Maaf kalau boleh tahu berapa gaji bapak yang dermawan ini. Hitung saja gajinya 3.5 juta, beli beras 10 kg seharga 120 rb, beli gas 150 rb, beli sabun dan odol serta sampo hitung 50 Rb, bayar listrik air 250 rb, beli lauk pauk serta ikan sebulan hitung 500 rb, bayar iuran tv 50 rb, sangu anak 700, beli bensin 4 motor sekitar 400 rb dll 120 rb + 150 rb+ 50 rb + 250 rb + 500 rb+50 rb+ 400 rb= 2.5 jt belum yang lainya.
Kalau saya belanja untuk keperluan dapur saja rp. 800 rb Belum bayar listrik, air belum sangu anak, belum beli bensin untuk 4 motor dll Gaji 6 juta jarang tersisa, belum gaji istri belum hasil sari sanggar tari. Hasil sanggar kalau rame yang sewa pakaian daerah bisa 6 - 10 juta sebulan kalau sepi sekitar 1.5-3 juta. Saya memperbaiki rumah dikampung saja setengah mati ngumpulin duit. 4-5 tahun baru bisa ngumpulin duit sekitar 20 juta From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Sunday, January 28, 2018 4:27 PM To: GELORA_In <[email protected]> Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Pak Tito! Polisi Ini Sisihkan Gaji Untuk Bedah Rumah Warga Miskin Loh! Pengorbanannya Bikin Trenyuh Pak Tito! Polisi Ini Sisihkan Gaji Untuk Bedah Rumah Warga Miskin Loh! MINGGU, 28 JAN 2018 15:05 | EDITOR : MOCHAMAD NUR [Kapolri Jenderal Tito Karnavian]<https://www.jawapos.com/uploads/news/2018/01/27/pak-tito-polisi-ini-sisihkan-gaji-untuk-bedah-rumah-warga-miskin-loh_m_184403.jpeg> Kapolri Jenderal Tito Karnavian (HENDRA EKA/JAWA POS) Berita Terkait * Peringati HUT ke-72, Satbrimob Polda Metro Bedah Rumah Warga<https://www.jawapos.com/read/2017/11/14/168354/peringati-hut-ke-72-satbrimob-polda-metro-bedah-rumah-warga> * Hari Pahlawan, PLN Bedah Rumah Veteran Perang Seroja Timor-Timur<https://www.jawapos.com/read/2017/11/12/168016/hari-pahlawan-pln-bedah-rumah-veteran-perang-seroja-timor-timur> * Keren, Bocah SD Urunan Bedah Rumah Nenek yang Tinggal Sebatang Kara<https://www.jawapos.com/read/2017/10/10/161791/keren-bocah-sd-urunan-bedah-rumah-nenek-yang-tinggal-sebatang-kara> Di tengah tumbuh suburnya budaya individualisme sekarang ini, pengorbanan yang dilakukan Brigpol Karya Gunawan patut mendapat acungan jempol. Bagaimana tidak, setiap bulan, dia rela menyisihkan gajinya untuk membiayai bedah rumah warga miskin, sebagai investasi akhiratnya. SYAHRUDDIN, Luwu Utara Papan kayu sepanjang empat meter dipanggulnya keluar dari rumah pasangan suami-istri, Kamuri (75) dan Tuyem (65). Pria berperawakan tinggi besar itu masih mengenakan seragam kepolisiannya. [Ilustrasi bedah rumah] Ilustrasi bedah rumah (Istimewa) Brigadir Polisi Karya Gunawan tak sungkan turun tangan membantu bedah rumah Kamuri dan Tuyem. Polisi yang sangat peduli pada masyarakat di sekitarnya itu bertugas di Polsek Bone-bone. Dia juga ditugaskan sebagai Bhabinkamtibmas Desa Banyu Urip, Desa Sidomukti, dan Desa Sukaraya. Di sela tugasnya, di Desa Banyu Urip, Karya Gunawan sibuk membantu perbaikan rumah Kamuri dan Tuyem. Ternyata, Brigadir Polisi Karya Gunawan tak hanya menyumbangkan tenaga untuk membantu bedah rumah Kamuri dan Tuyem. Dia juga membiayai seluruh perbaikan rumah pasangan lansia itu. Bersama warga, pekerjaan bedah rumah Kamuri dan Tuyem selesai dalam waktu tiga hari. Kamuri dan Tuyem tergolong warga miskin di Desa Banyu Urip, Kecamatan Bone-bone, Kabupaten Luwu Utara. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka hanya mengandalkan penjualan kurungan ayam dan cangkul. Penghasilannya tidak seberapa. Di rumahnya, Kamuri tinggal hanya berdua bersama istrinya. Penghasilannya kadang tidak cukup untuk biaya hidup, apalagi untuk memperbaiki rumahnya yang reot. Rumahnya terbuat dari potongan kayu. Lantainya beralaskan tanah. Atapnya dari daun rumbia yang sudah bocor di mana-mana. Kondisi ini menggerakkan hati Brigadir Polisi Karya Gunawan untuk membantu membedah rumah Kamuri. Dia berinisiatif membantu membiayai bedah rumah. Biaya bedah rumah Kamuri dan Tuyem mencapai Rp 9,5 juta. Karya Gunawan mengumpulkan dana untuk perbaikan rumah warga selama dua tahun. Setiap bulan, dia selalu menyisihkan gaji untuk membantu warga miskin. "Hitung-hitung sebagai investasi akhirat dengan menolong orang miskin, katanya pendek seperti dikuti Harian Fajar (Jawa Pos Group), Minggu (28/1). Pria berbadan tegap yang mengawali karier sebagai anggota polisi dari tingkatan tamtama ini selalu tersentuh melihat warga di sekitarnya yang tergolong prasejahtera. "Ini panggilan hati nurani saya membantu warga miskin,'' kata Gunawan yang merupakan alumni Pendidikan Tamtama Polri Dipusdik Sabhara, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur tahun 1998. Polisi kelahiran Bone-bone tahun 1977 ini melihat enam anak Kamuri juga tidak dapat membantu orang tuanya. Kondisi ekonomi anaknya juga kurang mampu. Seluruh anak Kamuri juga sudah punya keluarga. Selain ikut membantu warga miskin, Gunawan juga aktif mendekati masyarakat di daerah penugasannya. Setiap ada konflik, polisi berpangkat bintara ini langsung mencari akar persoalan. Sejak bertugas di Polsek Bone-bone tahun 1999, dia selalu dapat meredakan konflik yang terjadi. Itu dia lakukan agar tidak membesar menjadi konflik sosial. Seluruh anak muda juga selalu dikumpulkan di kantor desa dan sekolah. Dia banyak memberikan arahan. Kalangan orang tua juga ikut didekati. Suatu waktu, konflik pernah terjadi antara warga Dusun Kopi-kopi dan Dusun Karangan. Namun, konflik itu cepat selesai. Itu lantaran kerja keras Gunawan. Sebagai putra daerah, suami Amnaeni ini sangat paham karakter masyarakat tiga desa yang dibinanya. Kepedulian dan pendekatan kepada warga telah mengantar ayah Gadisa Putria ini menjadi polisi teladan di Polres Luwu Utara tahun 2017. Dia kemudian dipilih mewakili Polres Luwu Utara di tingkat Polda Sulsel pada tahun yang sama. Polda Sulsel menganugerahinya juara dua polisi teladan. Kompetisi ini merupakan program Sumber Daya Manusia (SDM) Mabes Polri. Dia bersaing dengan 32 anggota Polres se-Polda Sulsel. (nas/JPC)
