Saya pernah baca ada yg melakukan surgery/operasi hanya pakai tangan kosong 
tanpa pisau bedah. Setelah selesai juga tidak perlu dijahit lagi darah yg 
keluar tinggal dibersihin pakai kain.
Apakah benar demikian?

    On Wednesday, January 24, 2018, 9:57:20 PM PST, Karma, I Nengah [PT. 
BI-POS] <[email protected]> wrote:  
 
  
Saya sering terapi tradisonal.
    
   - Pernah terapi disamarinda diobati oleh ibu-ibu katanya bisa mengeluar 
penyakit, dilihatin kayak bubur sumsum di mangkok tapi tidak sembuh-sembuh
   - Di balikpapan pernah terapi sama orang Dayak, betis diolesi minyak. eh 
keluar gula pasir lumayan banyak tapi tidak sembuh sembuh.
   - Di Jogja di daeah bantul pernah terapi lintah disedot darahnya pakai 10 
lintah darahnya banyak keluar.
 
Lumayan penyakitnya berkurang. Sekarang mau berobat kesana lagi saya dengar 
saat gempa 2006 rumanya habis semua.
 
  
 
  
 
From: [email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Wednesday, January 24, 2018 3:14 AM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: [**EXTERNAL**] RE: [GELORA45] Pendidikan kedokteran di Belanda
 
  
 
  
 
Anda benar sekali, tepat banget!!!. 
 
Indonesia itu hebat luar biasa orangnya pintar2 bukan main. Tukang pijit gak 
sekolah sudah bisa mengobati sakit pinggang, sakit leher, urat kejepit dlsb 
sedang di US mesti sekolah dulu lama banget jadi chiropractor baru bisa 
mengobati back pain, neck pain, nerve pain.
 
  
 
Indonesia memang asoy!!!!!!!
 
  
 
  
 
[email protected], <nesare1@...> wrote :
 
Sekali ini ente bener2 betul!!!
 
Hehehe jadi dokter diindonesia hanya 4 tahun plus 1 tahun internship ya?
 
Hehehe berarti hebat dan pinter2 donk orang Indonesia? Nah disini ente fair dan 
bener bilang dokter Indonesia jauh lebih hebat.
 
Dokter indonesia sudah bisa ngobatin orang dengan pendidikan yang jauh lebih 
singkat.
 
Begitu juga dokter di cuba dan negara berkembang lainnya yang hebat2.
 
Lebih hebat lagi mereka2 ini menolong orang tanpa pamrih dan tanpa banyak 
pertolongan dengan alat2 canggih kedokteran.
 
 
 
Oh ya ini eyel2an biar ente sadar: seorang insinyur dinegara ente itu kalau mau 
lebih hebat bisa jadi PE/professional engineer. Begitu juga seorang nurse bisa 
jadi registered nurse. Seorang akuntan bisa dapat CPA dst…..profesi2 ini semua 
belajar terus….sama dengan internship/residencynya seorang dokter. Ngerti?!!!
 
 
 
Begitu juga seorang montir dinegara kami itu juga magang dan kerja terus 
menerus, jadi sekolahnya gak habis2nya.
 
Lama sekali sekolahnya krn mereka2 ini tidak pernah berhenti belajar. Sekolah 
mah gak selalu tempat terbaik utk belajar bagi kami bangsa Indonesia. Jadi gak 
usah sok sok an hebat2ini profesi seorang dokter yang lama itu. Malahan 
harusnya ente malu dengan pendidikan yang begitu lama kalau sakit urat sedikit 
saja bisanya hanya disuntik sama steroid anti inflammatory drug yg artinya 
hanya bikin numb/gak sakit ototnya saja sementara. Diindonesia tukang pijit gak 
sekolah sekali pegang tangan kaki atau badan yg sakit sudah ketahuan ada otot 
yg menggumpal. Pijit2 sebentar bbrp kali sudah sembuh. Dinegara ente, weleh2 
suntik ini itu gak sembuh2 walaupun sudah di USG macem2.
 
