https://news.detik.com/berita/d-3836906/pdip-soal-peta-politik-pilkada-versi-rizieq-rakyat-yang-menilai?_ga=2.40421986.1529909186.1517077662-1811731629.1517077661
Minggu 28 Januari 2018, 00:06 WIB
PDIP soal Peta Politik Pilkada Versi Rizieq:
Rakyat yang Menilai
Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Share *0*
<https://news.detik.com/berita/d-3836906/pdip-soal-peta-politik-pilkada-versi-rizieq-rakyat-yang-menilai?_ga=2.40421986.1529909186.1517077662-1811731629.1517077661#>
Tweet
<https://news.detik.com/berita/d-3836906/pdip-soal-peta-politik-pilkada-versi-rizieq-rakyat-yang-menilai?_ga=2.40421986.1529909186.1517077662-1811731629.1517077661#>
Share *0*
<https://news.detik.com/berita/d-3836906/pdip-soal-peta-politik-pilkada-versi-rizieq-rakyat-yang-menilai?_ga=2.40421986.1529909186.1517077662-1811731629.1517077661#>
0 Komentar
<https://news.detik.com/berita/d-3836906/pdip-soal-peta-politik-pilkada-versi-rizieq-rakyat-yang-menilai?_ga=2.40421986.1529909186.1517077662-1811731629.1517077661#>
PDIP soal Peta Politik Pilkada Versi Rizieq: Rakyat yang Menilai Sekjen
PDIP Hasto Kristiyanto (Foto: Jefris Santama/detikcom)
<https://news.detik.com/berita/d-3836906/pdip-soal-peta-politik-pilkada-versi-rizieq-rakyat-yang-menilai?_ga=2.40421986.1529909186.1517077662-1811731629.1517077661#>
<https://news.detik.com/berita/d-3836906/pdip-soal-peta-politik-pilkada-versi-rizieq-rakyat-yang-menilai?_ga=2.40421986.1529909186.1517077662-1811731629.1517077661#>
<https://news.detik.com/berita/d-3836906/pdip-soal-peta-politik-pilkada-versi-rizieq-rakyat-yang-menilai?_ga=2.40421986.1529909186.1517077662-1811731629.1517077661#>
<https://news.detik.com/berita/d-3836906/pdip-soal-peta-politik-pilkada-versi-rizieq-rakyat-yang-menilai?_ga=2.40421986.1529909186.1517077662-1811731629.1517077661#>
*Jakarta* - Persaudaraan Alumni 212, melalui Dewan Pembina Habib Rizieq
Syihab, punya peta politik untuk Pilkada 2018. Bagaimana tanggapan PDIP?
"Yang penting Pemilu itu untuk rakyat. Yang memilih pemimpin itu rakyat,
bukan tokoh sehingga hal-hal yang dianjurkan dengan cara kurang pas,
biar rakyat yang menilai," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto kepada
wartawan di Tugu Proklamasi, Cikini, Jakpus, Sabtu (27/1/2018) malam.
*Baca juga: *Ini Peta Politik Pilkada 2018 Versi Habib Rizieq Syihab
<https://news.detik.com/read/2018/01/27/150518/3836393/10/ini-peta-politik-pilkada-2018-versi-habib-rizieq-syihab>
Hasto menjelaskan, biarlah rakyat yang menilai dan rakyat yang akan
menentukan pemimpinnya. "Serahkan pada rakyat, apakah memilih
berdasarkan kinerja atau ada pertimbangan lain," ucap Hasto.
*Baca juga: *Alumni 212 Sebut Partai Berbaju Merah Biang Kerok di
Indonesia
<https://news.detik.com/read/2018/01/27/115556/3836172/10/alumni-212-sebut-partai-berbaju-merah-biang-kerok-di-indonesia>
Persaudaraan Alumni 212 juga menyebut partai berbaju merah merupakan
biang kerok di Indonesia. PDIP meresponsnya.
"Mari kita lihat bahwa wajah politik membangun peradaban. Jangan wajah
politik membangun permusuhan. Setiap warga negara yang baik untuk hargai
suara rakyat. Biarlah rakyat jadi hakim terbaik dan memilih berdasarkan
track record karena bangsa ini dibangun susah payah pada 28 Oktober kita
bangun komitmen bangsa," kata Hasto.
Peta politik itu dibacakan Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif dalam jumpa
pers di Masjid Al-Ittihad, Tebet, Jaksel, Sabtu (27/1/2018). Tema dari
peta politik itu lantaran koalisi 212 yang permanen secara nasional di
semua daerah, sebagaimana harapan para ulama dan umat Islam, gagal
dibentuk karena beberapa kendala.
Ada 7 pemetaan politik di 17 daerah yang menjalani Pilgub 2018 versi
Rizieq yang dibacakan Slamet. Berikut ini lengkapnya:
/1. Koalisi 212 utuh tanpa ditunggangi partai pendukung penista agama,
seperti di Jawa Barat, Kalimantan Timur, dan Maluku Utara./
/2. Koalisi 212 utuh tapi ditumpangi partai pendukung penista agama,
seperti di Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Sulawesi Tengah./
/3. Koalisi 212 terbelah sehingga sebagian koalisi 212 tanpa partai
pendukung penista agama dan koalisi 212 sebagian lagi ditumpangi oleh
partai pendukung penista agama, seperti di Sumatera Selatan dan Maluku
Utara. /
/4. Koalisi 212 terpecah sehingga masing-masing koalisi dengan partai
pendukung penista agama, seperti di Riau, Lampung, Jatim, NTB, Sulawesi
Selatan, dan Maluku./
/5. Koalisi 212 tidak berarti karena fokus di cagub-cawagub muslim
melawan cagub-cawagub muslim, seperti di Kalimantan Barat./
/6. Koalisi 212 tidak berarti karena semua calon nonmuslim sehingga
fokus kepada 'Akhoffudh Dhororain' (mudarat yang lebih ringan), seperti
di Papua dan NTT./
/7. Pilkada di tingkat kota dan kabupaten juga mengalami situasi seperti
di atas, sehingga penyikapannya tidak akan mengikuti kaidah yang sama./
*(gbr/dkp)*
alumni presidium 212 <https://www.detik.com/tag/alumni-presidium-212/>
alumni 212 <https://www.detik.com/tag/alumni-212/> pdip
<https://www.detik.com/tag/pdip/> hasto kristiyanto
<https://www.detik.com/tag/hasto-kristiyanto/>