Wah, wah, para ulama , para pewaris nabi................
Memangnya anak, cucunya..... ?
Sudah bayar pajak warisan...?

2018-01-28 23:36 GMT+01:00 Sunny ambon [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
> ttp://www.suara-islam.com/read/kabar/nasional/24858/Ini-
> Resolusi-Hasil-Munas-Ulama-Tokoh-dan-Alumni-212
> <http://www.suara-islam.com/read/kabar/nasional/24858/Ini-Resolusi-Hasil-Munas-Ulama-Tokoh-dan-Alumni-212>
>
>
> *Ini Resolusi Hasil Munas Ulama, Tokoh dan Alumni 212 *
>
> 27 Januari 21:24 | Dilihat : 1272
>
> Munas Persaudaraan Alumni 212
>
> *Cisarua (SI Online)* - Sejumlah ulama, tokoh dan aktivis 212 mengikuti
> musyawarah nasional (munas) sejak Kamis hingga Sabtu 25-27 Januari 2018 di
> Cisarua, Jawa Barat. Dalam munas tersebut dihasilkan sejumlah resolusi.
> Berikut isi lengkap resolusi tersebut:
>
> *Alhamdulillah, Musyawarah Nasional yang dihadiri para ulama, tokoh dan
> aktivis 212 ke I telah berlangsung dari tanggal 25 – 27 Januari 2018 dalam
> suasana ukhuwah yang mantap dihadiri oleh 21 propinsi dan bertujuan
> tunggal: Mencari Ridha Allah semata.*
>
> *Sebagai pewaris para Nabi, para ulama dari berbagai kalangan yang
> menghadiri musyawarah telah bertekad untuk berjuang mewujudkan tegaknya
> kalimat tauhid di bumi Indonesia. Kalimat tauhid itu antara lain berarti
> kalimat at-tahrir (pembebas) yakni: At-tahrir min ‘ibadatil ‘ibad ila
> ibadatillah. Membebaskan manusia dari setiap persembahan kepada sesama
> manusia ke ibadah pada Allah SWT semata.*
>
> *Dan sebagai umat beriman yang hidup setelah Rasulullah SAW maka sirah dan
> perjuangan Nabi Muhammad SAW kita jadikan uswah hasanah, tauladan indah
> bagi perjuangan kaum beriman di Indonesia.*
>
> *Permasalahan yang dihadapi oleh umat Islam berbeda-beda dari setiap zaman
> ke zaman berikutnya, namun essensi permasalahan itu selalu sama.
> Permasalahan yang bersifat internal adalah bagaimana membangun ukhuwah
> Islamiyah agar dapat menjadi ummah wahidah dalam rangka meninggikan kalimah
> Allah setinggi-tingginya. Sedangkan permasalahan eksternal yang dihadapi
> adalah kekuatan-kekuatan yang tidak pernah berhenti memusuhi Islam dan
> umatnya. Bila cahaya Allah sampai menjadi redup eksistensi umat Islam tidak
> lagi punya relevansi dalam kehidupan berbangsa dan benegara.*
>
> *Lewat musyawarah dan pertukaran pendapat yang saling komplementer, Munas
> telah memutuskan hal-hal berikut ini:*
>
> *Perubahan Nama*
>
> *Munas Ulama, Tokoh dan Aktivis 212 ke I telah memutuskan bahwa nama
> Presidium Alumni 212 telah diganti menjadi Persaudaraan ALumni 212 dengan
> pertimbangan agar lebih egaliter, terbuka dan demokratis.*
>
> *Masalah Internal*
>
> *Untuk membangun kekuatan umat, seluruh wanti-wanti al-Qur’an harus kita
> jadikan pegangan agar kaum muslimin dan kaum mukminin selalu berada dalam
> satu barisan; senantiasa bersifat asuh-asah-asih pada sesama mukmin dan
> keras serta tegas terhadap orang-orang kafir; selalu ber amar ma’ruf dan
> nahi munkar; menegakkan keadilan dan berbuat kebajikan; memberantas
> fahsya’, kemunkaran dan kezaliman; tidak boleh
> <http://www.suara-islam.com/read/kabar/nasional/24858/Ini-Resolusi-Hasil-Munas-Ulama-Tokoh-dan-Alumni-212#39251823>
> <http://www.suara-islam.com/read/kabar/nasional/24858/Ini-Resolusi-Hasil-Munas-Ulama-Tokoh-dan-Alumni-212#39251823>
> takut pada apa dan siapa pun, namun harus takut pada Allah; membangun
> kekuatan dalam semua bidang kehidupan, termasuk kekuatan yang di perlukan
> jika harus jihad fi sabilillah dalam arti menyabung nyawa; menjadikan
> seluruh masjid sebagai pusat-pusat ukhuwah Islamiyah dan arena pembangunan
> jiwa tauhid; dst. dst.*
>
> *Ada tiga hal penting dan mendesak di tahun-tahun politik sekarang ini.
