Intimidasi?
 ---
 Ketika diwawancara, Untung mengaku sedang di tengah-tengah kegiatan pembinaan 
tersebut dan menunjukkan kepada BBC 'keberhasilan pembinaan' versinya.
 http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-42850327
 Ia bertanya kepada para peserta, "Kalian waria atau bukan?" dan dari latar 
belakang, terdengar jawaban pelan dan samar: "Tidak."
 . http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-42850327..
 Setelah ditangkap, para waria di Aceh 'dibina agar jadi laki-laki' 
http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-42850327 7 jam lalu

 Bagikan artikel ini dengan Facebook 
http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-42850327#  Bagikan artikel ini dengan 
Twitter http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-42850327#  Bagikan artikel ini 
dengan Messenger http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-42850327#  Bagikan 
artikel ini dengan Email 
mailto:?subject=Shared%20from%20BBC%20Indonesia&body=http%3A%2F%2Fwww.bbc.com%2Findonesia%2Findonesia-42850327
  Kirim http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-42850327#share-tools




 
 Hak atas fotoHUMAS POLRES ACEH UTARA Kapolres Aceh Utara, AKBP Untung Sangaji, 
mengatakan kepada BBC Indonesia bahwa razia atas para waria pada Sabtu malam 
(27/01) merupakan langkah 'pembinaan'.
 "Kita sudah bina, mereka bukan waria lagi. Mereka mengatakan pria yang keren," 
tuturnya.
 Dalam percakapan telepon, Senin (29/01) dengan wartawan BBC Indonesia, Pijar 
Anugerah, AKBP Untung menjelaskan para waria telah 'kembali menjadi laki-laki 
tulen' setelah menjalani pembinaan psikologis dan akidah dari ulama setempat.
 Aceh kembali eksekusi hukum cambuk, termasuk terpidana bukan Muslim 
http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-42745352 Pencambukan gay di Aceh 
berlangsung dalam sorakan http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-40009560 
"Banyak LGBT Aceh yang pintar tapi sekarang takut dan pergi" 
http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-40024655 Ketika diwawancara, Untung 
mengaku sedang di tengah-tengah kegiatan pembinaan tersebut dan menunjukkan 
kepada BBC 'keberhasilan pembinaan' versinya.
 Ia bertanya kepada para peserta, "Kalian waria atau bukan?" dan dari latar 
belakang, terdengar jawaban pelan dan samar: "Tidak."
 Namun seorang pegiat HAM di Aceh -yang tak mau disebut namanya- mengatakan 
para waria sekarang dilanda ketakutan. "Sudah tujuh orang yang mengungsi ke 
Medan hari ini."
 Kecaman Komhas HAM Sebelumnya, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, mengecam 
tindakan polisi di wilayah Aceh Utara yang melakukan penangkapan dan penahanan 
sejumlah waria, memangkas paksa rambut mereka, dan menutup salon tempat mereka 
bekerja.
 Komisioner Pendidikan & Penyuluhan Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, menyebut 
tindakan itu merendahkan martabat manusia dan bertentangan dengan peraturan. 
"Semua warga negara harus mendapat perlindungan hak asasinya. Dan semua warga 
negara harus mendapat perlakuan yang sama," kata Beka kepada BBC, Senin (29/01).
 Beka mengatakan Komnas HAM akan meminta klarifikasi kepada Kapolda Aceh 
terkait peristiwa tersebut.
Hak atas fotoHUMAS POLRES ACEH UTARAImage captionPolisi menyebut para 
transgender 'diamankan,' setelah polisi mendapat laporan 'keresahan warga.' 
Sementara itu, seorang perwakilan komunitas transgender di Aceh mengaku dalam 
kondisi ketakutan setelah penggerebekan terbaru ini.
 Kepolisian Aceh Utara dan Polisi Syariah Wilayatul Hisbah menangkap sejumlah 
waria dikawasan Lhoksukon dan Tanah Jambo Aye, pada Sabtu malam (27/01).
 Kapolres Aceh Utara, AKBP Untung Sangaji mengatakan penangkapan tersebut 
dilakukan karena Pelaksanaan Operasi Pekat (penyakit masyarakat), dalam rangka 
penertiban waria yang disebutnya semakin meresahkan warga.
 Sebanyak 12 orang waria ditangkap, dan lima salon yang mempekerjakan mereka 
juga sudah diberi garis polisi, seperti dilaporkan wartawan di Aceh, 
Hidayatullah.Untung Sangaji menyebut para transgender itu 'diamankan,' setelah 
polisi mendapat laporan 'keresahan warga.'
 Ia menambahkan polisi kemudian memotong paksa rambut para waria itu serta 
melepas semua pakaian perempuan yang mereka kenakan, untuk diganti dengan 
pakaian laki-laki.
 "Mereka kita tahan selama tiga hari untuk diberikan pembinaan. Tadi malam saya 
lihat mereka semua mampu berprilaku dengan baik seperti laki-laki 'normal,'" 
kata Untung Sangaji pula.
 

