http://nasional.kompas.com/read/2018/01/24/23081341/gus-mus-keteduhan-sang-pejuang-
keberagaman
Gus Mus, Keteduhan Sang Pejuang
Keberagaman...
Kristian Erdianto
Kompas.com - 24/01/2018, 23:08 WIB
KH Ahmad Mustofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus menerima penghargaan
Yap Thiam Hien tahun 2017. Penghargaan diberikan dalam acara malam
penganugerahan Yap Thiam Hien Award 2017 di Aula Perpustakaan Nasional,
Jakarta Pusat, Rabu (24/1/2018). Dalam acara penganugerahan tersebut
hadir Menkumham Yasonna Laoly, Menteri KKP Susi Pudjiastuti, Wakil Ketua
KPK Laode M. Syarief, Komisioner Komnas HAM Beka Hapsara dan Wakil Ketua
Komisi Yudisial Sukma Violetta.
KH Ahmad Mustofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus menerima penghargaan
Yap Thiam Hien tahun 2017. Penghargaan diberikan dalam acara malam
penganugerahan Yap Thiam Hien Award 2017 di Aula Perpustakaan Nasional,
Jakarta Pusat, Rabu (24/1/2018). Dalam acara penganugerahan tersebut
hadir Menkumham Yasonna Laoly, Menteri KKP Susi Pudjiastuti, Wakil Ketua
KPK Laode M. Syarief, Komisioner Komnas HAM Beka Hapsara dan Wakil Ketua
Komisi Yudisial Sukma Violetta. (KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)
*JAKARTA, KOMPAS.com* - Yayasan Yap Thiam Hien memberikan penghargaan
pejuang hak asasi manusia (HAM), Yap Thiam Hien Award 2017
<http://indeks.kompas.com/tag/Yap-Thiam-Hien-Award-2017> kepada KH Ahmad
Mustofa Bisri <http://indeks.kompas.com/tag/Mustofa-Bisri>. Penghargaan
diberikan dalam acara malam penganugerahan Yap Thiam Hien Award 2017 di
Aula Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Rabu (24/1/2018).
Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang akrab disapa Gus Mus
<http://indeks.kompas.com/tag/Gus-Mus> itu dinilai sebagai sosok ulama
yang memiliki keteguhan dalam membangun moralitas kemanusiaan di tengah
bangsa yang beragam.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Yap Thiam Hien, Todung Mulya Lubis,
mengatakan Gus Mus adalah sosok kiai sekaligus pejuang dalam menjaga
keharmonisam sosial.
"Gus Mus selalu menghormati setiap manusia yang memiliki keyakinan dan
agama," ujar Todung.
*Baca juga : Gus Mus, Kiai Pertama Peraih Penghargaan Yap Thiam Hien
<http://nasional.kompas.com/read/2018/01/24/21555471/gus-mus-kiai-pertama-peraih-penghargaan-yap-thiam-hien>
*
Menurut Todung, Gus Mus telah banyak berkontribusi untuk merawat
keberagaman di Indonesia. Perjuangan Gus Mus memang tidak ia perlihatkan
melalui demonstrasi atau aksi-aksi lainnnya. Namun, Gus Mus menorehkan
pemikiran dan gagasannya soal keberagaman lewat tulisan serta tutur kata
yang ia sampaikan ke seluruh santrinya.
"Gus Mus juga sosok yang teduh dalam memperjuangkan keberagaman," kata
Todung.
"Gus Mus memang tidak berdemonstrasi tapi ia berjuang lewat menulis
puisi, disalurkan ke santri-santrinya dan juga masyarakat," ucapnya.
Yap Thiam Hien award merupakan penghargaan yang diberikan kepada
orang-orang yang berjasa besar dalam upaya penegakan HAM di Indonesia.
Nama penghargaan ini diambil dari nama pengacara dan pejuang HAM, Yap
Thiam Hien.
*Baca juga : Profil Gus Mus, Peraih Yap Thiam Hien Award 2017
<http://nasional.kompas.com/read/2018/01/24/22274201/profil-gus-mus-peraih-yap-thiam-hien-award-2017>
*
Proses penentuan peraih Yap Thiam Hien Award 2017 diawali dengan
mengumpulkan kandidat yang dihimpun dari jaringan/komunitas dan
masyarakat luas sejak Mei 2017.
Ada 5 orang dewan juri Yap Thiam Hien Award pada tahun ini. Mereka
adalah Makarim Wibisono (diplomat senior), Siti Musdah Mulia (Ketua Umum
ICRP), Yoseph Stanley Adi Prasetyo (Ketua Dewan Pers), Zumrotin K Susilo
(aktivis perempuan dan anak) serta Todung Mulya Lubis.
Dalam acara penganugerahan tersebut hadir Menkumham Yasonna Laoly,
Menteri KKP Susi Pudjiastuti, Wakil Ketua KPK Laode M. Syarief,
Komisioner Komnas HAM Beka Hapsara dan Wakil Ketua Komisi Yudisial Sukma
Violetta.
Presiden kembali mengingatkan agar birokrat harus mendahulukan
kepentingan masyarakat bawah dalam membuat keputusan.(Kompas TV)