Tentu untuk merubah tanah gersang, gurun pasir menjadi ladang yg subur, 
sekalipun bisa dikatakan air yng utama, tidak berarti setelah pengairan 
dipecahkan, masih ada jenis pupuk yg diperlukan dan juga jenis tanaman apa yg 
lebih cocok, ... Tapi, ... nampaknya sekarang ini juga sudah banyak 
dikembangkan teknik menanam sayuran, buah2an di-air tanpa tanah. Bahkan dipadu 
dengan kolam ikan, jadi ikan2 tumbuh sehat sedang tanamannya juga subur, ...!

    
https://kabartani.com/sistem-aquaponik-lele-budidaya-ikan-lele-sambil-berkebun.html
   
https://www.google.com.hk/search?q=tanaman+hidroponik+diatas+kolam+ikan&safe=active&tbm=isch&source=iu&ictx=1&fir=hqIBAa8_LBIFjM%253A%252CQErAQLxquWGEAM%252C_&usg=__BuTNG6VLZLmH4c8HpKL7dVnmXWk%3D&sa=X&ved=0ahUKEwi6nIWM0fLYAhUJJpQKHS96BrMQ9QEIMDAE#imgrc=nLsNpVlSB2bOKM:

From: kh djie [email protected] [GELORA45] 
Sent: Thursday, January 25, 2018 10:53 AM
To: Karma, I Nengah [PT. BI-POS] ; Gelora45 
Subject: [GELORA45] Re: Menambang beras di lahan bekas tambang

  

Padi sawah, saya kira tidak bisa, karena sangat membutuhkan air. 
Tidak tahu, apa sudah ada bibit padi gogo yang tahan kekeringan
Mesti coba dulu dalam jumlah kecil.
Kalau di industri, kita bikin dulu alam skala laboratorium.
Kalau berhasil, bikin dalam skala kecil, pilo plant, dipelajari
semua masalahnya seperti pengadukan, pemanasan, pendinginan,
bahan konsruksi yang tahan , tetpi murah dll.
Baru kemudian dalam skala pabrik, dengan mengingat kebutuhan 
dan daya beli dll.

2018-01-25 3:44 GMT+01:00 Karma, I Nengah [PT. BI-POS] <[email protected]>:

  Jika ada senyawa senyawa seperti cmc, pupuk organik, zat pengikat pasir, 
recombinant DNA, air dll apa bisa dikembangkan padi di daerah gurun pak?

  JIka bisa, apakah biayanya tidak melebihi harga gabah nantinya?



  Jika ini terjawab, saya kira indonesia akan surplus beras terus.



  Saya masih dulu tahun 1988 dosen saya sambil menerangkan ilmu kimia pangan. 
Katanya ada tawaran dari lembaga tertentu untuk membuat proposal agar bisa 
menanam padi di timur tengah/ daerah gurun 



  From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
  Sent: Thursday, January 25, 2018 9:52 AM
  To: Gelora45 <[email protected]>; Chan CT <[email protected]>
  Subject: [**EXTERNAL**] Re: [GELORA45] Re: Menambang beras di lahan bekas 
tambang



    

  Tidak hanya air, tetapi juga perlu pupuk organik, dan jat pengikat pasir, 
pupuk organik

  dan air, sejenis CMC (carboxy methyl cellulose) yang dipakai dalam ice cream, 
pengental 

  susu coklat dan bahan cosmetic. Disamping itu tanamannya dipilih yang tahan 
kekeringan

  (kadar air rendah) dan mungkin juga yang tahan kadar garam agak tinggi, 
seperti yang

  dikembangkan di Israel, dengan menggunakan Recombinant DNA technique.

  Yang sejenis CMC ini bisa diprodusir murah dengan hydrolisa terbatas dari 
bahan serat (cellulose).



  2018-01-25 2:40 GMT+01:00 'Chan CT' [email protected] [GELORA45] 
<[email protected]>:

      

    Iyaaa, ... karena masalah utama untuk tanaman adalah air! Lha, sekarang 
GURUN PASIR pun bisa disulap jadi ladang subuuur setelah berhasil diairi, ....



    From: Karma, I Nengah [PT. BI-POS] 

    Sent: Thursday, January 25, 2018 8:32 AM

    To: '[email protected]' ; 'Chan CT' 

    Subject: Menambang beras di lahan bekas tambang



    Wah kalau begitui tanah tandus bekas tambang batu bara, tambang emas, 
letusan gunung berapi bisa dong di sulap menjadi sawah asal ada air



    From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
    Sent: Thursday, January 25, 2018 8:03 AM
    To: GELORA_In <[email protected]>
    Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Menambang beras di lahan bekas tambang



      

    Menambang beras di lahan bekas tambang
    Rabu, 24 Januari 2018 19:45 WIB



    Hamparan pesawahan bekas lahan tambang pasir kuarsa desa Gantung Belitung 
Timur. (ANTARA News/Hand Out)



    Jakarta (ANTARA News) - Hujan lebat mengguyur hamparan pesawahan bekas 
lahan tambang pasir kuarsa desa Gantung Belitung Timur. 