Koq bisa hebat sekolah kedokteran yang lama ya???!!!!!
 
 
 
Humanity?
 
 
 
Hehehehehe ente itu jauh dari mengerti artinya humanity!!!!
 
Democrat saja jauhhhhhhhh!!!!!!
 
Yang bener ente mau menang sendiri dan amerika selalu paling hebat!!!!!
 
Kelihatan sekali jalan pikiran ente!!!!!
 
 
 
Nesare
 
 
 
 
 
From: [email protected] [mailto:[email protected]
Sent: Tuesday, January 23, 2018 3:03 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [GELORA45] Pendidikan kedokteran di Belanda
 
 
 
 
 

jaman anda dulu dgn sekarang sudah tidak sama, sekarang cukup S1 jadi S Ked 
kemudian internship 1 th
 
 
 
dulu juga ada doktoradus utk sarjana ekonomi mungkin sama dgn doktorandus 
Belanda, sekarang sudah tidak ada lagi, yg ada SE
 
 
 
Insinyur sudah diganti ST
 
 
 
dll dll

---In [email protected], <djiekh@...> wrote :
 
Kok Indonesia cuma S1 itu informasi dari mana ?
 
Jaman dulu saja harus ujian Propadeus I dan II
 
Kemudian CI dan CII, setelah itu masih ada kuliah,
 
praktek kerja dan ujian ?
 
Masa makin mundur ?
 
Untuk lulus sekarang kabarnya butuh 7 -8 tahun
 
Dulu kalau insinyur luluan Indonesia, mau belajar di Delft,
 
ada beberapa mata kuliah sampai tahun ketiga diakui 
 
sepenuhnya. Yang dari tahun ke 4 dan ke 5 ada yang
 
harus ikut kuliah, dan diuji lagi. Untuk lulus lagi di
 
Delft dengan plant design, perlu 1.5 tahun.
 
 
 
 
 
2018-01-23 6:42 GMT+01:00 jonathangoeij@... [GELORA45] 
<[email protected]>:
 




gitu baru betul
 
 
 
kalau main disetarakan begitu yg paling enak ya dokter Indonesia dan India yg 
cuman S1 kemudian disetarakan dgn MD yg doctoral.

---In [email protected], <djiekh@...> wrote :
 
Dokter Belanda tetap pakai Drs. Yang sudah specialis, ditulis specialisatie di 
belakangnya.
 
Yang doctor, ditulis PhDnya.
 
Yang jadi persoalan di kerjasama internasional, dengan research yang sama2 
dikerjakan, 
 
titelnya yang dipasang disetarakan, juga di paper hasil researchnya.
 
Sampai sekarang tidak ada protest. Kalau tidak setuju, ya mesti protest.
 
HOME / TOP NEWS / WORLD NEWS
 
China gains ASEAN support for South China Sea activities
 
By Elizabeth Shim    |  Jan. 22, 2018 at 10:48 AM
 
 
 

 
Beijing’s diplomatic spokeswoman Hua Chunying said Monday ASEAN member states 
are supporting China’s island-building activities in the South China Sea. Photo 
by Stephen Shaver/UPI 
 
| License Photo
 
| 

  | 
Sign up for our weekly Korea Now newsletter
 
An exclusive report putting perspective on the week's most important 
developments.
 
[          ] [Sign up!] [close]
  |


Jan. 22 (UPI) -- China's foreign ministry extended its gratitude to Indonesia's 
defense minister after he reportedly expressed support for China's policies in 
the South China Sea.
 
Beijing's diplomatic spokeswoman Hua Chunying said Monday at a regular press 
briefing Ryamizard Ryacudu's comments reflect the common interests of Southeast 
Asia and China, Xinhua reported.
 
"The words of Minister Ryacudu reflect the active and sincere willingness of 
China and ASEAN member countries to jointly maintain peace and stability in the 
South China Sea," Hua said.
 
Speaking at the Raisina Dialogue 2018 in New Delhi last week, Ryacudu had said 
the situation in the South China Sea has improved significantly, and that the 
current status quo needs to be maintained, according to Xinhua.
 
