Ketua FPRKB Minta Aparat Polsek Kubu Hentikan Kriminalisasi


PONTIANAK – Ketua aksi demo damai dari Front Perjuangan Rakyat Kalimantan barat 
( FPRKB) Wahyu Setiawan menuturkan, terkait aksi demo damai di Bundaran Tugu 
Digulis Pontianak, dan DPRD Provinsi Kalbar, ada 8 Tuntutan yakni.1. Hentikan 
segala bentuk kriminalisasi, intimidasi terhadap kaum petani yang berjuang hak 
atas tanah nya yang dirampas oleh pihak perusahaan.2 Alat militer Negara 
seperti Kepolisian dan Brimob harus netral dalam menghadapi persoalan-persoalan 
konflik tenurial (Agraria) akibat dari tata kelola lahan yang buruk dan tumpang 
tindih perijinan perusahaan skala besar di Kalimantan Barat.3 Bebaskan Tossa 
masyarakat Olak- Olak Kubu yang disita tanpa dasar oleh pihak kepolisian Sektor 
Kubu , Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya.4 Hentikan upaya kriminalisasi , 
intimidasi terhadap kaum tani atas persoalan tumpang tindih perijinan PT. 
Sintang Raya dan PT. Cipta Tumbuh Berkembang di Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu 
Raya.5 Cabut Ijin dan tindak tegas perusahaan yang jelas-jelas melakukan 
pelanggaran hak asasi manusia ( HAM)6 Kembalikan seluruh tanah-tanah kaum tani 
yang diduga Dirampas PT. SR dan PT. CTB.7 Tangkap penjarakan mafia-mafia tanah 
dan koruptor Sumber daya alam di Kalimantan Barat.8 Cabut Ajudikasi taah yang 
jelas- jelas cacat hukum secara yuridis dan fisik serta administrasi di desa 
Punggur Kecil, Arang Limbung dan Desa Limbung.Atas permasalahan tersebut kami 
hari ini kembali mendatangi DPRD Provinsi Kalbar, untuk menagih janji anggota 
DPRD yang menangani permasalahan sengketa lahan dan perkebunan pada tahun 2016, 
hingga terjadinya warga desa Olak-Olak Kubu pada waktu itu mengungsi,” 
tukasnya..Setelah dari kantor DPRD , ” kita akan ke Polda Kalbar untuk membuat 
pengaduan adanya dugaan oknum aparat diduga jadi beking perusahaan dan 
melaporkan perampasan tanah ,” pungkasnya.NASIONAL
Komisi Satu DPRD Kalbar Terima FPR Audensi




PONTIANAK – Setelah menggelar aksi demo damai di bundaran Tugu Digulis Untan, 
ratusan pendemo yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat ( FPR) kembali 
menggelar demo dikantor DPRD Provinsi Kalbar, Rabu (23/1/2018)Dikantor DPRD 
Provinsi, pendemo yang dipimpin Wahyu Setiawan ditemui oleh anggota DPRD, 
selanjutnya diberikan waktu untuk beraudensi dengan Komisi 1.Ketika audensi 
berlangsung para pendemo pendemo yang lain terlihat duduk- duduk sembari 
menunggu hasil audensi yang diwakili oleh pendemo yang lain.Hingga berita ini 
dituliskan audensi masih berlangsung diruangan komisi 1 kantor DPRD Provinsi 
Kalbar.

Kirim email ke