From: 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] 
Sent: Sunday, January 28, 2018 2:53 AM



https://nasional.tempo.co/read/1054652/alumni-212-punya-misi-kalahkan-calon-dari-partai-merah-di-pilkada?BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_1


Alumni 212 Punya Misi Kalahkan Calon dari 

Partai Merah di Pilkada 
Reporter: 
Adam Prireza
Editor: 
Rina Widiastuti
Sabtu, 27 Januari 2018 16:33 WIB 
 
Jajaran pengurus pusat Persaudaraan 212 saat mengadakan konferensi pers di 
Masjid Ittihad, Tebet, Jakarta, Sabtu, 27 Januari 2018. Tempo/Adam Prireza

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif 
mengatakan pihaknya mempunyai target mengalahkan calon kepala daerah yang 
diusung oleh partai tertentu di Pilkada 2018. Ia tak mau mengatakan nama partai 
itu secara jelas.

Menurut dia, Alumni 212 menganggap partai tersebut sebagai biang kerok dari 
permasalahan yang ada di Indonesia. "Kami akan perjuangkan agar calon yang 
diusung oleh partai biang kerok tersebut untuk bisa dikalahkan di Pilkada 
2018," ujarnya dalam konferensi pers di Masjid Al Itihad, Tebet, Jakarta, 
Sabtu, 27 Januari 2018.

Baca: Alumni 212: Rizieq Syihab Pulang ke Indonesia 21 Februari 2018

Meski menolak menyebut partai yang dia maksud, Slamet menegaskan partai 
tersebut identik dengan warna merah dan saat ini sedang berkuasa di 
pemerintahan. "Kalian pura-pura tidak tahu? Bajunya sama dengan (seragam) 
TVOne," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Slamet mengungkapkan kekecewaannya karena terpecahnya 
Koalisi 212 yang terdiri dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Gerindra, 
dan Partai Amanat Nasional (PAN) di beberapa daerah untuk Pilkada 2018. Ia pun 
mengatakan Alumni 212 akan tetap mendukung ketiga partai tersebut selama tidak 
berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Adapun Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari 
yang dimintai tanggapannya soal pernyataan Slamet yang menyebut "partai merah" 
sebagai biang kerok permasalahan, mengatakan partainya siap berdialog soal 
demokrasi dan pemilihan kepala daerah. "Alumni 212 bisa meminta pendidikan 
politik dari Komisi Pemilihan Umum atau PDIP terkait demokrasi terutama 
pilkada," ujar Eva kepada Tempo lewat pesan pendek, Sabtu, 27 Januari 2018.

Baca: Di Reuni 212 Menantu Rizieq Shihab Jelaskan Kondisi Mertuanya

Menurut Eva, hingga saat ini PDIP masih memimpin sebagai partai dengan 
elektabilitas paling tinggi. Dengan begitu, dia beranggapan partainyalah yang 
saat ini memiliki kinerja, internal demokrasi, dan kualitas sumber daya manusia 
yang paling baik. "Jadi paling pas untuk diajak debat, dialog, atau diskusi 
dengan Alumni 212 supaya bisa jadi warga negara yang kategori pemilih cerdas," 
katanya.

Meski demikian, Eva menambahkan, jika ukuran yang digunakan selain Pancasila, 
dialog tidak akan nyambung. Ia menegaskan, PDIP adalah partai ideologis yang 
pro-Pancasila sehingga memiliki legalitas dan legitimasi untuk dipilih..

Terkait dengan penyebutan biang kerok oleh Ketua Persaudaraan Alumni 212 untuk 
"partai merah", menurut Eva, kalau itu ditujukan kepada PDIP, harus ada data 
dan faktanya. Jika menyerang PDIP, dia melanjutkan, berarti Alumni 212 juga 
menyerang partai-partai yang berkoalisi dengan partainya di berbagai daerah. 
"Sebaiknya alumni (212) bikin partai, ikut demokrasi sehingga compatible. PDIP 
kerja sama dengan semua partai di banyak pilkada, Jadi kalau nyatroni kandidat 
PDIP, ya nyatroni partai-partai sah yang lain," Eva menjelaskan.


--------------------------------------------------------------------------------

a.. Alumni 212 
a.. Pilkada 














Kirim email ke