Soeharto sudah mati tapi bau busuknya telah menyusup sampai kesumsum elite politisi dan pejabat negeri dan juga orang2 biasa.. Bagaimana untuk bisa menghilangkan bau busuk tersebut?
AA Pada 27 Januari 2018 15.10, Chalik Hamid [email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis: > > > > > ----- Pesan yang Diteruskan ----- > *Dari:* percobaan [email protected] [perhimpunanpersaudaraan] < > [email protected]> > *Kepada:* [email protected] < > [email protected]> > *Terkirim:* Sabtu, 27 Januari 2018 14.57.11 GMT+1 > *Judul:* RE: [perhimpunanpersaudaraan] Fw: [nasional-list] 10 Tahun > Kematian Soeharto > > > > > > Baru2 ini ada artikel yg menarik dng judul “Kencing onta sampai PKI” ( > perhimpunanpersaudaaran @yahoogroups.com tgl 20-01-2018) yg ditulis oleh > Prof. Dr. Ariel Heryanto, kelahiran Malang tahun 1954, beliau adalah > anggauta suatu lembaga nasional tertinggi, Australian Academy of the > Humanities. Beliau adalah seorang yg mendapat gelar akademi profesornya > juga dari universitas Australi dng kedudukan Profesor untuk The Herb Feith > Chair at Monash University . > > Sebagai pakar yg juga banyak mempunyai data2 akurat tentunya beliau > sebagaimana juga Prof. Dr. Herbert Feith dalam menulis makalahnya ini > mempunyai dasar argumentasi yg kuat dng tujuan untuk melawan pembodohan yg > masih berlaku di Indonesia berkenan dng peristiwa Gestok 65 ( istilah yg > tepat yg digunakan Bung Karno). > > Pembodohan yg masih dipertahankan juga oleh pemerintah sekarang ini dng > Jokowi sebagai presiden nya, dng masih mempertahankan suatu aturan dng > kekuatan hukum ( TAP MPRS 25) . Padahal aturan dng kekuatan hukum itu > dibuat oleh regime ORBA berdasarkan isapan jempol/ pemutarbaikan sejarah/ > kebohongan alias HOAX. Sebagaimana juga blunder nya hoax nya USA tentang > senjata pemusnah masal untuk menyerang Irak dan mendongkel Sadam Husein( > dimana korbannya ngak sampai juta an dibanding sekitar 3 juta di > Indonesia), selain itu hoaxnya USA sebagai legitimassi untuk menyerang Irak > dan menjatuhkan Sadam Husein, berlaku singkat baik karena telah tercapai > tujuannya tapi juga krn jelas blundernnya. > > Tapi hoaxnya ORBA yg menjadi dasar hukum di Indonesia berlaku sejak 5 Juli > 1966 hingga kini. Karena hoax ini diyakini kebenarannya dan ada manfaatnya > bagi rejim penguasa. Memang secara psikologis bisa saja kebohongan yg > terus-menerus dikumandangkan bisa mensugesti pendengarnya untuk dianggap > sesuatu yg benar, jadi memang merupakan pencucian otak. Bahkan secara > psikologi sipembuat hoax itu sendiri juga ikut meyakini kebenaran hoaxnya, > suatu bentuk autosugesti juga. Makanya pidato JK soal moral juga tujuannya > memperkuat rejimnya dan bukan untuk membongkar hoax yg masih berlaku. > > Rasanya tidak ada yg lebih vulger dan brutal dari pada hoax G-30 S/PKI yg > masih berlaku secara hukum sampai saat ini. > > Ada anggapan bahwa dlm mengungkap masalah hoax ini juga harus > dipertimbangkan imbangan kekuasaan karena kekuatan rakyat masih lemah. > > Padahal apa pun imbangan kekuatan yg bertarung di Indonesia pembelejetan > terhadap hoax demikian adalah penting untuk melawan pembodohan yg masih > diberlakukan juga oleh rejim saat ini. Sebagaimana yg pernah diusahakan Gus > Dur sebagai Presiden RI saat itu dan karenanya dia juga digulingkan melalui > hoax Brunei Gate dan Bulog Gate yg sampai sekarang tidak terbukti. > > Adalah