> Pertama, jangan pernah kita menjual atau menggadaikan agama dengan apa pun
> yang bersifat keduniaan. Kaum beriman harus yakin bahwa seluruh dunia, bumi
> dan isinya adalah tsamanan qalilan, harga yang teramat murah. Dunia,
> dibandingkan dengan akhirat hanyalah seperti satu sayap nyamuk. Terutama
> para pemimpin, ulama, habaib, zu’ama dan tokoh-tokoh muda jangan sampai
> tergelincir oleh satu sayap nyamuk.*
>
> *Kedua, pada saat-saat kritis seperti sekarang ini, di mana kita saksikan
> kebanyakan negeri muslim sudah roboh satu per satu, seyogyanya umat Islam
> Indonesia segera sadar diri, jangan terbuai terlalu lama dengan tabuhan
> gendang dan irama tarian kaum Islamophobia, yang sesat dan menyesatkan ke
> jalan kesesatan.*
>
> *Ketiga, segera berhenti bertikai ke dalam. Ulama dan tokoh-tokoh Islam di
> berbagai bidang*
>
> *kehidupan harus duduk bersama, saling menyadarkan bahwa keadaan yang
> dihadap sekarang oleh umat Islam mengarah pada proses pelemahan Islam yang
> sangat cepat. Karena itu tidak boleh biarkan. Ibaratnya, umat Islam
> Indonesia sedang berlomba dengan waktu.*
>
> *Masalah Eksternal*
>
> *Kita menyaksikan bahwa kekuatan Islamophobia di Indonesia mulai berani
> menampakkan dirinya karena merasa sudah diatas angin. Seluruh kaum kafirin,
> musyrikin, munafiqin, fasiqin, dan dhalimin saling memperkuat diri
> bergandegan dengan kekuatan Islamophobia internasional sedang berusaha
> mengunci kekuatan Islam dengan segala jalan.*
>
> *Tahun lalu ada oknum pemimpin penting di Indonesia yang mengajak rakyat
> untuk memisahkan agama dari politik. Setelah ucapannya mendapat reaksi yang
> sangat luas, si oknum pemimpin berusaha meralat dengan berbagai cara. Akan
> tetapi al-Qur’an sudah memperingatkan bahwa kadangkala ucapan kebencian
> terhadap Islam itu muncul dari mulut mereka, akan tetapi kebencian yang
> membara di dalam dada mereka sesungguhnya lebih besar lagi.*
>
> *Terasa kuat rezim yang sedang berkuasa ini memberi angin buat kebangkitan
> komunisme dan PKI. Rakyat diberi propaganda menyesatkan seolah-olah
> komunisme sudah tidak ada lagi, sehingga tidak perlu diperbicangkan lagi.
> Padahal 3 negara Asia yang sangat kuat, yaitu Republik Rakyat Cina, Vietnam
> dan Korea Utara dikendalikan sepenuhnya oleh Partai Komunis
> di-masing-masing negara.*
>
> *Oleh karena itu kami meminta perhatian serius dari rezim yang berkuasa
> saat ini agar tidak memberikan kesempatan luas bagi kebangkitan PKI.
> Demikan juga hendaknya rezim jangan mempelopori sekularisme dengan
> mengenyahkan nilai-nilai agama dari politik dan pemerintahan.*
>
> *Dalam pada itu kami mengingatkan program Trisakti dan Nawacita yang 3
> tahun lalu dijadikan semboyan andalan dari rezim yang berkuasa saat ini
> dalam kenyataan tidak tercapai sama sekali. Kami minta tidak lagi membuat
> janji-janji muluk di sisa pemerintahan.*
>
> *Kami mengingatkan pimpinan nasional yang segera berakhir di 2019 supaya
> tidak menambah utang luar negeri lagi yang sudah mendekati lampu merah.
