dan 
Aku selesai. Siapakah”dia”? Ternyata beragam. Dia yang dimaksud ternyata 
beragam. Dia yang dimaksud,bisa seorang nelayan yang berharap Daoed muda 
menjadi hakim, hingga Soeharto,mantan atasannya yang tak jarang berseberangan 
pandang dengannya. Sebagianisi buku sekitar 500 hala-man itu telah berhasil 
diketiknya. Kok tak pakaikomputer? ”Computer is not my time,” ucapnya saat itu. 
Lagi pula, kata Daoed Joesoef,suara ketukan mesin ketik punya irama. ”Sejalan 
dengan gejolak pikiran saya.” TIM TEMPO

Kirim email ke