kenyataan bahwa Bung Karno hendak dijebak oleh Suharto-Nasution dkk > melalui permintaan pertanggung jawaban presiden Sukarno pada Sidang MPRS 22 > Juni 1966. Maksudnya adalah agar Sukarno ikut memperkuat hoax G30S-PKI dan > selain itu bertanggung jawab atas pembunuhan 6 jenderal & 1 perwira , yg > merupakan pencerminan konflik didalam kalangan AD sendiri . Serta juga agar > Sukarno bertanggung jawab terhadap apa yg disebut konflik horizontal , > padahal tertera yg berperan sehingga menbawa korban ratusan ribu sampai 3 > juta( pengakuan Sarwo Edi) . > > Dan dng demikian Suharto-Nasution dng AD cuci tangan seperti halnya > Pontius Pilatus ketika mengadili Jesus. Dan nyatanya memang demikian > anggapan sebagaian besar masyarakat yg terbodohi sampai sekarang ini bahwa > Suharto dan AD adalah penyelamat NKRI dng gagasan Pancasila Sakti-nya. > > Sukarno tidak mau terjebak karena itu dlm pidatonya Nawaksara tidak > sepatah katapun menyinggung G30S-PKI, halmana membuat Suharto-Nasution dng > MPRS palsunya menjadi berang dan tetap memaksakan tujuannya. Halmana di > jawab Bung Karno dng Penlengkap Nawaksara ( 10 Januari 1967) dimana beliau > juga mempertanyakan aturan mana dlm aturan MPRS yg mengharuskan presiden > memberikan pertanggung jawaban terhadap hal2 yg bukan tugas pokok. Juga > beliau menutut siapa yg harus bertanggung jawab untuk selain kalinya usaha > pembunuhan presiden, pemberontakan DI/TII, Madiun ( disinipun tanpa sebutan > PKI), pemberontakan Kahar Muzakar, dsb sampai juga PRRI-Permesta dan > penembakan ke istana oleh pilot MIG , Maukar. Juga Sukarno menanyakan > pertanggung jawaban menteri Pertahanan Dan Keamanan yg ketika itu ( > Nasution) terhadap peristiwa tsb. > > Juga dlm pidatonya ini Sukarno mengkoreksi istilah G 30-S, dan tidak > tepatnya istilah Gestapu sebagai ungkapkan dlm bahasa Indonesia. Selain itu > juga menegaskan 3 hal yg menentukan , yaitu keblingeran pimpinan PKI, > kelihaian nekolim dan adanya elemen2 jelek / kontra revolusioner. Malah > juga menegaskan bahwa justru nekolim dan antek2- nya dlm negeri ini yg > memang bermaksud mendongkel nya. Jadi secara tak langsung membantah adanya > usaha kudeta dari PKI yg pemimpinnya keblinger, entah keblingeran apa , > tapi jelas bukan untuk berontak menjatuhkan pemerintahannya. Karenanya > Sukarno dituduh membela PKI. Jadi jelas perlawanan Sukarno yg menyedari > akibat perlawanannya terhadap nasib diri nya & kedudukannya sebagai > presiden, adalah untuk tidak ikut membangun kebohongan tentang peristiwa 65 > dan membodohi rakyatnya. > > Tentu terserah saja kalau ada anggapan hal ini, yaitu perlawanan terhadap > hoax yg masih berlangsung saat ini tidak penting. Dng alasan imbangan > kekuatan, hal mana juga pernah dipropagandakan PKI di tahun 60-an dng " > teori 2 aspek dlm kekuasaan" , suatu kebijakan yg melucuti kekuatan rakyat > progresif dan dng akibat fatal yg mengantungkan diri pada kemungkinan > penyelamatan diri dng permainan atas. Sehingga pembantaian kaum progresif > berjalan berlarut tanpa perlawanan. > > Memang masih banyak halangan dan kesulitan untuk menyedarkan rakyat dari > kebodohan, juga kenyataan statistik yg menunjukkan rendah nya kemauan > membaca di kalangan masyarakat , dimana mungkin juga masalah kesenjangan > hidup dng segala akibatnya menyebabkan rakyat berpikir apa yg di makan hari > ini saja. Selain itu juga larangan2 untuk