https://nasional.tempo.co/read/1054652/alumni-212-punya-misi-kalahkan-calon-dari-partai-merah-di-pilkada?BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_1
Alumni 212 Punya Misi Kalahkan Calon dari
Partai Merah di Pilkada
Reporter:
Adam Prireza
Editor:
Rina Widiastuti
Sabtu, 27 Januari 2018 16:33 WIB
0 komentar
<https://nasional.tempo.co/read/1054652/alumni-212-punya-misi-kalahkan-calon-dari-partai-merah-di-pilkada?BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_1#comments>
419423454
# Font:
# Ukuran Font: -
<https://nasional.tempo.co/read/1054652/alumni-212-punya-misi-kalahkan-calon-dari-partai-merah-di-pilkada?BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_1#font-decrease>
+
<https://nasional.tempo.co/read/1054652/alumni-212-punya-misi-kalahkan-calon-dari-partai-merah-di-pilkada?BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_1#font-increase>
#
#
Alumni 212 Punya Misi Kalahkan Calon dari Partai Merah di Pilkada
<https://nasional.tempo.co/read/1054652/alumni-212-punya-misi-kalahkan-calon-dari-partai-merah-di-pilkada?BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_1>
Jajaran pengurus pusat Persaudaraan 212 saat mengadakan konferensi pers
di Masjid Ittihad, Tebet, Jakarta, Sabtu, 27 Januari 2018. Tempo/Adam
Prireza
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212
<https://www.tempo.co/tag/alumni-212>, Slamet Maarif mengatakan pihaknya
mempunyai target mengalahkan calon kepala daerah yang diusung oleh
partai tertentu di Pilkada 2018. Ia tak mau mengatakan nama partai itu
secara jelas.
Menurut dia, Alumni 212 menganggap partai tersebut sebagai biang kerok
dari permasalahan yang ada di Indonesia. "Kami akan perjuangkan agar
calon yang diusung oleh partai biang kerok tersebut untuk bisa
dikalahkan di Pilkada 2018," ujarnya dalam konferensi pers di Masjid Al
Itihad, Tebet, Jakarta, Sabtu, 27 Januari 2018.
*Baca: Alumni 212: Rizieq Syihab Pulang ke Indonesia 21 Februari 2018
<https://nasional.tempo.co/read/1054561/alumni-212-rizieq-syihab-pulang-ke-indonesia-21-februari-2018>*
Meski menolak menyebut partai yang dia maksud, Slamet menegaskan partai
tersebut identik dengan warna merah dan saat ini sedang berkuasa di
pemerintahan. "Kalian pura-pura tidak tahu? Bajunya sama dengan
(seragam) /TVOne/," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Slamet mengungkapkan kekecewaannya karena
terpecahnya Koalisi 212 yang terdiri dari Partai Keadilan Sejahtera
(PKS), Partai Gerindra, dan Partai Amanat Nasional (PAN) di beberapa
daerah untuk Pilkada 2018. Ia pun mengatakan Alumni 212 akan tetap
mendukung ketiga partai tersebut selama tidak berkoalisi dengan Partai
Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Adapun Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP Eva Kusuma
Sundari yang dimintai tanggapannya soal pernyataan Slamet yang menyebut
"partai merah" sebagai biang kerok permasalahan, mengatakan partainya
siap berdialog soal demokrasi dan pemilihan kepala daerah. "Alumni 212
bisa meminta pendidikan politik dari Komisi Pemilihan Umum atau PDIP
terkait demokrasi terutama pilkada," ujar Eva kepada/Tempo/ lewat pesan
pendek, Sabtu, 27 Januari 2018.
*Baca: Di Reuni 212 Menantu Rizieq Shihab Jelaskan Kondisi Mertuanya
<https://metro.tempo.co/read/1038901/di-reuni-212-menantu-rizieq-shihab-jelaskan-kondisi-mertuanya>*
Menurut Eva, hingga saat ini PDIP masih memimpin sebagai partai dengan
elektabilitas paling tinggi. Dengan begitu, dia beranggapan partainyalah
yang saat ini memiliki kinerja, internal demokrasi, dan kualitas sumber
daya manusia yang paling baik. "Jadi paling pas untuk diajak debat,
dialog, atau diskusi dengan Alumni 212 supaya bisa jadi warga negara
yang kategori pemilih cerdas," katanya.
Meski demikian, Eva menambahkan, jika ukuran yang digunakan selain
Pancasila, dialog tidak akan nyambung. Ia menegaskan, PDIP adalah partai
ideologis yang pro-Pancasila sehingga memiliki legalitas dan legitimasi
untuk dipilih.
Terkait dengan penyebutan biang kerok oleh Ketua Persaudaraan Alumni 212
<https://www.tempo.co/tag/alumni-212> untuk "partai merah", menurut Eva,
kalau itu ditujukan kepada PDIP, harus ada data dan faktanya. Jika
menyerang PDIP, dia melanjutkan, berarti Alumni 212 juga menyerang
partai-partai yang berkoalisi dengan partainya di berbagai daerah.
"Sebaiknya alumni (212) bikin partai, ikut demokrasi sehingga
compatible. PDIP kerja sama dengan semua partai di banyak pilkada, Jadi
kalau nyatroni kandidat PDIP, ya nyatroni partai-partai sah yang lain,"
Eva menjelaskan.
------------------------------------------------------------------------
# Alumni 212 <https://www.tempo.co/tag/alumni-212>
# Pilkada <https://www.tempo.co/tag/pilkada>