*Penderitaan Gizi buruk terjadi bukan dalam 2 atau 3 hari, tetapi paling
tidak beberapa bulan prosesnya. lantas mengapa tidak dicegah oleh penguasa
rezim neo-Mojopahit yang ada di tempat? Latar belakang politik slow
genocide terhadap orang Papua?*


https://papua.antaranews.com/berita/465226/kapolda-papua-penderita-gizi-buruk-di-asmat-belasan-ribu-orang



   - Kapolda Papua: penderita gizi buruk di Asmat belasan ribu orang
   -

   Rabu, 24 Januari 2018 23:12 WIB

   Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar (Foto: Antara Papua/Jeremias
   Rahadat)
   -

   Yang mengalami gizi buruk, kurang lebih 10 ribu orang hingga 15 ribu
   orang
   -

   Jakarta (Antaranews Papua) - Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar
   memperkirakan jumlah warga di Kabupaten Asmat, Papua, yang menderita gizi
   buruk mencapai belasan  ribu orang.

    "Yang mengalami gizi buruk, kurang lebih 10 ribu orang hingga 15 ribu
   orang," kata Irjen Boy saat ditemui di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu
   Kepolisian (STIK) Jakarta, Rabu.

   Menurut dia, gizi buruk yang dialami masyarakat di Asmat disebabkan
   beberapa faktor, diantaranya lokasi yang jauh dan sulit dijangkau, minimnya
   sarana kesehatan seperti puskesmas, taraf perekonomian masyarakatnya
   rendah, keterbatasan sarana transportasi dan keterbatasan akses distribusi
   makanan bergizi.

   "Beberapa aliran sungai pasang surut jadi tidak selalu dapat dilewati
   kapal untuk mendistribusikan bahan makanan," katanya.

   Boy pun menggambarkan minimnya kondisi puskesmas yang ada di Asmat.
   "Tenaga medis kurang, kepala puskesmasnya bukan dokter," katanya.

   Untuk itu pihaknya meminta Pusdokkes Mabes Polri untuk mengirimkan
   sejumlah dokter untuk ditempatkan di puskesmas-puskesmas di Asmat.

   "Program dokter muda, dokter magang diharapkan bisa hadir di Papua
   sehingga bisa mengisi pos yang kosong, terutama kepala puskesmas," katanya.

   Boy Rafli mengatakan warga Asmat saat ini masih membutuhkan 2.000 vial
   hingga 3.000 vial vaksin campak.

   "Untuk cadangan, diperkirakan masih butuh 2.000 vial sampai 3.000 vial
   vaksin untuk stok sehingga ke depan kita tetap bisa memvaksin anak-anak,"
   katanya.

   Boy menambahkan Polda Papua dan Kodam Cenderawasih akan membuat Satgas
   Kesehatan. Satgas ini akan memetakan sejumlah daerah rawan penyakit dan
   mendatangi daerah tersebut untuk penanganan.

   "Di beberapa wilayah akan kami telusuri, informasinya terdapat beberapa
   wabah penyakit, seperti di Pegunungan Bintang," katanya.

   Untuk di Kabupaten Asmat, ia mengatakan proses pelayanan kesehatan
   terkait wabah campak dan gizi buruk masih dilakukan.

   Selain itu bantuan makanan bergizi dan obat-obatan kini terus mengalir,
   baik dari pemerintah maupun swasta.

   "Kami berterima kasih sampai hari ini dari beberapa lembaga masyarakat
   ikut mengirim (bantuan) ke Asmat," katanya.

   KLB campak dan gizi buruk terjadi di Kabupaten Asmat sejak September
   2017. Hingga kini dilaporkan terdapat 61 anak dan balita yang meninggal
   dunia akibat terserang campak dan gizi buruk.

   Sejumlah bantuan pasokan makanan bergizi dan obat-obatan telah
   disalurkan baik oleh instansi pemerintah dan swasta sejak kasus ini
   mengemuka di pemberitaan berbagai media. (*)

   Pewarta : Anita Permata Dewi
   Editor: Anwar Maga
   COPYRIGHT © ANTARA 2018

Kirim email ke