membaca gagasan2 progresif dng > tetap diberlakukan nya TAP MPR ( sekarang bukan lagi MPRS) yg bersangkutan > dng peristiwa 65 , maka selama itu pula pemegang kekuasaan negara > mempertahankan adanya kebodohan dlm masyarakat untuk kepentingan kekuasaan > nya, karenanya tidak aneh kalau ada seminar/pertemuan digrebeg > polisi/tentera dng alasan tanpa ijin atau pun dituduh menyebarkan ajaran > komunis. > > Bahwa elemen2 ORBA, masih dominan tampak jelas dng semakin diperkuatnya > pemerintahan Jokowi dng orang2 Golkar yg menduduki posisi penting . Walau > secara resmi gagasan dwifungsi dinyatakan tidak berlaku, tapi tetap saja > para tentera dan polisi dll walau pun sudah pensiun , semakin memasuki > lingkaran istana dan kembali mengincar jabatan2 strategis pemerintahan > daerah dlm pikalda mendatang. > > Tentu didasari alasan adanya kwalitas kepemimpinan, disiplin, ketaatan > pada pimpinan yg katanya jarang ditemui dari jajaran sipil kecuali dr > Golkar , partai yg kompak dan berpengalaman dlm kekuasaan negara. > > > > > > Verzonden vanuit Mail <https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> > voor Windows 10 > > > > *Van: *Chalik Hamid [email protected] [perhimpunanpersaudaraan] > <[email protected]> > *Verzonden: *zaterdag 27 januari 2018 8:04 > *Aan: *Yahoo! Inc. <[email protected]>; Jaringan > Kerja Indonesia <[email protected]>; Gelora 45 > <[email protected]>; Sastra Pembebasan > <[email protected]>; Yahoo! Inc. > <[email protected]>; Yahoo! Inc. <[email protected]>; > DISKUSI FORUM HLD <[email protected]> > *Onderwerp: *[perhimpunanpersaudaraan] Fw: [nasional-list] 10 Tahun > Kematian Soeharto > > > > > > Suharto sudah mati, tapi kejahatannya masih hidup, Ajarannya masih > berkemabang dimana-mana. Tap MRS25/1966, masih menjadi perangkap di > Indonesia. Semua pergerakan selalu masuk perangkap. > > > > > > ----- Pesan yang Diteruskan ----- > > *Dari:* 'Chan CT' [email protected] [nasional-list] < > [email protected]> > > *Kepada:* GELORA_In <[email protected]> > > *Terkirim:* Jumat, 26 Januari 2018 08.17.07 GMT+1 > > *Judul:* [nasional-list] 10 Tahun Kematian Soeharto > > > > > 10 Tahun Kematian Soeharto > > Citra Lamtoro Gung, Humpuss, Bimantara Citra adalah perusahaan yang > terkenal sebagai usaha milik keluarga Soeharto. Apakah kini masih dikuasai > Cendana? > > [image: Gurita Bisnis Keluarga Soeharto] > > Reporter: Mawa Kresna > <https://tirto.id/author/kresna?utm_source=internal&utm_medium=topauthor> > > 26 Januari, 2018 > > · *Lamtoro Gung Persada, Humpuss dan Bimantara Citra adalah ikon > bisnis keturunan Soeharto* > > > > *Citra Lamtoro Gung, Humpuss, Bimantara Citra adalah perusahaan yang > terkenal sebagai usaha milik keluarga Soeharto. Apakah kini masih dikuasai > Cendana?* > > *tirto.id <https://tirto.id/?utm_source=internal&utm_medium=Article>** - > *Kedai > Kopi Cikini 049 di lantai 3 gedung Cikini Gold Center tampak sepi. Sampai > sekitar pukul 12 siang, pada Kamis 24 Januari 2018, belum ada konsumen yang > mampir. > > “Banyak pesanan lewat Go-Food <https://tirto.id/q/gojek-w> saja,” kata > Fadli, barista yang saat itu sedang meracik segelas kopi (baca: Berapa > Lama Start Bisa Membakar Uang? > <https://tirto.id/berapa-lama-start-up-harus-membakar-uang-byEo>). > > Kedai Kopi Cikini 049 tidak seperti kedai kopi pada umumnya yang > menyediakan tempat duduk yang nyaman. Kedai kopi ini hanya menempati > sepetak kios berukuran 3 x 4 meter saja. Jika ada konsumen, mereka harus > duduk bercampur dengan konsumen gerai yang lain di *food court* tersebut. > > Meski terlihat sempit, kecil, dan tak menyolok, pelanggan Kopi Cikini 049 > bukan orang sembarangan. Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara, > adalah salah satu konsumen kopi Cikini 049. Begitu pula Rachel Maryam, > artis yang kini menjadi politikus. Juga ustad Erick Yusuf yang kerap tampil > di televisi. Ketiganya pernah meng-*endorse* Kopi Cikini 049. > > Jika melihat menu kopi, sebenarnya tidak jauh berbeda dari kedai kopi > lainnya, katakanlah Starbucks <https://tirto.id/q/gojek-w>atau kedai kopi > di daerah Cikini lain. Harganya pun biasa saja, tidak kelewat mahal walau > juga tidak murah-murah amat. segelas Oreo Coffee dihargai Rp 25ribu. > > Lantas apa yang spesial dari kedai ini? Jawabannya: Gendis Siti Hatmanti, > si pemilik kedai. Dia adalah cucu Presiden ke-2 Indonesia, Soeharto. > > *Baca juga:* *Kongsi Dagang Keluarga Soeharto dan Junta Militer Myanmar > <https://tirto.id/kongsi-dagang-keluarga-soeharto-dan-junta-militer-myanmar-cpc8>* > *Bisnis Masa Lalu* > > Gendis baru terjun ke bisnis ini pada awal 2017. Sebelumnya ia sudah lebih > dulu terjun di dunia properti dan memiliki sebuah hotel di Bandung. Jika > dibandingkan dua bisnis tersebut, apalagi dibandingkan bisnis yang pernah > dijalankan oleh ayah, paman dan bibinya, kedai kopi ini jelas tidak > sebanding. > > Bandingkan dengan PT Citra Lamtoro Gung Persada milik Siti Hardiyanti > Rukamana yang akrab dipanggil Tutut > <https://tirto.id/tutut-dan-mega-dua-putri-presiden-ri-chxo>, putri > pertama Soeharto. Di puncak kejayaannya, perusahaan ini menjadi perusahaan > sapu jagad. Hampir semua bidang usaha digarap perusahaan ini, mulai > konstruksi, perdagangan, pertanian sampai kerajinan tangan. > > *Baca juga:* *Mustahil Tommy Soeharto Menjadi Presiden > <https://tirto.id/mustahil-tommy-soeharto-menjadi-presiden-ckFu>* > > > Berdasar data profil perusahaan di Ditjen Ahu, Kementerian Hukum dan HAM, > Danty Indriastuti Purnamasari, putri ketiga Tutut, juga dilibatkan di > perusahaan ini. Ia menjadi salah satu pemegang saham dengan nilai sebesar > Rp3 miliar, sedangkan ibu dan bapaknya masing-masing memegang saham Rp13,5 > miliar. > > Selain Citra Lamtoro Gung, ada juga PT Humpuss yang memiliki banyak anak > perusahaan yang berbeda bidang usaha. Humpuss adalah miliki Hutomo > Mandala Putra atau Tommy Soeharto > <https://tirto.id/m/hutomo-mandala-putra-bt>. > > Untuk urusan bisnis properti dan konstruksi, Humpuss memiliki anak > perusahaan PT Humpuss Land, bisnis transportasi digarap PT Humpuss > Intermoda Transportasi, untuk pengemboran minyak dan gas ada PT Humpuss > Karbometil Selulosa, PT Humpuss Aromatik memproduksi minyak tanah dan > solar, PT Humpuss Pengolahan Minyak menggarap kilang minyak, PT Humpuss > Petragas bidang eksplorasi minyak dan deretan anak perusahaan lain. > > Tomy tidak sendiri. Sigit Harjojudanto, anak kedua Soeharto, juga turut > memiliki saham di sana. Di PT Humpuss, Tommy memiliki saham senilai Rp374,9 > miliar, Humpuss Trading senilai Rp1,5 miliar, Humpuss Aromatik Rp415,8 > miliar, PT Humpuss Land Rp3,6 miliar dan PT Humpuss Patragas Rp1 miliar. > Sedangkan Sigit memiliki saham di PT Humpuss sebesar Rp231 miliar. > > *Baca juga:* > > - *Cinta dan Benci untuk