China has been able to ramp up efforts in militarizing disputed islands in the 
maritime region in 2017, and most recently warned a U.S. vessel that sailed 
near the Scarborough Shoal.
 
ASEAN states including Vietnam, the Philippines, Malaysia and Indonesia 
originally voiced opposition to Chinese activities.
 
But as China is recasting itself as an overseer of maritime security, countries 
like the Philippines are sending a different kind of message: a desire to stay 
out of involvement.
 
Rodrigo Duterte's spokesman Harry Roque said Sunday the Philippines does "not 
wish to be part of a U.S.-China intramural," after the U.S. missile destroyer 
USS Hopper sailed near the China-claimed shoal.
 
Following the event the Chinese government strongly condemned U.S. defense 
strategy.
 
Hua said Monday the United States' tactics are working toward a "Cold War-style 
incident."
 
"China is the builder of world peace and a protector of the international 
order," the spokeswoman said.
 
Beijing also criticized the Trump administration for attacking China's trade 
policies.
 
 
 
2018-01-23 6:24 GMT+01:00 jonathangoeij@... [GELORA45] 
<[email protected]>:
 


 
 
lha...... dokter Belanda yg main comot gelar MD yg nggak karuan juntrungannya 
dapat darimana kok malah lebih galak  hahaha, apa malu toh pake gelarnya 
sendiri drs itu? minder? sok2an? biar laku?
 
 
 
mbok ya kalau memang dari sekolahnya dikasih gelar apa ya pake gelar itulah 
kenapa sih? kalau malu ya jangan dipake, eh ladalah kok main comot gitu saja.
 


---In [email protected], <djiekh@...> wrote :
 
Lha, ya, diprotest saja di pertemuan internasional.
 
Masing2 kan bisa beri alasannya, dan yang keberatan
 
ajukan keberatannya. Harus di forum kedokteran sendiri.
 
 
 
2018-01-23 6:07 GMT+01:00 Jonathan Goeij <jonathangoeij@...>:
 


bagaimana bukan pelanggaran etika lha wong nggak punya gelar itu kok dipakai 
saja, memangnya dapat darimana? gelar dapat darimana kok dicomot begitu saja? 
apa bukan sama dgn si Dullah yg cuman lulusan SMA terus pakai gelar drs didepan 
namanya. atau seperti Novel Bakmukmin yg pakai gelar Habib terus ngakunya itu 
namanya. 
 
 
 
On Monday, January 22, 2018, 8:48:17 PM PST, kh djie <djiekh@...> wrote:
 
 
 
 
 
Ya, kalau merasa ada pelanggaran etika ?, protest saja
 
di pertemuan internasional, tidak boleh dipakai selain
 
di Amerika ?
 
 
 
2018-01-23 5:37 GMT+01:00 Jonathan Goeij <jonathangoeij@...>:
 

bukan juridiksinya, lagipula itu kelihatannya itu masalah etika bukan masalah 
law.
 
 
 
 
 
On Monday, January 22, 2018, 7:33:13 PM PST, kh djie <djiekh@...> wrote:
 
 
 
 
 
Nah, itu yang sampai sekarang ketetapan di kedokteran Belanda.
 
Apa dasar penilaiannya, tidak dijelaskan.
 
MD Amerika silahkan ajukan protest kok istilah MD dipakai begitu,
 
terutama dalam international paper research.
 
 
 
2018-01-23 4:17 GMT+01:00 Jonathan Goeij <jonathangoeij@...>:
 

Saya ingin berbicara pandangan saya sedikit, tapi ingat yg saya bicarakan 
dokter bukannya dokter gigi karena saya tidak ingin menyinggung anak anda.
 
 
 
Pertama dokter Belanda yang gelar akademisnya cuman doktorandus tetapi kenapa 
kok pakai gelar MD padahal di ijazah yg tertulis doctorandus atau mungkin MSc 
dgn sistem yg baru, lagipula Belanda tidak mengenal gelar MD. Dus,walaupun 
artikel mengatakan ok saja sepanjang tidak deceitful tetapi bagaimana bisa 
tidak deceitful lha wong bukan gelarnya kok dipakai.
 