 





Sherli seorang transgender di Banda Aceh. Terlepas dari itu, berdasarkan hasil 
tes urine dan pemeriksaan yang telah dilakukan oleh pihak kepolisian, hingga 
saat ini belum ditemukan tindak pidana maupun pelanggaran syariat Islam yang 
dilakukan sejumlah waria, lapor wartawan Banda Aceh, Hidayatullah untuk BBC 
Indonesia, Minggu (28/1/2018).
 Apa dan siapa di balik pembatalan Porseni kelompok waria di Sulawesi Selatan? 
http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-38686691 'Saya tak pernah bahagia': 
kisah kaum LGBT yang dipaksa menikah 
http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-39377119 Pesantren Waria Yogyakarta: 
Kami hanya belajar agama 
http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/02/160226_indonesia_pesantren_waria
 Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Munawar A Djalil, melalui saluran telpon 
mengatakan, hukum jinayat diterapkan hanya jika terjadi perbuatan maksiat, 
misalnya terbukti atas perbuatan homo seksual, lesbian, berjudi, mabuk-mabukan, 
berzina dan berduan dengan yang bukan muhrim."Jika tidak terbukti atas tindakan 
tersebut, akan diberikan pembinaan agar terjauh dari perbuatan maksiat," kata 
Kadis Syariat Islam, Munawar A Djalil.
Hak atas fotoHUMAS POLRES ACEH UTARAImage captionPara waria yang ditangkap 
Polres Aceh dipaksa melepas pakaian dan rambut panjangnya dipotong supaya 
penampilannya lebih mirip laki-laki. Sebelumnya, Untung dikutip sejumlah media 
mengatakan bahwa kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) lebih 
berbahaya dari terorisme.
 Ketika ditanya lebih jauh oleh BBC Indonesia, AKBP Untung menjelaskan maksud 
perkataannya, "Kita tidak tahu, dia tampak gagah, keren, tapi ternyata dia 
doyan sama kita, yang nyata-nyata kita kan enggak seperti itu. Kalau teroris 
kan kita tahu berhadapan dengan senjata."
Hak atas fotoHUMAS POLRES ACEH UTARAImage captionMeski melakukan penggerebekan, 
hingga saat ini polisi belum menemukan tindak pidana maupun pelanggaran syariat 
Islam yang dilakukan para waria. 'Melanggar aturan perlindungan minoritas'
 Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, menilai penangkapan yang dilakukan 
kepolisian Aceh Utara melanggar aturan internal kepolisian itu sendiri. 
Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia no. 8 tahun 2009 
mencantumkan tugas polisi untuk melindungi hak khusus kelompok minoritas, 
termasuk dalam hal orientasi seksual.
 "Kalau dilihat dari foto-foto dan berbagai informasi yang ada jelas melanggar 
aturan Kapolri," ujar Beka.
 Kendati polisi mengklaim operasi yang mereka lakukan berawal dari keresahan 
warga, Beka menekankan bahwa selama tidak undang-undang yang dilanggar oleh 
sekelompok orang, tidak boleh ada perlakuan di luar hukum. "Dan seharusnya kan 
posisi kepolisian melindungi warga yang rentan," ia menambahkan.
 Namun Untung berdalih bahwa perlakuan terhadap para waria itu bisa dibenarkan, 
karena perilaku mereka bertentangan dengan Qanun Aceh. "Di sini Aceh, Serambi 
Mekah, tidak boleh ada begitu," ujarnya.
Hak atas fotoAFPImage captionQanun Jinayat di Aceh, yang menerapkan hukuman 
cambuk bagi pelaku zina dan hubungan sesama jenis, dikritik berbagai kalangan 
karena dianggap bertentangan dengan Konstitusi dan merugikan kaum perempuan 
serta kelompok minoritas. Penangkapan terhadap kelompok transgender bukan 
pertama kali terjadi di Aceh. Sebelumnya pada Desember 2017, tujuh orang waria 
ditangkap usai berpesta dalam rangka merayakan ulang Tahun salah satu waria di 
Hotel berbintang lima di Kota Banda Aceh.
 Setelah penggerebekan terbaru ini, seorang perwakilan kelompok transgender di 
Aceh mengaku merasa ketakutan.
 Seorang transgender di Aceh yang dihubungi BBC mengatakan kondisi psikologinya 
"tertekan dengan situasi ini".

 

Kirim email ke