----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sunny ambon [email protected]
[nasional-list] <[email protected]>Terkirim: Senin, 29 Januari 2018
00.03.40 GMT+1Judul: [nasional-list] Ini Resolusi Hasil Munas Ulama, Tokoh dan
Alumni 212
ttp://www.suara-islam.com/read/kabar/nasional/24858/Ini-Resolusi-Hasil-Munas-Ulama-Tokoh-dan-Alumni-212
Ini Resolusi Hasil Munas Ulama, Tokoh dan Alumni212
27 Januari 21:24 | Dilihat : 1272
Munas Persaudaraan Alumni 212
Cisarua (SI Online) - Sejumlah ulama, tokoh danaktivis 212 mengikuti musyawarah
nasional (munas) sejak Kamis hinggaSabtu 25-27 Januari 2018 di Cisarua, Jawa
Barat. Dalam munas tersebutdihasilkan sejumlah resolusi. Berikut isi lengkap
resolusi tersebut:
Alhamdulillah, Musyawarah Nasional yang dihadiri para ulama,tokoh dan aktivis
212 ke I telah berlangsung dari tanggal 25 – 27Januari 2018 dalam suasana
ukhuwah yang mantap dihadiri oleh 21propinsi dan bertujuan tunggal: Mencari
Ridha Allah semata.
Sebagai pewaris para Nabi, para ulama dari berbagai kalanganyang menghadiri
musyawarah telah bertekad untuk berjuang mewujudkantegaknya kalimat tauhid di
bumi Indonesia. Kalimat tauhid itu antaralain berarti kalimat at-tahrir
(pembebas) yakni: At-tahrir min‘ibadatil ‘ibad ila ibadatillah. Membebaskan
manusia dari setiappersembahan kepada sesama manusia ke ibadah pada Allah SWT
semata.
Dan sebagai umat beriman yang hidup setelah Rasulullah SAWmaka sirah dan
perjuangan Nabi Muhammad SAW kita jadikan uswahhasanah, tauladan indah bagi
perjuangan kaum beriman di Indonesia.
Permasalahan yang dihadapi oleh umat Islam berbeda-beda darisetiap zaman ke
zaman berikutnya, namun essensi permasalahan ituselalu sama. Permasalahan yang
bersifat internal adalah bagaimanamembangun ukhuwah Islamiyah agar dapat
menjadi ummah wahidah dalamrangka meninggikan kalimah Allah setinggi-tingginya.
Sedangkanpermasalahan eksternal yang dihadapi adalah kekuatan-kekuatan
yangtidak pernah berhenti memusuhi Islam dan umatnya. Bila cahaya Allahsampai
menjadi redup eksistensi umat Islam tidak lagi punya relevansidalam kehidupan
berbangsa dan benegara.
Lewat musyawarah dan pertukaran pendapat yang salingkomplementer, Munas telah
memutuskan hal-hal berikut ini:
Perubahan Nama
Munas Ulama, Tokoh dan Aktivis 212 ke I telah memutuskan bahwanama Presidium
Alumni 212 telah diganti menjadi Persaudaraan ALumni212 dengan pertimbangan
agar lebih egaliter, terbuka dan demokratis.
Masalah Internal
Untuk membangun kekuatan umat, seluruh wanti-wanti al-Qur’anharus kita jadikan
pegangan agar kaum muslimin dan kaum mukmininselalu berada dalam satu barisan;
senantiasa bersifat asuh-asah-asihpada sesama mukmin dan keras serta tegas
terhadap orang-orang kafir;selalu ber amar ma’ruf dan nahi munkar; menegakkan
keadilan danberbuat kebajikan; memberantas fahsya’, kemunkaran dan
kezaliman;tidakbolehtakut pada apa dan siapa pun, namun harus takut pada Allah;
membangunkekuatan dalam semua bidang kehidupan, termasuk kekuatan yang
diperlukan jika harus jihad fi sabilillah dalam arti menyabung nyawa;menjadikan
seluruh masjid sebagai pusat-pusat ukhuwah Islamiyah danarena pembangunan jiwa
tauhid; dst. dst.