 
 
Sedang MD di US berbeda sekali, di ijazah dengan jelas sekali ditulis gelar 
Doctor of Medicine hal yg dgn mudah dilihat di ijazah yg nempel ditembok, jadi 
disini MD itu adalah gelar akademisnya yang resmi dan memang seharusnya dan 
sepantasnya dipakai. Ditambah US memang mengenal gelar MD sebagai professional 
doctorate (ingat bukan research doctorate) yang memang merupakan program 
doctorate. Sebagai tambahan US mengenal 2 macam doctorates, research doctorate 
dan professional doctorate, keduanya mempunyai orientasi berbeda.
 
 
 
Anak saya ingin jadi Neurosurgeon atau Neuroscientist karenanya saya 
mempelajari perbedaan keduanya, yg jelas utk jadi Neurosurgeon yg MD itu 
membutuhkan waktu study dan residency jauh lebih lama mungkin 2x lipat lebih 
dibanding jadi Neuroscientist yg PhD itu belum lagi kalau dilihat biayanya yg 
sangat berbeda jauh. 
 
 
 
Jadi kalau mau bilang MD itu bukan PhD, itu memang benar. Tetapi bilang MD itu 
bukan doctorate degree, itu salah kaprah, terutama karena anggapan itu dengan 
tolok ukur Belanda ataupun Indonesia yg jelas2 sistemnya berbeda.
 
 
 
 
 
 
 
On Monday, January 22, 2018, 6:39:29 PM PST, kh djie <djiekh@...> wrote:
 
 
 
 
 
Kopie :
 
Dutch doctors and in particular physician-researchers, increasingly use the 
abbreviation MD. They follow international customs. In the scientific world, MD 
often indicates that someone is a doctor, while the use of MSc leaves that in 
the dark. What many of them do not realize, however, is that MD in the English 
tradition, in contrast to the American, is a degree for doctors who have made a 
special contribution to medicine, comparable to Dutch PhD.
 
Artinya : MD Inggris ( dan juga Australia yang ikuti sistim Inggris ) adalah 
degree untuk Doktoren  yang telah berkontribusi di bidang medicine, sebanding 
dengaPhD Belanda, yang sebaliknya ( in tegenselling) dengan MD Amerika.
 
Artinya : MD Amerika itu bukan PhD . Artinya juga dokter Belanda harus ingat 
kalau MD hasil universitas Inggris dan Australia itu adalah Doktor, setara PhD 
Belanda.
 
Kopie :
 
Advies
Kortom, een basisarts mag kiezen tussen de titel doctorandus, de graad master 
of science of de graad medical doctor. Dubbel gebruik van titels en graden is 
niet toegestaan. 
 
Translator :
 
Advice
 
In short, a medical doctor ( basisarts)  may choose between the title of 
doctoral student (doctorandus), the degree of master of science or the degree 
of medical doctor. Double use of titles and degrees is not allowed.
 
Anak saya stage kedokteran giginya di Tokio. Di situ dia lihat pendidikan 
dokter gigi di jepang lama sekali. Banyak teori dulu, kemudian baru praktek. 
Slain itu setelah lulus, tidak boleh langsung kerja sebagai dokter gigi, harus 
magang dulu dua tahun pada dokter gigi yang sudah lama praktek. Kok seperti 
orang mau jadi notaris ??
 
Kalau di negeri Belanda, begitu lulus kedokeran gigi, keluar ijin praktek. 
Tetapi anak saya pilih kerja menggantikan seorang dokter gigi, yang karena 
kecelakaan mobil, tidak bisa praktek. Di situ dia praktek sendiri tanpa 
bimbingan. Yang perlu diketahui cara pengorganisasian pekerjaan dengan 
asistent2nya. sambil cari apa ada praktek dokter gigi yang dijual. 
 