> Bila Indonesia makin dalam masuk ke perangkap utang luar negeri, ekonomi
> nasional yang sudah sangat rapuh bisa segera hancur, sehingga dikhawatirkan
> tambahan utang najis (odious debt) yang makin menggunung tidak bisa tidak
> akan menjadikan Indonesia negara yang sepenuhnya tergantung pada negara
> kreditor.*
>
> *Dalam pada itu kami mengingatkan bahwa sejak sekarang harus sudah di
> mulai usaha-usaha untuk merintis pembangunan ekonomi umat Islam. Harus
> segera dirintis pembangunan toko ritel, gerai, warung dan berbagai unit
> outlet yang dimiliki oleh umat Islam agar supaya umat Islam dibiasakan
> untuk membeli berbagai kebutuhan ekonomi primer serta alat-alat pendidikan
> ke toko atau mart yang dimiliki oleh orang-orang Islam sendiri.*
>
> *Nampak banyak kalangan umat Islam yang tidak atau belum menyadari bahwa
> keuntungan besar yang diperoleh dari bisnis para penista agama sesungguhnya
> berasal dari umat Islam. Keuntungan itu pada gilirannya diperuntukkan untuk
> upaya de-Islamisasi dan untuk membeayai berbagai langkah mereka yang
> dihinggapi penyakit Islamophobia.*
>
> *Imam Besar HRS*
>
> *Musyawarah Nasional PA Alumni 212 ke I mengharapkan supaya Imam Besar
> bisa segera dapat pulang ke tanah air, karena keberadaannya di Indonesia
> dibutuhkan untuk memperkuat dakwah dan syi’ar Islam pada umumnya:*
>
> *Meminta pada rezim penguasa supaya bersikap adil terhadap para ulama
> Islam. Para penganjur kekerasan, bahkan pembunuhan terhadap umat Islam,
> seperti dilakukan oleh Victor Lascodat dibiarkan berkeliaran, sementara
> para tokoh-tokoh seperti Buni Yani, Ustadz Tanjung (ahli tentang PKI, dll)
> diperlakukan sangat berbeda.*
>
> *Kami mohon pada rezim yang sedang berkuasa sekarang agar segera
> memfasilitasi kepulangan Imam Besar HRS dan menghentikan kriminalisasi
> terhadapnya.*
>
> *Akhirnya Musyawarah Nasional PA 212 ke I berketetapan bilaman kami
> mengadakan kegiatan yang bersifat nasional, pimipinan nasional, para
> menteri terkait, kepolisian dan berbagai instansi negara penting*
>
>
>
> *lainnya akan kami undang untuk dapat menghadiri, dan tidak mengirimkan
> wakil.*
>
> *Kami akan tampil secara terbuka, tanpa rasa takut apa pun, untuk
> mendiskusikan masalah-masalah kebangsaan dengan pimpinan nasional langsung
> beserta seluruh jajarannya, sehingga bila kami nanti mengundangnpara tokoh
> penting itu, seyogyanya dapat hadir secara elegan dan tidak mengirimkan
> wakil.*
>
> *Supaya tidak ada lagi kebohongan dan misteri destruktif antara rakyat dan
> penguasa, agar dapat ditemukan solusi bersama.*
>
> *Cisarua, Sabtu 27 Januari 2018*
>
> *Pengurus Pusat*
>
> *Persaudaraan Alumni 212*
>
> *Ketua Umum    Sekretaris Umum*
>
> *Ust. Slamet Ma’arif, SA.g.MM <http://SA.g.MM>    Ust. Drs. Bernard Abdul
> Jabbar, MPd*
>
> *Mengetahui ;*
>
> *Ketua Dewan Penasehat*
>
> *Prof. Dr. H. M. Amien Rais, MA*
>
>
>
> *KOALISI 212 yang permanen secara Nasional di semua daerah sebagaimana
> Harapan Ulama dan Umat Islam gagal dibentuk karena kendala.*
>
> *Namun yang demikian itu tidak mengurangi semangat juang para Mujahid &
> Mujahidah 212 untuk tetap pada prinsip pemenangan ummat Islam secara
> Politik, peta politik yang ada saat ini di berbagai daerah secara garis
> besar sebagai berikut:*
>
>
>
>
>
>
>
> *1. Koalisi 212 utuh tanpa di tunggangi Partai Pendukung Penista Agama
> seperti di Jawa Barat, Kalimantan Timur dan Maluku Utara2. Koalisi 212 utuh
> tapi di tumpangi Partai Pendukung Penista Agama seperti di Jawa Tengah
> Sumatra Utara dan Sulawesi Tengah.3. Koalisi 212 terbelah sehingga sebagian
> koalisi 212 tanpa Partai Pendukung Penista Agama dan Koalisi 212 sebagian
> lagi di tumpangi oleh partai Pendukung Penista Agama seperti di Sumatra
> Selatan dan Maluku Utara,4. Koalisi 212 terpecah sehingga masing – masing
> koalisi dengan Partai Pendukung Penista Agama seperti Riau, Lampung, Jatim,
> NTB, Sulawesi Selatan & Maluku.5. Koalisi 212 tidak berarti karena focus di
> Cagub – Cawagub Muslim melawan Cagub – Cawagub Muslim seprti di Kalimantan
> Barat6. Koalisi 212 tidak berarti karena semua calon Non Muslim sehingga
> focus kepada Akhoffudh Dhororain (Mudharat yang lebih ringan) seperti di
> Papua dan NTT.7. Pilkada di tingkat Kota dan Kabupaten juga mengalami
> situasi seperti di atas, sehingga penyikapannya tidak akan mengikuti kaidah
> yang sama.*
>
> *Pembina Pengurus Pusat*
>
> *Persaudaraan Alumni 212*
>
> *DR. MUHAMMAD RIZIEQ SIHAB, Lc.,MA.DPMMS*
>
> 
>

Kirim email ke