Soeharto* > <https://tirto.id/cinta-dan-benci-untuk-soeharto-cpd8> > - *Dosa dan Jasa Soeharto untuk Indonesia* > <https://tirto.id/dosa-dan-jasa-soeharto-untuk-indonesia-chKe> > > > [image: Gurita Bisnis Keluarga Soeharto] > > share infografik > > > > PT Lamtoro Gung Persada dan Humpuss Grup ini sampai kini masih aktif. > Keduanya berkantor di Gedung Granadi, aset Yayasan Supersemar yang akan > disita oleh pengadilan. > > Perusahaan lain yang identik dengan Cendana adalah PT Bimantara Citra. > Perusahaan ini bergerak di bidang industri media. Pendirinya Bambang > Trihatmodjo, juga anak Soeharto. Pada 1989, PT Bimantara Citra ini > mendirikan RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia). Pada 2007 perusahaan > ini diakuisisi MNC lalu mengubah nama menjadi PT Global Mediacom. > > Sejak perubahan itu, Bambang tidak lagi memiliki saham di sana. Ia sempat > menjadi komisaris untuk beberapa waktu, akan tetapi pada tahun 2008 namanya > menghilang dari jajaran Dewan Komisaris dari perusahaan yang kini dikuasai > konglomerat media, Hary Tanoesoedibjo > <https://tirto.id/m/hary-tanoesoedibjo-H>. > > Sementara putri bungsu Soeharto, Siti Hutami Endang Adiningsih atau Mamiek > Soeharto, mendirikan PT Manggala Kridha Yudha yang bergerak di bidang > pertanian. Ia memiliki taman buah Mekar Sari seluas 3..000 hektare di Bogor > dan juga beberapa perkebunan. > *Masuk Paradise Papers* > > Fakta lain yang menarik dari bisnis keturunan Soeharto adalah masuknya > nama Tommy dan Mamiek dalam Paradise Papers. Paradise Papers > <https://tirto.id/q/paradise-papers-jL4> berisi daftar pengusaha yang > diduga menyembunyikan kekayaan di negara bebas pajak. Dokumen dirilis > pertama kali pada 2017 oleh koran Jerman *Süddeutsche Zeitung*. Berkas > itu lalu disebarkan oleh International Consortium of Investigative > Journalists (ICIJ). > > Dalam dokumen itu, dua anak Soeharto disebut menyimpan uang di luar > negeri. Tommy tercatat sebagai direktur dan komisaris di Asia Market > Investments Ltd. Perusahaan itu terdaftar pada 1997 lalu tutup pada 2000. > Perusahaan itu merupakan hasil kongsi anak perusahaan Humpuss dengan NLD, > sebuah perusahaan periklanan asal Australia. > > *Baca juga:* *Di Luar Paradise Papers, Berapa Banyak Harta Keluarga > Soeharto? > <https://tirto.id/di-luar-paradise-papers-berapa-banyak-harta-keluarga-soeharto-czM6>* > > > Sementara Mamiek dalam berkas itu disebut menjadi Wakil Presiden Golden > Spike Pasiriaman Ltd dan pemilik Golden Spike South Sumatera Ltd. Kedua > perusahaan itu terdaftar di sana pada 1990 dan sudah tutup. > > Baca juga artikel terkait HARTA SOEHARTO > <https://tirto.id/q/harta-soeharto-jM1?utm_source=internal&utm_medium=lowkeyword> > atau > tulisan menarik lainnya Mawa Kresna > <https://tirto..id/author/kresna?utm_source=internal&utm_medium=lowauthor> > > (tirto.id - krs/zen) > > > *Laporan 1: *Modus Soeharto Mencatut Uang Publik Lewat Yayasan > <https://tirto.id/modus-soeharto-mencatut-uang-publik-lewat-yayasan-cDPf> > *Laporan 2: *Gurita Bisnis Keluarga Soeharto > *Laporan 3: *Harta Soeharto: Lika-Liku Penyitaan Aset Yayasan Supersemar > <https://tirto.id/harta-soeharto-lika-liku-penyitaan-aset-yayasan-supersemar-cDLq> > *Laporan 4: *"Kalau Kami Terus yang Bangun Masjid, Kami Dikira Memonopoli > Amal" > <https://tirto.id/kalau-kami-terus-yang-bangun-masjid-kami-dikira-memonopoli-amal-cDN9> > > > > >