Ada tiga hal penting dan mendesak di tahun-tahun politiksekarang ini. Pertama,
jangan pernah kita menjual atau menggadaikanagama dengan apa pun yang bersifat
keduniaan. Kaum beriman harusyakin bahwa seluruh dunia, bumi dan isinya adalah
tsamanan qalilan,harga yang teramat murah. Dunia, dibandingkan dengan akhirat
hanyalahseperti satu sayap nyamuk. Terutama para pemimpin, ulama, habaib,zu’ama
dan tokoh-tokoh muda jangan sampai tergelincir oleh satusayap nyamuk.
Kedua, pada saat-saat kritis seperti sekarang ini, di manakita saksikan
kebanyakan negeri muslim sudah roboh satu per satu,seyogyanya umat Islam
Indonesia segera sadar diri, jangan terbuaiterlalu lama dengan tabuhan gendang
dan irama tarian kaumIslamophobia, yang sesat dan menyesatkan ke jalan
kesesatan.
Ketiga, segera berhenti bertikai ke dalam. Ulama dantokoh-tokoh Islam di
berbagai bidang
kehidupan harus duduk bersama, saling menyadarkan bahwakeadaan yang dihadap
sekarang oleh umat Islam mengarah pada prosespelemahan Islam yang sangat cepat.
Karena itu tidak boleh biarkan.Ibaratnya, umat Islam Indonesia sedang berlomba
dengan waktu.
Masalah Eksternal
Kita menyaksikan bahwa kekuatan Islamophobia di Indonesiamulai berani
menampakkan dirinya karena merasa sudah diatas angin.Seluruh kaum kafirin,
musyrikin, munafiqin, fasiqin, dan dhaliminsaling memperkuat diri bergandegan
dengan kekuatan Islamophobiainternasional sedang berusaha mengunci kekuatan
Islam dengan segalajalan.
Tahun lalu ada oknum pemimpin penting di Indonesia yangmengajak rakyat untuk
memisahkan agama dari politik. Setelahucapannya mendapat reaksi yang sangat
luas, si oknum pemimpinberusaha meralat dengan berbagai cara. Akan tetapi
al-Qur’an sudahmemperingatkan bahwa kadangkala ucapan kebencian terhadap Islam
itumuncul dari mulut mereka, akan tetapi kebencian yang membara di dalamdada
mereka sesungguhnya lebih besar lagi.
Terasa kuat rezim yang sedang berkuasa ini memberi angin buatkebangkitan
komunisme dan PKI. Rakyat diberi propaganda menyesatkanseolah-olah komunisme
sudah tidak ada lagi, sehingga tidak perludiperbicangkan lagi. Padahal 3 negara
Asia yang sangat kuat, yaituRepublik Rakyat Cina, Vietnam dan Korea Utara
dikendalikan sepenuhnyaoleh Partai Komunis di-masing-masing negara.
Oleh karena itu kami meminta perhatian serius dari rezim yangberkuasa saat ini
agar tidak memberikan kesempatan luas bagikebangkitan PKI. Demikan juga
hendaknya rezim jangan mempeloporisekularisme dengan mengenyahkan nilai-nilai
agama dari politik danpemerintahan.
Dalam pada itu kami mengingatkan program Trisakti dan Nawacitayang 3 tahun lalu
dijadikan semboyan andalan dari rezim yang berkuasasaat ini dalam kenyataan
tidak tercapai sama sekali. Kami minta tidaklagi membuat janji-janji muluk di
sisa pemerintahan.
Kami mengingatkan pimpinan nasional yang segera berakhir di2019 supaya tidak
menambah utang luar negeri lagi yang sudahmendekati lampu merah. Bila Indonesia
makin dalam masuk ke perangkaputang luar negeri, ekonomi nasional yang sudah
sangat rapuh bisasegera hancur, sehingga dikhawatirkan tambahan utang najis
(odiousdebt) yang makin menggunung tidak bisa tidak akan menjadikanIndonesia
negara yang sepenuhnya tergantung pada negara kreditor.
Dalam pada itu kami mengingatkan bahwa sejak sekarang harussudah di mulai
usaha-usaha untuk merintis pembangunan ekonomi umatIslam. Harus segera dirintis
pembangunan toko ritel, gerai, warungdan berbagai unit outlet yang dimiliki
oleh umat Islam agar supayaumat Islam dibiasakan untuk membeli berbagai
kebutuhan ekonomi primerserta alat-alat pendidikan ke toko atau mart yang
dimiliki olehorang-orang Islam sendiri.
