Memangnya sudah tua renta atau invalide kok pakai lift ?
Atau main2 gunakan uang rakyat, dan dimark up ?


2018-01-25 4:19 GMT+01:00 'Chan CT' [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
> Ketua DPRD Kecolongan Soal Anggaran Lift Rumah Dinas Gubernur DKI
> Reporter:  Gangsar Parikesit
> Editor:  Dwi Arjanto
> Kamis, 25 Januari 2018 09:55 WIB
>
> [image: Ketua DPRD Kecolongan Soal Anggaran Lift Rumah Dinas Gubernur DKI]
> <https://metro.tempo.co/read/1053858/ketua-dprd-kecolongan-soal-anggaran-lift-rumah-dinas-gubernur-dki?TerkiniUtama&campaign=TerkiniUtama_Click_5>
>
> *Rumah dinas Gubernur DKI Jakarta di Jalan Taman Suropati Nomor 7,
> Menteng, Jakarta Pusat
> <https://maps.google.com/?q=Jalan+Taman+Suropati+Nomor+7,+Menteng,+Jakarta+Pusat&entry=gmail&source=g>.
> TEMPO/Dian Triyuli Handoko*
>
> *TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>*, *Jakarta* -Ketua Dewan Perwakilan Rakyat
> Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi, mengungkapkan tidak pernah
> ikut membahas anggaran pengadaan elevator atau lift untuk rumah dinas
> <https://metro.tempo.co/read/1053803/anies-baswedan-batalkan-renovasi-rumah-dinas-gubernur>
>  gubernur itu bersama dengan pemerintah.
>
> Padahal, di samping Ketua DPRD, Prasetio juga merupakan Ketua Badan
> Anggaran Dewan. “Saya merasa kecolongan saja karena enggak ada pembahasan
> itu,” kata dia di gedung DPRD, Jakarta Pusat, Rabu 24 Januari 2018.
>
> Menurut Prasetio, sekecil apa pun rencana pengeluaran dalam Anggaran
> Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), termasuk pengadaan lift (rumah dinas
> <https://www.tempo.co/tag/rumah-dinas> gubernur), seharusnya diketahui
> oleh Badan Anggaran. Penggunaan APBD, dia menambahkan, harus transparan dan
> akuntabel. “(Ini) bukan uang pribadi, *lho*,” tutur dia.
>
> Baca : Pengakuan Anies Baswedan Soal Dana Lift Rumah Dinas Gubernur DKI
> <https://metro.tempo.co/read/1053803/anies-baswedan-batalkan-renovasi-rumah-dinas-gubernur>
>
> Prasetio mengingatkan pengadaan elevator untuk rumah dinas gubernur tanpa
> melalui pembahasan bersama Dewan bisa menjadi “temuan” Badan Pemeriksa
> Keuangan (BPK). Dia pun meminta pemerintah DKI tidak menyeret DPRD jika
> pengadaan lift itu kelak dianggap bermasalah oleh BPK.
>
> Prasetio menegaskan, anggaran kegiatan yang lolos dalam APBD tanpa melalui
> pembahasan bersama Dewan bisa disebut anggaran siluman. Dia berencana
> meminta penjelasan kepada pemerintah ihwal munculnya pengadaan elevator
> tersebut.
>
> Berbeda dengan penjelasan Prasetio, Kepala Dinas Cipta Karya DKI, Benni
> Agus Candra, mengatakan pengadaan lift untuk rumah dinas itu sudah
> direncanakan sejak jauh-jauh hari. Dia menjelaskan pengadaan elevator itu
> juga telah dibahas bersama Dewan dengan nama kegiatan renovasi rumah dinas
> gubernur.
>
> *Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menyambangi Polda Metro Jaya
> untuk bertemu dengan Kapolda Metro Jaya yang baru dilantik, Inspektur
> Jenderal Idham Azis, 26 Juli 2017. Tempo/Egi Adyatama*
>
> Berdasarkan dokumen pelaksanaan anggaran Dinas Cipta Karya, anggaran lift
> tertulis sebagai konstruksi landasan lift dengan nilai Rp 750,2 juta.
> Namun, dalam situs APBD, hanya ada kegiatan pemeliharaan dan penggantian
> suku cadang lift Gedung Dinas Teknis Jatibaru. “Kami akan cek
> (ketidaksesuaiannya),” ujar dia.
>
> Sekretaris Daerah DKI Saefullah mengatakan tidak ingat detail pembahasan
> anggaran elevator rumah dinas
> <https://metro.tempo.co/read/1053523/rumah-dinas-gubernur-anies-baswedan-akan-dilengkapi-lift>
>  itu bersama Badan Anggaran. Saefullah merupakan Ketua Tim Anggaran
> Pemerintah Daerah (TAPD) DKI saat menyusun APBD 2018. “Di Banggar (Badan
> Anggaran) biasanya tidak membahas sampai sedetail itu,” tutur dia..
>
> Simak juga bahasan rumah dinas Gubernur DKI Jakarta di *Koran Tempo*
> <https://koran.tempo.co/>
>
> 
>

Kirim email ke