Suatu hari, anak saya diminta Prof. Jepang untuk beri penjelasan sistim 
pendidikan dokter gigi di Belanda. Anak saya jelaskan dari tahun pertama sudah
 
ada prakek sedikit2 sampai berlanjut ke yang sulit2.
 
 
 
2018-01-23 2:31 GMT+01:00 Jonathan Goeij <jonathangoeij@...>:
 

Ini saya gunakan google translator, saya rasa artikel ini mengkritik halus 
pemakaian MD oleh dokter Belanda padahal mereka hanyalah doctorandus. Padahal 
MD bukanlah gelar yg terdaftar di Belanda. 
 
  
 
Dutch doctors and in particular physician-researchers, increasingly use the 
abbreviation MD. They follow international customs. In the scientific world, MD 
often indicates that someone is a doctor, while the use of MSc leaves that in 
the dark. What many of them do not realize, however, is that MD in the English 
tradition, in contrast to the American, is a degree for doctors who have made a 
special contribution to medicine, comparable to Dutch PhD.
 
 
 
On Monday, January 22, 2018, 2:49:55 PM PST, kh djie <djiekh@...> wrote:
 
 
 
 
 
Wat velen van hen echter niet beseffen, is dat MD in de Engelse traditie, in 
tegenstelling tot de Amerikaanse, een graad is voor artsen die een bijzondere 
bijdrage hebben geleverd aan de geneeskunde, vergelijkbaar met het Nederlandse 
promoveren.9 10
 
Artinya : MD di traditie Inggris (juga Australia yang mengikuti sistim Inggris) 
adalah Doctor seperti kalau di Nederland orang sudah melakukan promotie, yang 
lain dengan MD Amerika.( artinya menurut text ini MD Amerika bukan gelar 
Doctor/ PhD).
 
Kalau artikel di bawah dibuka ,
 
Titulatuur artsen vol onduidelijkheden ,
 
antara lain ditulis :
 
Advies
Kortom, een basisarts mag kiezen tussen de titel doctorandus, de graad master 
of science of de graad medical doctor. Dubbel gebruik van titels en graden is 
niet toegestaan. 
 
 
 
Advies :
 
secara singkat, seorang basisarts boleh memilih titel doctorandus, derajat 
Master of Science atau Medical Doctor. Pemakaian dobel titel atau derajat tidak 
diijinkan.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
2018-01-22 23:11 GMT+01:00 Jonathan Goeij jonathangoeij@... [GELORA45] 
<[email protected]>:
 

 
 
Melihat artikel ini kelihatannya dokter Belanda yg Drs. atau MSc tidaklah sama 
dengan MD dalam tradisi bahasa Inggris apalagi dengan MD dari US yang 
comparable (vergelijkbaar) dengan PhD Belanda.
 
 
 
kutipan:
 
 
 
Drs. en MSc ook medical doctor?
Nederlandse artsen en in het bijzonder arts-onderzoekers, gebruiken steeds 
vaker de afkorting MD. Zij volgen hierbij internationale gebruiken. In de 
wetenschappelijke wereld wordt met MD vaak aangegeven dat iemand arts is, 
terwijl het gebruik van MSc dat in het ongewisse laat. Wat velen van hen echter 
niet beseffen, is dat MD in de Engelse traditie, in tegenstelling tot de 
Amerikaanse, een graad is voor artsen die een bijzondere bijdrage hebben 
geleverd aan de geneeskunde, vergelijkbaar met het Nederlandse promoveren.9 10
Hoewel MD geen geregistreerde graad is in Nederland, mag er – mits er geen 
sprake is van misleiding – gebruik van gemaakt worden.3
 
Titulatuur artsen vol onduidelijkheden
 
 
 
| 
| 
| 
|  |  |

 |

 |
| 
|  | 
Titulatuur artsen vol onduidelijkheden
 
Sinds de invoering van de bachelor-masterstructuur, maar ook door de 
internationalisatie van de geneeskunde, hee...
  |

 |

 |


 
 
 
 
 
 
 
 

 
 

 
 

 
 

 
 


 
 


 
 



 
 
  
 

   

Kirim email ke