Nampak banyak kalangan umat Islam yang tidak atau belummenyadari bahwa
keuntungan besar yang diperoleh dari bisnis parapenista agama sesungguhnya
berasal dari umat Islam. Keuntungan itupada gilirannya diperuntukkan untuk
upaya de-Islamisasi dan untukmembeayai berbagai langkah mereka yang dihinggapi
penyakitIslamophobia.
Imam Besar HRS
Musyawarah Nasional PA Alumni 212 ke I mengharapkan supayaImam Besar bisa
segera dapat pulang ke tanah air, karenakeberadaannya di Indonesia dibutuhkan
untuk memperkuat dakwah dansyi’ar Islam pada umumnya:
Meminta pada rezim penguasa supaya bersikap adil terhadap paraulama Islam. Para
penganjur kekerasan, bahkan pembunuhan terhadapumat Islam, seperti dilakukan
oleh Victor Lascodat dibiarkanberkeliaran, sementara para tokoh-tokoh seperti
Buni Yani, UstadzTanjung (ahli tentang PKI, dll) diperlakukan sangat berbeda.
Kami mohon pada rezim yang sedang berkuasa sekarang agarsegera memfasilitasi
kepulangan Imam Besar HRS dan menghentikankriminalisasi terhadapnya.
Akhirnya Musyawarah Nasional PA 212 ke I berketetapan bilamankami mengadakan
kegiatan yang bersifat nasional, pimipinan nasional,para menteri terkait,
kepolisian dan berbagai instansi negara penting
lainnya akan kami undang untukdapat menghadiri, dan tidak mengirimkan wakil..
Kami akan tampil secara terbuka, tanpa rasa takut apa pun,untuk mendiskusikan
masalah-masalah kebangsaan dengan pimpinannasional langsung beserta seluruh
jajarannya, sehingga bila kaminanti mengundangnpara tokoh penting itu,
seyogyanya dapat hadirsecara elegan dan tidak mengirimkan wakil.
Supaya tidak ada lagi kebohongan dan misteri destruktif antararakyat dan
penguasa, agar dapat ditemukan solusi bersama.
Cisarua, Sabtu 27 Januari 2018
Pengurus Pusat
Persaudaraan Alumni 212
Ketua Umum Sekretaris Umum
Ust. Slamet Ma’arif, SA.g.MM Ust. Drs.Bernard Abdul Jabbar, MPd
Mengetahui ;
Ketua Dewan Penasehat
Prof. Dr. H. M. Amien Rais, MA
KOALISI 212 yang permanen secara Nasional di semua daerahsebagaimana Harapan
Ulama dan Umat Islam gagal dibentuk karenakendala.
Namun yang demikian itu tidak mengurangi semangat juang paraMujahid & Mujahidah
212 untuk tetap pada prinsip pemenangan ummatIslam secara Politik, peta politik
yang ada saat ini di berbagaidaerah secara garis besar sebagai berikut:
1. Koalisi 212 utuh tanpa di tunggangi Partai PendukungPenista Agama seperti di
Jawa Barat, Kalimantan Timur dan MalukuUtara
2. Koalisi 212 utuh tapi di tumpangi Partai PendukungPenista Agama seperti di
Jawa Tengah Sumatra Utara dan SulawesiTengah.
3. Koalisi 212 terbelah sehingga sebagian koalisi 212tanpa Partai Pendukung
Penista Agama dan Koalisi 212 sebagian lagi ditumpangi oleh partai Pendukung
Penista Agama seperti di SumatraSelatan dan Maluku Utara,
4. Koalisi 212 terpecah sehingga masing– masing koalisi dengan Partai Pendukung
Penista Agama sepertiRiau, Lampung, Jatim, NTB, Sulawesi Selatan & Maluku.
5.Koalisi 212 tidak berarti karena focus di Cagub – Cawagub Muslimmelawan Cagub
– Cawagub Muslim seprti di Kalimantan Barat
6.Koalisi 212 tidak berarti karena semua calon Non Muslim sehinggafocus kepada
Akhoffudh Dhororain (Mudharat yang lebih ringan) sepertidi Papua dan NTT.
7. Pilkada di tingkat Kota dan Kabupaten jugamengalami situasi seperti di atas,
sehingga penyikapannya tidak akanmengikuti kaidah yang sama.
Pembina Pengurus Pusat
Persaudaraan Alumni 212
DR. MUHAMMAD RIZIEQ SIHAB, Lc.,MA.DPMMS