    Di sebuah gubuk di tengah area kebun percobaan telah berkumpul kepala kebun 
percobaan dan para petani yang tergabung dengan kelompok tani. Mereka menggarap 
bekas lahan tambang pasir kuarsa menjadi area pesawahan.

    Kondisi tanah yang berpasir dan di bawahnya terdapat tanah hitam yang 
keras, ditambah lagi dengan lahan tersebut merupakan lahan bekas tambang, maka 
perlu perlakuan khusus untuk merubah lahan tersebut menjadi pesawahan yang bisa 
menghasilkan beras ataupun benih untuk ditanam kembali. 

    Perlakuan khusus yang dilakukan yaitu memilih bibit yang berkualitas, 
memilih pupuk organik dan pemberian Kapur. Bibit yang dipilih langsung dikirim 
dari Balai Besar Penitian Padi, Badan Litbang Pertanian yaitu varietas unggul 
baru Inpari 19 Inpari 34 dan Inpara 2.  

    Tentunya perlakukan khusus tersebut membutuhan pembinaan dari kepala Kebun 
percobaan kepada petani sekitar dibantu dengan penyuluh dari Dinas pertanian 
setempat... Sehingga lahan yang tadinya tidak lagi produktif bisa menjadi lahan 
yang bisa menghasilkan pangan dan nantinya bisa menjadi tempat Agrowisata. 

    Tidak mudah mengarahkan para Petani yang notabene bekas penambang timah dan 
nelayan. Apabila dihadapkan dengan pilihan menjadi nelayan atau menjadi petani, 
Ahmad Julianto menjawab: "Kalau menjadi nelayan apabila tidak dikayuh sampan ke 
laut kami tak akan makan, tapi kalau menjadi petani, sekali panen kami bisa 
menyimpan untuk cadangan makanan selama satu tahun."


    Ahmadi Julianto yang akrab dipanggil Anto oleh Petani desa Gantong adalah 
Kepala kelompok tani yang dulunya seoarang Nelayan dan penambang Timah di 
Belitung Timur.

    Pendekatan sosial dan mendapatkan kepercayaan dari Petani sekitar merupakan 
hal yang penting dilakukan. Kendala yang dihadapi pemerintahan melalui para 
penyuluh dan BPTP Bangka Belitung yaitu jumlah para penyuluh tidak berbanding 
lurus dengan banyaknya petani yang akan dibina. 

    Pendekatan sosial kepada petani akan lebih mudah apabila Penyuluh yang 
ditambah untuk desa Gantong ujar Andri seorang penyuluh di desa Gantong, 
Belitung Timur.

    Apabila pendekatan dan kepercayaan dari petani telah didapatkan maka para 
Penyuluh akan lebih mudah menerima bimbingan atau pembinaan secara teknis,  
sehingga bahan bekas tambang bisa menjadi lahan yang bisa menghasilkan pangan. 

    Tahun 2016 sinergi dari pemerintahan daerah, Balai Pengkajian teknologi 
Pertanian Bangka Belitung, (BPTP Belitung) dan para kelompok Tani telah memulai 
penanaman padi di area bekas tambang dan telah menghasilkan produksi sebanyak 
3.2 Ton. 

    Hasil penggujian pun menunjukkan padi yang dihasilkan aman dikonsumsi oleh 
Manusia ujar Dede Rusmawan Kepala Kebun percobaan Gantong, Belitung Timur.

    Pembentukan lahan sawah baru masih dilakukan oleh Pemerintah dibantu dengan 
para Petani. Setiap kepala keluarga mendapatkan 1 hektare sawah. Lahan tersebut 
semuanya merupakan lahan bekas tambang timah dan pasir kuarsa yang dimiliki 
pemerintah daerah dan dipinjamkan ke Petani untuk dikelola dengan binaan 
pemerintah.

    Diharapkan dengan bantuan pemerintah melalui UPSUS (Upaya Khusus) dengan 
Pembinaan, bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) nantinya bisa menjadikan 
Belitung, khususnya Belitung timur bisa menjadi daerah penghasil Beras dan 
menjadi desa Agrowisata sekalipun itu lahan Bekas tambang. (Rjs) 

    Pewarta: Antara
    Editor: Ida Nurcahyani





Kirim email ke